Manuver diplomatik Pakistan jadi mediator utama konflik Iran dengan AS – Israel

Pakistan akan menjadi tuan rumah pertemuan para menteri luar negeri dari Arab Saudi, Turki, dan Mesir untuk membahas isu-isu terkait perang antara Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Hal tersebut diungkapkan oleh beberapa pejabat terkait pada akhir pekan ini.

Advertisements

AFP melansir, Menteri Luar Negeri Pakistan, Ishaq Dar, telah mengundang para menlu itu ke Islamabad, tempat pertemuan dijadwalkan berlangsung pada Minggu (29/3) ini dan Senin (30/3) besok.

“Selama kunjungan tersebut, para menteri luar negeri akan mengadakan diskusi mendalam tentang berbagai isu, termasuk upaya untuk meredakan ketegangan di kawasan (Timur Tengah),” bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri Pakistan, Sabtu (28/3).

Menurut pernyataan tersebut, para menteri yang berkunjung juga dijadwalkan bertemu dengan Perdana Menteri (PM) Pakistan, Shehbaz Sharif.

Advertisements

Baca juga:

  • Baru Bigo Live dan X Batasi Akses Medsos Anak, Platform Lain Terancam Sanksi
  • Eks Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono Meninggal Dunia
  • Iran Beri Lampu Hijau Dua Kapal Pertamina Melintas Selat Hormuz

Kementerian Luar Negeri Mesir mengonfirmasi rencana pertemuan para diplomat Arab dan Turki di Islamabad itu. Dikatakan bahwa Menteri Luar Negeri Mesir, Badr Abdelatty, akan memenuhi undangan Pakistan untuk berdiskusi bersama rekan-rekannya dari Pakistan, Arab Saudi, dan Turki.  

Salah satu sumber yang dikutip AFP mengatakan, pertemuan empat arah itu diperkirakan berlangsung pada Senin besok. Para delegasi dijadwalkan tiba di Islamabad pada Minggu malam ini.

Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan, mengatakan kepada stasiun televisi swasta A Haber bahwa pertemuan tersebut awalnya direncanakan berlangsung di Turki.

“Namun, karena rekan-rekan kami dari Pakistan diharuskan untuk tetap berada di negara mereka, kami memindahkan pertemuan tersebut ke Pakistan,” katanya pada Jumat (27/3) malam.

Pakistan kian menegaskan posisinya sebagai perantara diplomatik antara Iran dan AS seiring berlanjutnya konflik yang sudah berlangsung sebulan ini. Sebagai mediator, Islamabad dapat memanfaatkan hubungan jangka panjang dengan Teheran dan relasi dekatnya dengan negara-negara Teluk.

Sementara Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa kepercayaan menjadi syarat mutlak untuk memfasilitasi pembicaraan dan mediasi mengenai konflik di Timur Tengah. Hal tersebut diungkapkan pemimpin Iran itu kepada PM Sharif, seperti disampaikan Kantor Perdana Menteri Pakistan dalam rilisnya pada Sabtu (28/3) kemarin.

Disebutkan bahwa Pezeshkian memuji upaya diplomatik Pakistan. Dalam percakapan telepon yang berlangsung lebih dari satu jam, kedua pemimpin itu membahas permusuhan yang berlangsung di Timur Tengah serta upaya untuk mengakhiri konflik. 

Menurut laporan Reuters, Sharif juga menyampaikan kepada Pezeshkian mengenai perkembangan kontak diplomatik Pakistan dengan AS dan negara-negara Teluk.

Advertisements