
Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan Mangkunegaran Run 2026 yang merupakan bagian dari rangkaian peringatan Adeging Mangkunegaran ke-269 pada Mei 2026. Ia menilai ajang ini sebagai tolok ukur keberhasilan sebuah acara dalam mengombinasikan antusiasme peserta dengan dampak ekonomi nyata serta penguatan citra daerah.
Pernyataan tersebut disampaikan Respati menanggapi laporan riset dari Katadata Insight Center (KIC) yang dirilis pada Rabu, 21 Mei 2026. Berdasarkan kajian tersebut, rangkaian perayaan Adeging Mangkunegaran 2026 berhasil mencatatkan dampak ekonomi mencapai Rp87,9 miliar, atau melonjak 119,8% dibandingkan tahun sebelumnya.
Data tersebut diperoleh melalui survei tatap muka pada 1-3 Mei 2026 terhadap 320 responden yang melibatkan pelari, pengunjung, serta para pelaku usaha. Kajian KIC juga menyoroti adanya peningkatan signifikan pada belanja peserta dan kenaikan omzet pelaku bisnis selama acara berlangsung.
Mangkunegaran Run 2026, yang sukses digelar pada Minggu, 3 Mei 2026, tercatat diikuti oleh sekitar 7.750 pelari dari 22 negara. Melalui integrasi antara olahraga, budaya, dan pariwisata, ajang ini semakin mengukuhkan posisi Kota Solo sebagai destinasi unggulan untuk sport tourism berbasis budaya.
Lebih lanjut, Respati menekankan bahwa penyelenggaraan berbagai acara di Surakarta ke depan harus memiliki indikator keberhasilan yang lebih komprehensif. Keberhasilan sebuah event, menurutnya, tidak hanya diukur dari kemeriahan atau jumlah pengunjung, melainkan dari manfaat ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat luas, mulai dari pelaku UMKM, sektor perhotelan, transportasi, kuliner, hingga ekonomi kreatif.
“Event harus mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, sekaligus memperkuat posisi Solo sebagai kota budaya, kota kreatif, dan destinasi wisata unggulan,” tegas Respati.
Ia menambahkan bahwa Mangkunegaran Run menjadi model ideal bagaimana ajang olahraga dapat dikemas sebagai ruang promosi daerah yang efektif. Para peserta tidak hanya berfokus pada kegiatan lari, tetapi juga berkesempatan mengeksplorasi suasana kota, mencicipi kuliner khas, mengenal budaya, serta merasakan keramahan warga Solo.
Untuk agenda mendatang, Respati berharap konsep serupa dirancang untuk memperpanjang durasi kunjungan wisatawan. Dengan masa tinggal yang lebih lama, diharapkan perputaran ekonomi akan lebih merata ke berbagai lini, mulai dari pusat oleh-oleh hingga sektor jasa lainnya.
“Strategi sport tourism dan wellness tourism dapat menjadi daya tarik utama agar wisatawan tidak hanya datang untuk satu agenda, tetapi benar-benar menikmati pengalaman menyeluruh saat berkunjung ke Solo,” pungkasnya.
Ringkasan
Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, mengapresiasi penyelenggaraan Mangkunegaran Run 2026 sebagai penggerak ekonomi daerah yang sukses. Berdasarkan riset Katadata Insight Center, rangkaian perayaan Adeging Mangkunegaran ke-269 ini mencatatkan dampak ekonomi sebesar Rp87,9 miliar, meningkat 119,8% dari tahun sebelumnya. Ajang yang diikuti 7.750 pelari dari 22 negara ini berhasil mengukuhkan posisi Kota Solo sebagai destinasi sport tourism berbasis budaya yang unggul.
Kesuksesan acara ini menjadi tolok ukur bagi pemerintah kota untuk menciptakan kegiatan yang memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat, termasuk sektor UMKM, perhotelan, dan kuliner. Kedepannya, Pemkot Surakarta berkomitmen menerapkan konsep sport dan wellness tourism untuk meningkatkan durasi kunjungan wisatawan. Hal ini diharapkan dapat memperluas perputaran ekonomi dan memperkuat citra Solo sebagai kota kreatif dan wisata utama.