IHSG sesi 1 melemah ke 7.268,03, rupiah merosot jadi Rp 17.073 per dolar AS


Sesi pertama perdagangan saham pada Kamis (9/4) ditutup dengan kabar kurang menggembirakan bagi pasar domestik. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau mengakhiri sesi di zona merah, melanjutkan tekanan yang terjadi. Berdasarkan data yang dihimpun dari Stockbit, IHSG tercatat melemah tipis sebesar 11,18 poin atau setara dengan 0,15%, sehingga parkir di level 7.268,03.

Advertisements

Pergerakan IHSG yang cenderung lesu ini diiringi oleh volume transaksi yang cukup signifikan. Sepanjang sesi tersebut, nilai transaksi di pasar saham mencapai angka Rp 8,84 triliun. Total volume perdagangan saham tercatat sebanyak 16,64 miliar lembar saham, dengan frekuensi transaksi sebanyak 1,33 juta kali. Kondisi pasar juga menunjukkan dominasi saham-saham yang melemah, di mana 360 saham tercatat turun, berbanding 275 saham yang menguat, dan 173 saham lainnya stagnan.

Sementara itu, sentimen negatif juga terasa di pasar valuta asing. Nilai tukar rupiah terpantau terus melemah terhadap Dolar AS. Menurut data dari Bloomberg, kurs rupiah terdepresiasi sebesar 61 poin atau 0,36%, mencapai level Rp 17.073 per Dolar AS. Pelemahan ini turut menambah daftar tantangan bagi investor di tengah ketidakpastian pasar.

Berikut adalah daftar saham-saham yang menjadi primadona dan pemberat kinerja pasar pada sesi ini:

Advertisements

Top Gainers

  • CTTH (Citatah) naik 22 poin (30,99%) ke 93

  • HDFA (Radana Bhaskara Finance) naik 25 poin (27,47%) ke 116

  • TRUK (Guna Timur Raya) naik 72 poin (24,66%) ke 364

  • PMUI (Prima Multi Usaha Indonesia) naik 17 poin (18,68%) ke 108

  • ROCK (Rockfields Properti Indonesia) naik 440 poin (17,74%) ke 2.920

Top Losers

  • TEBE (Dana Brata Luhur) turun 215 poin (13,74%) ke 1.350

  • GSMF (Equity Development Investment) turun 14 poin (11,38%) ke 109

  • IFSH (Ifishdeco) turun 270 poin (8,31%) ke 2.980

  • FILM (MD Entertainment) turun 220 poin (7,89%) ke 2.570

  • FWCT (Wijaya Cahaya Timber) turun 7 poin (6,60%) ke 99


Saham-saham dengan nilai transaksi dan volume tertinggi juga menjadi sorotan selama sesi perdagangan ini, mencerminkan aktivitas investor pada saham-saham tersebut:

Top Value

  • BBRI (Bank Rakyat Indonesia (Persero)) senilai Rp606,31 miliar

  • BRPT (Barito Pacific) senilai Rp541,89 miliar

  • BUMI (Bumi Resources) senilai Rp503,50 miliar

  • PTRO (Petrosea) senilai Rp395,44 miliar

  • CUAN (Petrindo Jaya Kreasi) senilai Rp383,18 miliar

Top Volume

  • BUMI (Bumi Resources) sebanyak 20,40 juta lembar

  • BNBR (Bakrie & Brothers) sebanyak 7,92 juta lembar

  • KUAS (Ace Oldfields) sebanyak 7,30 juta lembar

  • ESIP (Sinergi Inti Plastindo) sebanyak 5,11 juta lembar

  • BIPI (Astrindo Nusantara Infrastruktur) sebanyak 4,54 juta lembar

Bursa Asia
Kinerja negatif tidak hanya terbatas di pasar domestik. Bursa regional Asia juga menunjukkan pergerakan yang variatif, namun mayoritas berakhir di zona merah. Data yang dihimpun dari Stockbit dan Yahoo Finance memperlihatkan sentimen bearish yang cukup dominan di kawasan tersebut.

  • Indeks Nikkei 225 di Jepang turun 0,83% ke 55.841,01

  • Indeks Hang Seng di Hong Kong turun 0,35% ke 25.801,87

  • Indeks SSE Composite di China turun 0,74% ke 3.965,70

  • Indeks Straits Times di Singapura turun 0,38% ke 4.977,29

Advertisements