Investor Asing Net Sell Rp 3,10 T Sepekan, Saham BRI hingga BCA Pemberat IHSG

Aktivitas investor asing di pasar modal Indonesia menunjukkan perubahan sentimen yang signifikan sepanjang pekan ini, terhitung mulai 29 September hingga 3 Oktober. Mereka mencatatkan aksi jual bersih atau net sell senilai Rp 3,10 triliun, berbalik arah dari kondisi minggu sebelumnya yang justru membukukan aksi beli bersih atau net buy sebesar Rp 5,09 triliun. Perubahan drastis ini mengindikasikan pergeseran minat penanam modal luar negeri terhadap aset-aset domestik.

Advertisements

Pergeseran sentimen ini tercermin dari total transaksi penjualan saham oleh investor asing yang mencapai Rp 40,46 triliun, sementara total pembelian hanya sebesar Rp 37,36 triliun. Kondisi ini diperparah oleh dominasi saham-saham bank jumbo yang berperan sebagai top laggards, atau saham-saham paling memberatkan pergerakan IHSG sepanjang minggu ini. Meskipun demikian, total volume transaksi perdagangan pekan ini masih berada di angka yang substansial, yakni 248,58 miliar saham.

Berikut adalah daftar lengkap saham-saham yang paling memberatkan IHSG dalam satu minggu terakhir:

  • PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI): menekan 57,28 poin terhadap IHSG, dengan penurunan 8,66% selama sepekan.
  • PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA): menekan 19,81 poin, dengan penurunan 4,69%.
  • PT Bank Central Asia Tbk (BBCA): menekan 9,35 poin, dengan penurunan 1,31%.
  • PT Bank Mandiri Tbk (BMRI): menekan 9,18 poin, dengan penurunan 2,49%.
  • PT DCI Indonesia Tbk (DCII): menekan 6,53 poin, dengan penurunan 1,93%.
  • PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF): menekan 5,10 poin, dengan penurunan 6,54%.
  • PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI): menekan 4,88 poin, dengan penurunan 3,35%.
  • PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM): menekan 4,60 poin, dengan penurunan 1,29%.
  • PT Kalbe Farma Tbk (KLBF): menekan 3,63 poin, dengan penurunan 7,3%.

Namun, di tengah gelombang aksi jual bersih dan tekanan dari saham-saham pemberat, sejumlah saham lain justru tampil perkasa sebagai top leaders atau penopang IHSG. Kinerja positif dari emiten-emiten ini turut membantu menahan laju penurunan indeks.

Advertisements

Berikut daftar saham-saham yang paling berkontribusi positif (top leaders) terhadap IHSG dalam satu minggu terakhir:

  • PT Bumi Minerals Resources Tbk (BRMS): menopang 27,34 poin untuk IHSG, dengan kenaikan 32,87%.
  • PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN): menopang 20,42 poin, dengan kenaikan 5,82%.
  • PT Barito Pacific Tbk (BRPT): menopang 9,66 poin, dengan kenaikan 4,34%.
  • PT Multipolar Technology Tbk (MLPT): menopang 9,10 poin, dengan kenaikan 14,04%.
  • PT MD Entertainment Tbk (FILM): menopang 9,08 poin, dengan kenaikan 26,03%.
  • PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI): menopang 7,29 poin, dengan kenaikan 13,66%.
  • PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK): menopang 7,01 poin, dengan kenaikan 14,07%.
  • PT Bank Permata Tbk (BNLI): menopang 5,86 poin, dengan kenaikan 12,74%.
  • PT Timah Tbk (TINS): menopang 5,59 poin, dengan kenaikan 67,41%.

Kendati menghadapi tekanan dari aksi jual bersih investor asing dan sejumlah saham big cap yang lesu, IHSG berhasil menunjukkan ketahanan. Pada penutupan perdagangan pekan ini, indeks ditutup menguat 0,59% dan bertengger di level 8.118, mengakhiri minggu dengan catatan positif berkat kontribusi saham-saham penopang yang kuat.

Ringkasan

Investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp 3,10 triliun di pasar modal Indonesia pada periode 29 September – 3 Oktober, berbalik dari minggu sebelumnya yang mencatatkan net buy. Aksi jual bersih ini dipicu oleh total penjualan saham asing sebesar Rp 40,46 triliun, lebih besar dari pembelian yang hanya mencapai Rp 37,36 triliun.

Saham-saham perbankan besar seperti BBRI, BBCA, dan BMRI menjadi pemberat utama IHSG, sementara saham seperti BRMS dan BREN menjadi penopang. Meskipun demikian, IHSG berhasil ditutup menguat 0,59% di level 8.118 pada akhir pekan, didukung oleh kinerja positif saham-saham top leaders.

Advertisements