IHSG Sentuh Rekor! Saham KRAS Melejit Jelang RUPSLB

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencatat sejarah baru dengan menembus rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) pada perdagangan sesi pertama, Senin (16/11). Momentum bullish ini mendorong IHSG melesat 63,76 poin atau setara 0,76%, mengukuhkan posisinya pada level 8.434.

Advertisements

Kinerja impresif IHSG ini turut diiringi oleh aktivitas perdagangan yang solid di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sepanjang sesi tersebut, nilai transaksi saham tercatat mencapai Rp 11,02 triliun, melibatkan volume perdagangan hingga 23,17 miliar saham. Frekuensi transaksi juga menunjukkan dinamika tinggi dengan 1,63 juta kali.

Sentimen positif pasar tercermin dari dominasi saham-saham yang menguat, mencapai 344 emiten, berbanding 274 saham yang terkoreksi, dan 195 saham yang tidak bergerak. Dengan demikian, total kapitalisasi pasar IHSG pada sesi pertama hari ini membengkak hingga Rp 15.440 triliun.

Salah satu penopang utama lonjakan IHSG kali ini adalah performa gemilang saham PT Krakatau Steel Tbk (KRAS). Emiten baja pelat merah ini melonjak signifikan 10,05%, menembus harga Rp 416 per saham, dan mendongkrak kapitalisasi pasarnya menjadi Rp 8,05 triliun. Kenaikan drastis ini tak lepas dari antisipasi pasar terhadap agenda penting, yaitu Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 23 Desember 2025 mendatang.

Advertisements

Lonjakan harga saham KRAS bukanlah fenomena sesaat; perusahaan ini telah menunjukkan tren kenaikan yang kuat secara berkelanjutan. Dalam sepekan terakhir, nilainya naik 16,85%, dan dalam sebulan terakhir, melesat 32,48%. Bahkan, kinerja jangka panjangnya lebih memukau, dengan kenaikan 212,78% dalam enam bulan terakhir dan mencapai puncaknya dengan lompatan 311,88% secara year to date (ytd).

Potensi cerah KRAS semakin mengemuka dengan rencana intervensi dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara Indonesia. Lembaga ini dikabarkan akan melakukan pembenahan strategis serta menyuntikkan dana segar untuk menyelamatkan perusahaan baja milik negara tersebut. Krakatau Steel sendiri saat ini tengah mengajukan permohonan tambahan modal sebesar US$ 500 juta, yang setara dengan sekitar Rp 8,35 triliun, demi memperkuat fundamentalnya.

Managing Director Non-Financial Holding Operasional Danantara, Febriany Eddy, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima dan sedang memvalidasi permohonan dana dari KRAS, dengan perhitungan yang kini memasuki tahap final. Febriany menegaskan, salah satu misi fundamental Danantara adalah membangun kembali fondasi manufaktur yang tangguh di Indonesia, yang diharapkan akan menciptakan lebih banyak lapangan kerja berkualitas. “Kalau kami lihat saat ini, salah satu misi besar yang saya juga pribadi ingin lakukan, Krakatau Steel adalah awal. Kalau dilihat, Krakatau Steel punya potensi luar biasa,” pungkas Febri di Kantor Danantara, Jumat (14/11), menandaskan optimisme terhadap masa depan KRAS.

Secara lebih luas, performa positif IHSG juga didukung oleh mayoritas sektor di BEI. Dari sebelas sektor yang ada, delapan di antaranya terpantau menguat. Sektor properti menjadi pemimpin dengan kenaikan terbesar, mencapai 2,12%. Salah satu emiten di zona hijau yang menarik perhatian adalah PT Ciputra Development Tbk (CTRA), yang melonjak 0,58% ke level Rp 870.

Namun, euforia di pasar domestik berbanding terbalik dengan kondisi di bursa saham Asia lainnya. Mayoritas indeks utama di kawasan tersebut justru kompak anjlok. Indeks Shanghai Composite merosot 0,41%, Nikkei terkoreksi 0,22%, Straits Times turun 0,12%, sementara Hang Seng tertekan lebih dalam dengan penurunan 0,64%.

Berikut adalah daftar saham top gainers pada perdagangan sesi pertama:

  • PT Bumi Resources Tbk (BUMI) naik 4,55% ke Rp 230
  • PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) naik 3,72% ke Rp 2.230
  • PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) naik 10,05% ke Rp 416

Sementara itu, daftar saham top losers meliputi:

  • PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) turun 3,95% ke Rp 1.215
  • PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) turun 3,32% ke Rp 2.330
  • PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) turun 2,94% ke Rp 825

Ringkasan

IHSG mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa (all time high) pada sesi perdagangan pertama, naik 0,76% ke level 8.434 dengan nilai transaksi mencapai Rp 11,02 triliun. Kenaikan ini didorong oleh sentimen positif pasar dengan dominasi saham yang menguat, serta peningkatan kapitalisasi pasar hingga Rp 15.440 triliun.

Saham KRAS menjadi salah satu penopang utama lonjakan IHSG, melonjak 10,05% jelang RUPSLB pada 23 Desember 2025. Kenaikan ini juga dipicu oleh rencana intervensi dari Danantara Indonesia yang akan melakukan pembenahan strategis serta menyuntikkan dana segar. Sementara itu, mayoritas indeks utama di bursa saham Asia lainnya justru mengalami penurunan.

Advertisements