Jelang Nowruz dan Idul Fitri, Khamenei tulis pesan: Musuh sudah dikalahkan

Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menyatakan bahwa musuh-musuh Iran sudah dikalahkan. Pesan ini disampaikan secara tertulis dan dibacakan di televisi Iran pada Jumat (20/3), menjelang Tahun Baru Persia “Nowruz” dan Idul Fitri yang tahun ini jatuh pada tanggal yang sama yaitu 21 Maret 2026.

Advertisements

“Saat ini, berkat persatuan khusus yang terbangun di antara kalian, sesama warga — meski memiliki perbedaan latar belakang agama, pemikiran, budaya, dan politik — musuh telah dikalahkan,” ujarnya, dikutip dari Al Jazeera, Sabtu (21/3). 

Sebagai informasi, Mojtaba Khamenei belum terlihat di hadapan publik sejak dia menjadi pemimpin tertinggi Iran, menggantikan Ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, yang tewas dibunuh dalam operasi militer Amerika Serikat bersama Israel, pada 28 Februari lalu.

Mojtaba Khamenei menyebut Amerika Serikat dan Israel melakukan “kesalahan besar perhitungan” karena mengira warga Iran akan menggulingkan pemerintah setelah satu atau dua hari serangan. 

Advertisements

Menurut dia, perang ini dilancarkan dengan “ilusi” bahwa jika pucuk pimpinan dan sejumlah tokoh militer berpengaruh gugur sebagai martir, hal itu akan menimbulkan ketakutan dan keputusasaan di tengah rakyat, sehingga membuka jalan bagi upaya menguasai Iran dan bahkan memecah-belahnya.

“Sebaliknya, justru retakan muncul di pihak musuh,” kata dia.

Mojtaba Khamenei membantah bahwa Iran dan kelompok sekutunya terlibat dalam serangan terhadap Turki dan Oman yang baru-baru ini terjadi. Dia menyebut insiden tersebut sebagai operasi “false flag” alias manipulasi bendera oleh musuh Iran untuk “menabur perpecahan di antara negara-negara tetangga”, dan memperingatkan bahwa hal serupa bisa terjadi di negara lain.

Minggu lalu, Kementerian Pertahanan Turki menyatakan bahwa sistem pertahanan udara NATO berhasil mencegat rudal balistik yang diluncurkan dari Iran. Sementara itu, dua orang tewas di Oman setelah drone jatuh di Provinsi Sohar.

Dalam pernyataannya, Mojtaba Khamenei juga menyerukan kepada Afghanistan dan Pakistan untuk mengakhiri pertempuran di antara mereka. “Saya menyerukan kepada dua negara bersaudara, Afghanistan dan Pakistan, untuk membangun hubungan yang lebih baik dan saya siap mengambil langkah yang diperlukan,” kata dia. 

Kedua negara tersebut telah sepakat untuk melakukan jeda sementara dalam pertempuran selama perayaan Idul Fitri, setelah berminggu-minggu terlibat “perang terbuka” yang mematikan, yang memakan korban meninggal dan luka-luka, termasuk dari masyarakat sipil.

Sebelumnya, pemerintah Pakistan menuduh kelompok seperti Tehrik-i-Taliban Pakistan (TTP) menggunakan wilayah Afghanistan sebagai basis serangan ke dalam Pakistan, sementara otoritas di Afganistan menolak tudingan tersebut dan mengecam serangan balasan militer Pakistan yang dinilai melanggar kedaulatan. Ketegangan ini diperparah oleh sengketa lama soal garis perbatasan Durand Line, yang belum sepenuhnya diakui Afghanistan.

Advertisements