IHSG rontok 4,32%, saham konglomerat Prajogo (PTRO) hingga Hapsoro (RATU) rontok

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami keterpurukan signifikan, anjlok sebesar 4,32% atau setara 343,19 poin, hingga mencapai level 7.596 pada penutupan sesi pertama perdagangan hari Rabu (4/3). Keterpurukan pasar saham Indonesia ini disinyalir dipicu oleh kabar mengenai keputusan Fitch Ratings yang disebut menurunkan outlook peringkat utang Indonesia dari stabil menjadi negatif.

Advertisements

Meskipun demikian, lembaga pemeringkat internasional tersebut tetap mempertahankan Long-Term Foreign Currency Issuer Default Rating (IDR) Indonesia pada level BBB. Dalam draf laporan yang dirilis pada hari Rabu (4/3) tersebut, Fitch Ratings secara spesifik menyoroti peningkatan ketidakpastian kebijakan serta kekhawatiran terhadap arah kebijakan ekonomi RI di tengah sentralisasi pengambilan keputusan. Hal ini, menurut Fitch Ratings, dapat melemahkan prospek fiskal jangka menengah, merusak sentimen investor, dan memberikan tekanan pada bantalan eksternal.

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang sesi pertama, volume transaksi tercatat mencapai 35,07 miliar saham dengan frekuensi sebanyak 2,12 juta kali. Adapun kapitalisasi pasar mencapai Rp 13.572 triliun, dengan total nilai transaksi siang ini yang menyentuh angka Rp 18,10 triliun. Sayangnya, dari ratusan saham yang diperdagangkan, hanya 63 saham yang berhasil ditutup menguat, sementara 713 saham tergelincir, dan 37 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga.

Sejumlah saham konglomerasi turut terhempas dalam perdagangan sesi pertama. Sebagai contoh, saham milik konglomerat Prajogo Pangestu, PT Petrosea Tbk (PTRO), anjlok 9,44% ke level 5.275. Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dari grup Bakrie rontok 7,94% ke level 232, dan saham PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) milik Happy Hapsoro terjun 11,76% ke level 6.000.

Advertisements

Tidak hanya itu, nyaris seluruh sektor di BEI tak luput dari tekanan jual, memarkirkan diri di zona merah pada sesi I perdagangan. Sektor industri dasar menjadi yang paling terpukul, dengan penurunan tajam hingga 8,03% secara sektoral. Beberapa saham unggulan di sektor ini pun ikut terpuruk, seperti PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) yang rontok 8,84% ke level 4.020, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) anjlok 13,27% ke level 850, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) jeblok 9,38% ke level 6.525, dan PT Timah Tbk (TINS) merosot 10,82% ke level 3.790.

Di tengah kondisi pasar yang memerah, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencatatkan nilai perdagangan tertinggi hingga siang ini, mencapai Rp 1,3 triliun. Disusul oleh PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) dengan nilai transaksi sebesar Rp 1,29 triliun, serta PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) yang diperdagangkan sebesar Rp 911,82 miliar.

Sentimen negatif serupa juga merembet ke bursa saham Asia. Indeks Nikkei Jepang tercatat rontok 3,93%, diikuti oleh Hang Seng Hong Kong yang terkoreksi 2,78%, dan Shanghai Composite Tiongkok yang turun 1,43%.

Berikut adalah daftar top gainer siang ini:

  • PT Merry Riana Edukasi Tbk (MERI) naik 4,40% ke level 166
  • PT Asuransi Jiwa Sinarmas Tbk (LIFE) naik 3,20% ke level 7.250
  • PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) naik 1,88% ke level 2.170

Sementara itu, daftar top loser siang ini mencakup:

  • PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) turun 13,27% ke level 850
  • PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) turun 11,76% ke level 6.000
  • PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) turun 11,30% ke level 4.080

Advertisements