Pemerintah mengucurkan dana sekitar Rp 1,4 triliun untuk memperluas program magang nasional, menargetkan peningkatan jumlah peserta hingga 80.000 orang mulai November ini. Penambahan anggaran ini diharapkan dapat mengakomodasi 100.000 peserta dalam program magang nasional tahap II.
Program ini merupakan kelanjutan dari inisiatif sebelumnya yang melibatkan 20.000 peserta, yang merupakan bagian dari paket stimulus ekonomi 8+4+5 senilai Rp 16,2 triliun yang diluncurkan pada 15 September lalu. Untuk program magang awal ini, pemerintah telah mengalokasikan dana sebesar Rp 198 miliar.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menekankan pentingnya program magang dalam menciptakan peluang kerja bagi generasi muda. Beliau menyoroti kendala yang sering dihadapi oleh pencari kerja muda, yaitu persyaratan pengalaman kerja yang kerap diajukan oleh perusahaan.
“Selama ini, syarat pengalaman kerja menjadi penghalang bagi anak muda yang baru lulus. Jika pemerintah tidak berinovasi, generasi muda akan semakin kesulitan mencari pekerjaan,” ujar Prasetyo Hadi saat berada di Kantor Cabang Pembantu (KCP) Pos Indonesia Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (17/10).
Baca juga:
* Purbaya Ancam Alihkan Penempatan Dana di BTN ke BPD Jika Daya Serap Rendah
* Ada BLTS Kesra, Purbaya Proyeksi Ekonomi RI Tumbuh Hampir 5,7% Akhir Tahun
* 4 Faktor Penyebab IHSG Turun 3%, Sentimen Global hingga Gerak Saham Konglomerasi
Prasetyo menambahkan bahwa program magang nasional ini akan memberikan pengalaman dan keterampilan kerja yang berharga bagi peserta. Pengalaman ini, menurutnya, akan menjadi modal penting saat mereka melamar pekerjaan di masa depan. “Jika kinerjanya memuaskan, bukan tidak mungkin peserta magang akan langsung direkrut oleh perusahaan,” katanya.
Program magang nasional ini ditujukan bagi lulusan diploma atau sarjana yang belum genap satu tahun menyelesaikan pendidikan. Para peserta magang akan menerima uang saku yang setara dengan Upah Minimal Kabupaten/Kota (UMK).
Presiden Prabowo Subianto juga telah menginstruksikan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk mempersiapkan 2.000 talenta muda untuk berkarier di sektor-sektor strategis, baik di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun perusahaan swasta nasional.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa hingga saat ini, 1.666 perusahaan telah berpartisipasi dalam program ini. Mereka menawarkan sekitar 26.181 lowongan magang, dengan jumlah pelamar mencapai 156.159 orang.
“Proses seleksi sedang berlangsung. Nantinya, perwakilan perusahaan, penerima magang, serta rektor dari berbagai universitas, termasuk UI, UNJ, Universitas Pancasila, dan universitas negeri lainnya, akan hadir di sini,” jelas Airlangga.
Lebih lanjut, Airlangga memastikan bahwa para peserta program magang juga akan mendapatkan jaminan kecelakaan kerja. Biaya jaminan ini sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah, sehingga tidak akan mengurangi besaran uang saku yang diterima oleh peserta.
Ringkasan
Pemerintah mengalokasikan dana Rp 1,4 triliun untuk memperluas program magang nasional, menargetkan 100.000 peserta. Program ini merupakan kelanjutan dari inisiatif sebelumnya yang melibatkan 20.000 peserta sebagai bagian dari stimulus ekonomi. Menteri Sekretaris Negara menekankan pentingnya program ini untuk mengatasi kendala pengalaman kerja bagi pencari kerja muda.
Program magang ditujukan bagi lulusan diploma atau sarjana yang belum genap satu tahun menyelesaikan pendidikan dan akan menerima uang saku setara UMK. Hingga kini, 1.666 perusahaan berpartisipasi menawarkan 26.181 lowongan magang dengan 156.159 pelamar. Peserta magang juga akan mendapatkan jaminan kecelakaan kerja yang ditanggung pemerintah.