IHSG sesi 1 ditutup menguat ke 7.428,78


Kabar gembira datang dari pasar modal domestik saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup menguat pada akhir sesi pertama perdagangan Kamis (12/3). Kinerja positif ini memberi sinyal optimisme di tengah dinamika pasar yang terus bergerak.

Advertisements

Menurut data akurat dari RTI Business, IHSG berhasil mendaki 39,38 poin atau setara dengan 0,53 persen, mencapai level 7.428,78. Aktivitas perdagangan juga terlihat cukup ramai, dengan total nilai transaksi mencapai Rp 6,39 triliun. Sebanyak 14,66 miliar saham berpindah tangan dalam 921.130 kali frekuensi perdagangan, menunjukkan minat investor yang solid pada paruh pertama hari tersebut.

Namun, sentimen berbeda melanda pasar mata uang. Nilai tukar rupiah, berdasarkan pantauan Bloomberg, terpantau melemah tipis 17 poin atau 0,10 persen, sehingga bergerak di level Rp 16.902. Kondisi ini sedikit menahan laju positif dari bursa saham domestik.

Pada sesi ini, beberapa emiten berhasil mencatatkan kinerja cemerlang dan memimpin daftar Saham Top Gainers. Kenaikan signifikan ini menarik perhatian investor yang mencari peluang pertumbuhan.

  • CSMI (Cipta Selera Murni) melonjak 24 poin (30,00%) menuju harga 104.
  • ALKA (Alakasa Industrindo) menanjak 215 poin (24,57%) ke 1.090.
  • LAJU (Jasa Berdikari Logistics) menguat 17 poin (22,67%), mencapai 92.
  • SURI (Maja Agung Latexindo) naik 12 poin (20,34%) ke 71.
  • KINO (Kino Indonesia) meroket 200 poin (18,96%), ditutup pada level 1.255.
Advertisements

Di sisi lain, beberapa saham juga harus menghadapi tekanan jual, menyebabkan mereka masuk dalam daftar Saham Top Losers pada penutupan sesi I hari ini.

  • DEFI (Danasupra Erapacific) anjlok 16 poin (14,55%) ke harga 94.
  • INDS (Indospring) tergelincir 90 poin (14,40%) ke 535.
  • NETV (MDTV Media Technologies) turun 15 poin (14,15%) menjadi 91.
  • SMLE (Sinergi Multi Lestarindo) melemah 15 poin (10,56%) ke 127.
  • UDNG (Agro Bahari Nusantara) kehilangan 155 poin (9,84%), ditutup di 1.420.

Selain pergerakan harga, penting juga untuk melihat saham-saham yang paling banyak ditransaksikan berdasarkan nilai. Ini sering kali mencerminkan fokus utama investor besar pada sesi tersebut, dan berikut adalah Saham Top Value:

  • BUMI (Bumi Resources) dengan nilai transaksi Rp 382,31 miliar.
  • BBCA (Bank Central Asia) mencatat Rp 276,16 miliar.
  • ADRO (Alamtri Resources Indonesia) dengan Rp 269,22 miliar.
  • BBRI (Bank Rakyat Indonesia (Persero)) mencapai Rp 232,95 miliar.
  • AADI (Adaro Andalan Indonesia) mengumpulkan Rp 215,65 miliar.

Tak kalah penting, jumlah lembar saham yang diperdagangkan juga menjadi indikator likuiditas dan minat pasar. Berikut adalah Saham Top Volume atau saham-saham dengan volume perdagangan tertinggi:

  • GOTO (GoTo Gojek Tokopedia) dengan 20,13 juta lembar.
  • BUMI (Bumi Resources) diperdagangkan sebanyak 17,06 juta lembar.
  • BIPI (Astrindo Nusantara Infrastruktur) mencapai 5,99 juta lembar.
  • LAJU (Jasa Berdikari Logistics) mencatat 4,76 juta lembar.
  • BNBR (Bakrie & Brothers) dengan 4,43 juta lembar.

Di tengah optimisme domestik yang tercermin pada IHSG, sentimen negatif justru mendominasi bursa saham Asia. Mayoritas indeks regional terpantau melemah pada perdagangan siang ini, mencerminkan adanya kekhawatiran yang lebih luas di pasar keuangan global.
Berdasarkan data yang dihimpun dari Stockbit dan Yahoo Finance, berikut adalah pergerakan indeks utama di Asia:

  • Indeks Nikkei 225 di Jepang terkoreksi 1,61% ke level 54.152,59.
  • Indeks Hang Seng di Hong Kong anjlok 1,24%, ditutup pada 25.579,95.
  • Indeks SSE Composite di China melemah 0,64% ke 4.106,96.
  • Indeks Straits Times di Singapura turun 0,68%, bergerak di 4.831,01.

Advertisements