
Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) dengan sigap mengumumkan bahwa layanan telekomunikasi di seluruh wilayah Sulawesi Utara kini telah pulih total 100%. Pemulihan impresif ini dicapai dalam waktu kurang dari 24 jam setelah guncangan gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang melanda pada Kamis (2/4) pukul 05.48 WIB. Pusat gempa sendiri teridentifikasi berada 129 kilometer di tenggara Bitung.
Melalui siaran resmi yang diterima di Jakarta pada Jumat, Kemkomdigi merinci bahwa dari total 2.236 titik layanan yang tersebar di area terdampak, sebanyak 223 titik atau sekitar 9,97 persen sempat mengalami gangguan operasional. Namun, berkat respons cepat, seluruh titik yang bermasalah tersebut telah kembali beroperasi secara normal. Konfirmasi pemulihan penuh ini tercatat pada pemantauan terakhir Jumat pagi, tepatnya pukul 05.17 WIB, menunjukkan efektivitas penanganan pascagempa.
Penyebab utama gangguan pada jaringan telekomunikasi tersebut adalah terputusnya pasokan listrik di beberapa lokasi. Menanggapi kondisi darurat ini, para operator telekomunikasi bergerak cepat dengan mengimplementasikan solusi alternatif. Mereka memanfaatkan generator sebagai sumber daya sementara untuk mengalirkan listrik, memastikan operasional jaringan dapat berjalan kembali hingga suplai listrik dari PLN pulih sepenuhnya.
Seluruh operator utama yang beroperasi di wilayah tersebut, meliputi Telkomsel, XLSmart, dan Indosat Ooredoo Hutchison, telah memastikan bahwa tidak ada lagi satu pun site mereka yang terdampak pascagempa. Dengan demikian, Kemkomdigi menegaskan kembali bahwa seluruh infrastruktur digital di Sulawesi Utara tetap andal dan siap mendukung kebutuhan vital masyarakat, baik untuk keselamatan maupun komunikasi sehari-hari, pascabencana.