Kembangkan TOD Dukuh Atas, Pemerintah akan Geser Patung Jenderal Sudirman

Kabar penting datang dari sektor transportasi dan tata kota Jakarta. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengumumkan rencana pemerintah untuk merelokasi Patung Jenderal Besar Sudirman. Patung ikonik tersebut akan dipindahkan mendekati area Bundaran Hotel Indonesia (HI), sebagai bagian esensial dari pengembangan Kawasan Transportasi Terintegrasi (TOD) Dukuh Atas di Jakarta Pusat.

Advertisements

Saat ini, patung megah tersebut berdiri kokoh di ujung Jalan Jenderal Sudirman. Nantinya, lokasinya akan lebih strategis, yaitu di kawasan Jalan MH Thamrin, tepatnya di sekitar Bundaran HI. Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa biaya pemindahan ini akan ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah Provinsi Jakarta. Proyek pengembangan kawasan TOD Dukuh Atas secara keseluruhan ditargetkan rampung pada tahun 2027, menandai babak baru bagi konektivitas ibu kota.

Patung Jenderal Sudirman sendiri bukanlah monumen baru; ia telah berdiri di kawasan Dukuh Atas sejak tahun 2003. Karya monumental ini memiliki tinggi mencapai 12 meter dari permukaan tanah, dibentuk dari perunggu seberat 4 ton. Seniman di balik mahakarya ini adalah Edi Sunaryo, yang berasal dari Bandung, Jawa Barat.

Pemindahan patung ini merupakan bagian integral dari proyek TOD Dukuh Atas yang lebih besar. Menurut Dudy, pendanaan untuk megaproyek ini akan menerapkan skema kerja sama antara pemerintah daerah dan badan usaha. Inti dari pengembangan ini adalah menciptakan sebuah hub yang pada awalnya disebutkan akan menghubungkan lima moda transportasi umum, yaitu busway (Transjakarta), Mass Rapid Transit (MRT), Light Rail Transit (LRT), kereta komuter, dan kereta bandara.

Advertisements

Meskipun estimasi biaya investasi total untuk proyek TOD Dukuh Atas belum diumumkan, Dudy optimis fasilitas ini akan membawa dampak signifikan. Ia memprediksi adanya peningkatan drastis dalam mobilitas masyarakat Jakarta, bahkan meluas hingga ke berbagai wilayah Jabodetabek, termasuk Rangkasbitung, Cikarang, dan Bogor. Desain kawasan ini telah dirancang matang oleh Pemerintah Provinsi Jakarta untuk memastikan kemudahan perpindahan antar moda transportasi bagi para pengguna.

Secara administratif, TOD Dukuh Atas bukan sekadar simpul transportasi, melainkan sebuah kawasan yang membentang luas. Berdasarkan Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 107 Tahun 2020, area ini meliputi 146 hektare, mencakup sebagian wilayah Kecamatan Tanah Abang, Kecamatan Menteng di Kota Administrasi Jakarta Pusat, serta Kecamatan Setiabudi.

Sejak diresmikan pada 30 April 2019, TOD Dukuh Atas telah mengukir sejarah sebagai kawasan TOD pertama di Indonesia. Lebih dari sekadar lima moda, sesuai konsepnya, kawasan ini akan mengintegrasikan tujuh jenis transportasi umum. Ini meliputi bus Transjakarta, Moda Raya Terpadu (MRT), KRL Commuter Line, kereta bandara, bus dalam kota, serta dua jalur Light Rail Transit (LRT) yang akan segera hadir, yaitu LRT Jakarta dan LRT Jabodebek.

Ringkasan

Pemerintah akan memindahkan Patung Jenderal Besar Sudirman ke dekat Bundaran HI sebagai bagian dari pengembangan Kawasan Transportasi Terintegrasi (TOD) Dukuh Atas. Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menyatakan bahwa biaya pemindahan akan ditanggung oleh Pemprov Jakarta dan proyek TOD ditargetkan selesai pada tahun 2027.

TOD Dukuh Atas, yang telah diresmikan sejak 2019, merupakan kawasan TOD pertama di Indonesia seluas 146 hektare. Kawasan ini bertujuan mengintegrasikan tujuh moda transportasi umum, termasuk Transjakarta, MRT, KRL Commuter Line, kereta bandara, bus dalam kota, LRT Jakarta, dan LRT Jabodebek, demi meningkatkan mobilitas masyarakat Jakarta dan Jabodetabek.

Advertisements