Gudang milik Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) siap menjadi garda terdepan dalam menyerap hasil panen raya dan memperkuat cadangan beras nasional. Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, mengungkapkan bahwa hingga Februari mendatang, hampir seratus gudang KDMP akan digunakan untuk mendukung operasional Perum Bulog, menegaskan peran vital koperasi dalam menjaga ketahanan pangan.
“Saat ini, sekitar hampir seratus Kopdes sudah tersedia dan gudangnya bisa dipakai,” ujar Ferry kepada Katadata.co.id, saat ditemui usai rapat koordinasi di Jakarta Pusat, Senin (12/1). Ia menambahkan bahwa gudang-gudang Kopdes tersebut sebelumnya telah berfungsi sebagai model percontohan (mock up) dan dinilai sangat siap untuk dimanfaatkan, khususnya dalam menampung penyimpanan beras selama musim panen raya mendatang.
Proses pembangunan Kopdes Merah Putih secara nasional terus berjalan masif. Ferry menyebutkan bahwa sekitar 26 ribu unit Kopdes Merah Putih telah rampung dibangun dan ditargetkan selesai seluruhnya pada Maret atau April. “April lah,” pungkasnya, memberikan estimasi waktu penyelesaian yang lebih pasti.
Namun, kesiapan Kopdes dalam mendukung panen raya tidak terlepas dari tantangan, khususnya terkait ketersediaan lahan di desa. Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDT), Ahmad Riza Patria, menjelaskan bahwa hingga kini, pemerintah telah berhasil menginventarisasi lebih dari 44 ribu bidang tanah yang potensial untuk pembangunan. “Tidak semua desa punya tanah. Maka butuh dukungan dari berbagai kementerian yang memiliki lahan,” kata Riza, ditemui pada kesempatan yang sama, menyoroti pentingnya kolaborasi antar-lembaga.
Riza juga mengungkapkan target ambisius pembangunan Kopdes secara nasional yang mencapai sekitar 80 ribu unit, dengan harapan dapat selesai pada tahun ini. Meski demikian, pemerintah masih akan melakukan evaluasi mendalam terkait kemampuan percepatan penyediaan lahan hingga semester pertama 2026. “Yang ideal kan tanah 1.000 meter persegi. Untuk 80 ribu bisa atau tidak, itu yang perlu dipantau,” tegasnya, menggarisbawahi skala tantangan yang dihadapi.
Sebelumnya, dalam rapat koordinasi, Menteri Dalam Negeri Zulkifli Hasan menyampaikan proyeksi positif mengenai produksi beras. Ia memperkirakan adanya peningkatan produksi beras sebesar 5-10% pada panen raya tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, masa panen raya juga diprediksi akan berlangsung lebih cepat dari tahun-tahun sebelumnya. “Kalau dulu Maret, ini Februari sudah panen raya,” jelas Zulkifli, menandakan kesiapan yang lebih dini diperlukan.
Seiring dengan proyeksi kenaikan produksi beras, pemerintah telah menetapkan target ambisius untuk menjaga stok beras nasional sebesar 4 juta ton yang akan dipertahankan hingga tahun 2029. Target ini tentu membutuhkan dukungan infrastruktur yang memadai. “Ini perlu gudang. Gudang Bulog dulu hampir 1.500, sekarang berkurang karena 400-an alih fungsi. Kita ingin kembalikan,” imbuhnya, menyoroti urgensi penambahan fasilitas penyimpanan.
Untuk mengatasi defisit kapasitas penyimpanan, pemerintah telah menugaskan Bulog untuk membangun 100 gudang baru. Selain itu, gudang milik Kopdes dan Koperasi Kelurahan Merah Putih juga akan dimanfaatkan secara optimal untuk menambah kapasitas penyimpanan beras di seluruh pelosok negeri. Upaya percepatan pembangunan gudang ini dilakukan melalui kerja sama strategis dengan TNI, mengingat pentingnya menyelesaikan proyek sebelum puncak panen raya yang dimulai sejak Februari hingga Maret.
“Kita kejar waktu. Karena kalau bangun 50 ribu sampai 60 ribu (unit) tanpa percepatan, tidak akan selesai,” pungkas Zulkifli, menegaskan komitmen pemerintah dalam memastikan ketersediaan infrastruktur cadangan beras nasional yang kuat dan berkelanjutan.