KAI beri sanksi karyawan yang salahgunakan data pribadi penumpang

Manajemen KAI Services telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka dan memastikan akan memberikan sanksi tegas kepada karyawan yang diduga kuat telah menyalahgunakan data pribadi penumpang. Langkah ini diambil menyusul viralnya sebuah unggahan di platform X, di mana seorang perempuan mengeluhkan data pribadinya dibocorkan oleh oknum yang ternyata bekerja di anak usaha KAI, yaitu PT Reska Multi Usaha (KAI Services).

Advertisements

Insiden bermula ketika perempuan tersebut diajak berbicara oleh seorang penumpang laki-laki di sebelahnya. Yang mengejutkan, laki-laki tersebut mengetahui semua data pribadi perempuan itu padahal mereka belum pernah saling mengenal. Keadaan semakin mencemaskan ketika laki-laki tersebut kemudian menghubungi korban melalui pesan singkat, tanpa sebelumnya bertukar nomor telepon. Belakangan, perempuan itu mengetahui bahwa pria tersebut adalah seorang karyawan KAI Services, memicu dugaan serius terkait penyalahgunaan data pribadi.

Menanggapi kejadian ini, Manager Corporate Communication KAI Services, Nyoman Suardhita, menegaskan komitmen perusahaan dalam menjaga kepercayaan pelanggan. Pihaknya telah mengambil langkah tegas berupa sanksi disipliner. “Sanksi disiplin, manajemen telah memanggil oknum karyawan yang bersangkutan dan sedang melakukan proses pemeriksaan intensif. Sanksi tegas sesuai aturan perusahaan akan diberikan untuk memberikan efek jera,” kata Nyoman, seperti dikutip pada Sabtu (10/1) di Jakarta.

Selain itu, KAI Services juga telah melakukan evaluasi internal dan menyeluruh terhadap sistem akses data operasional mereka. Seluruh personel frontliner juga diberikan edukasi kembali mengenai pentingnya Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP). Nyoman menambahkan bahwa perlindungan terhadap data pribadi pelanggan adalah prioritas utama, dan KAI Services berkomitmen untuk memperketat pengawasan di lapangan agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang. “Kami berterima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan kritik dan masukan demi perbaikan layanan kami,” ujarnya.

Advertisements

Sebagai bentuk tanggung jawab, KAI Services juga telah menempuh langkah damai melalui pertemuan langsung dengan penumpang yang menjadi korban pada Jumat (9/1). Dalam pertemuan tersebut, perusahaan menyampaikan permohonan maaf dan penyesalan mendalam atas insiden yang terjadi. “Dalam pertemuan itu, kami meminta maaf atas kejadian ini yang tidak mencerminkan nilai-nilai perusahaan dan merupakan pelanggaran privasi yang tidak dapat kami toleransi,” tutur Nyoman.

KAI Services juga telah menindaklanjuti poin-poin yang diminta oleh penumpang korban, termasuk membuat pernyataan resmi mengenai adanya pelanggaran penggunaan data pribadi oleh oknum pekerja KAI Services dan melakukan tindakan internal terhadap pelaku. Ke depan, KAI Services berkomitmen penuh untuk terus melakukan langkah-langkah perbaikan dan pencegahan agar para pegawainya tidak lagi melakukan kejadian serupa, serta menjamin perlindungan data penumpang sebagai bagian fundamental dari layanan publik yang aman dan bertanggung jawab.

Advertisements