KRAS dapat suntikan dari Danantara Rp 4,93 T untuk restrukturisasi, ini skemanya

PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) berhasil mengamankan pinjaman signifikan senilai Rp 4,93 triliun dari PT Danantara Asset Management. Suntikan dana ini krusial untuk menopang proses restrukturisasi dan penyehatan keuangan perseroan, sebuah langkah strategis yang telah mendapatkan restu dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Advertisements

Kendati nominalnya lebih rendah dari pengajuan awal KRAS sebesar Rp 8,35 triliun, pinjaman ini diyakini mampu memenuhi kebutuhan mendesak perusahaan. Merujuk pada keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), fasilitas pinjaman ini terbagi dalam dua skema utama. Skema pertama berupa pinjaman modal kerja senilai Rp 4,18 triliun, yang memiliki tenor minimal lima tahun. Sedangkan skema kedua, dengan nilai Rp 752,80 miliar, akan dialokasikan khusus untuk pendanaan program efisiensi melalui skema golden handshake (pengunduran diri sukarela) dan program penyehatan dana pensiun Krakatau Steel melalui mekanisme lump sum window, dengan tenor minimal enam tahun.

Manajemen PT Krakatau Steel Tbk menegaskan bahwa penyertaan pinjaman dari Danantara Asset Management ini akan secara signifikan memperkuat likuiditas perseroan. Dengan demikian, kegiatan operasional diharapkan dapat berjalan lebih optimal, berdampak positif pada penurunan biaya produksi, dan pada gilirannya akan meningkatkan daya saing produk Krakatau Steel di pasar.

Optimalisasi ini tak berhenti pada aspek internal. Melalui pinjaman ini, Krakatau Steel bertekad mengoptimalkan volume produksi dan penjualan, yang secara langsung akan berkontribusi pada penguatan kemandirian industri baja nasional dan mengurangi ketergantungan industri hilir terhadap baja impor. Langkah strategis ini juga selaras dengan upaya pemenuhan ketentuan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk produk turunan baja yang vital dalam berbagai proyek infrastruktur di Indonesia, sekaligus mendukung program prioritas pemerintah dalam percepatan hilirisasi industri.

Advertisements

Penyaluran dana pinjaman ini diarahkan pada dua kebutuhan esensial. Sebesar Rp 4,18 triliun dialokasikan sebagai modal kerja untuk pembelian bahan baku bagi operasional pabrik Hot Strip Mill (HSM), pabrik cold rolled coil (CRC), serta menjamin ketersediaan bahan baku untuk pabrik pipa. Sementara itu, Rp 752,80 miliar akan difokuskan pada program efisiensi, termasuk pelaksanaan golden handshake dan penyehatan Dana Pensiun Krakatau Steel melalui mekanisme lump sum window.

Transaksi ini, menurut manajemen, sangat krusial bagi pemulihan bisnis baja perseroan, khususnya pasca-rampungnya perbaikan Hot Strip Mill. Lebih dari itu, suntikan dana ini akan memastikan keberlanjutan program restrukturisasi utang yang telah efektif dijalankan sejak Oktober 2025.

Harga Saham KRAS Melambung 240% Sejak Awal Tahun

Di tengah upaya penyehatan finansial, harga saham PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) menunjukkan performa yang sangat impresif. Sepanjang tahun berjalan (year to date/ytd), saham KRAS tercatat meroket 240%, mencerminkan respons positif pasar. Bahkan, pada perdagangan sebelumnya, harga saham emiten pelat merah ini ditutup naik 2,38% mencapai level Rp 344.

Manajemen Krakatau Steel menegaskan bahwa lonjakan harga saham KRAS ini murni merupakan respons pasar yang dinamis, bukan karena adanya informasi material yang belum dipublikasikan atau pergerakan pihak tertentu. Perseroan selalu transparan dalam menyampaikan informasi penting melalui keterbukaan publik. Saat ini, Krakatau Steel tetap berfokus pada implementasi program transformasi, meliputi efisiensi operasional, perbaikan struktur biaya energi, serta optimalisasi portofolio anak usaha. Seluruh inisiatif ini dirancang untuk memperkuat fundamental perusahaan dalam jangka menengah dan panjang.

Kinerja Keuangan KRAS hingga Periode September 2025

Keberhasilan Krakatau Steel dalam memperbaiki kondisi keuangannya juga tercermin dalam kinerja keuangan terbarunya. Hingga kuartal ketiga tahun ini (September 2025), perseroan berhasil membukukan laba bersih sebesar US$ 22,17 juta, atau setara dengan Rp 370,19 miliar (menggunakan kurs Rp 16.692 per dolar AS). Pencapaian ini menandai pembalikan signifikan dari kerugian sebesar US$ 185,22 juta yang diderita pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Peningkatan laba ini didorong oleh pertumbuhan pendapatan usaha yang mencapai US$ 706,08 juta, naik 7,39% dari US$ 657,52 juta pada periode serupa tahun sebelumnya. Sumber pendapatan Krakatau Steel beragam, didominasi oleh produk baja lokal senilai US$ 483,55 juta dan produk baja luar negeri sebesar US$ 40,01 juta. Kontribusi signifikan juga datang dari produk nonbaja, meliputi sarana infrastruktur (US$ 161,38 juta), rekayasa dan konstruksi (US$ 7,12 juta), serta jasa lainnya (US$ 14 juta).

Meskipun pendapatan perseroan meningkat, KRAS juga mencatatkan kenaikan pada beban pokok pendapatan, dari US$ 593,23 juta menjadi US$ 652,96 juta.

Faktor kunci yang mendukung KRAS dalam membalikkan kerugian menjadi keuntungan adalah pencatatan laba atas penyelesaian kewajiban dipercepat dengan keringanan atas utang restrukturisasi, yang nilainya mencapai US$ 156,74 juta.

Advertisements