Maxim menunjukkan komitmen kuatnya dengan mulai mendistribusikan Bonus Hari Raya (BHR) kepada 51 ribu mitra pengemudinya yang tersebar di 100 kota di seluruh Indonesia. Langkah ini menjadi wujud penghargaan tulus atas kontribusi dan dedikasi vital para pengemudi dalam menggerakkan layanan transportasi berbasis aplikasi.
Menurut Dirhamsyah, Development Director Maxim Indonesia, penyerahan BHR ini diupayakan rampung dalam kurun waktu dua hari, dengan target maksimal besok, ujarnya saat ditemui di Kantor Maxim Indonesia, Selasa (10/3). Ia menjelaskan bahwa BHR tersebut langsung dikirimkan ke saldo balance pengemudi, memberikan fleksibilitas bagi mereka untuk mencairkan dana tersebut atau menyimpannya.
Penyaluran BHR tahun ini menandai peningkatan yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, di mana Maxim hanya menyalurkan apresiasi serupa kepada sekitar seribu mitra pengemudi. Lonjakan jumlah penerima ini mencerminkan pesatnya perkembangan perusahaan di berbagai wilayah Indonesia.
Baca juga:
- Grab Sudah Salurkan BHR Rp 110 Miliar untuk 400 Ribu Ojol dan Taksi Online
- BHR Ojol Cair: Ada yang Terima Rp 900 Ribu, Banyak Juga yang Belum Dapat
- Kriteria Ojol yang Dapat BHR Total Rp220 Miliar dari Gojek, Grab, Maxim, inDrive
Dalam beberapa waktu terakhir, Maxim telah agresif membuka cabang-cabang baru secara masif, mencapai lebih dari 350 cabang di seluruh Indonesia. “Perkembangan ini juga diikuti dengan peningkatan jumlah pengemudi aktif di berbagai kota,” imbuhnya, menyoroti korelasi antara ekspansi dan pertumbuhan basis mitra.
Penentuan kriteria penerima BHR bagi pengemudi Maxim didasarkan pada tingkat produktivitas dalam aplikasi, kualitas layanan yang diberikan kepada pengguna, serta kepatuhan terhadap peraturan perusahaan. Dirhamsyah menegaskan, “Pendekatan ini dilakukan secara individual dengan mempertimbangkan kinerja dan tingkat aktivitas masing-masing pengemudi, sehingga proses penyaluran dapat berjalan secara objektif dan tepat sasaran.”
Selain program BHR, Maxim juga aktif menjalankan berbagai inisiatif dukungan bagi mitra pengemudi selama bulan Ramadan. Salah satunya adalah program potongan aplikator sebesar 0% khusus bagi mitra pengemudi difabel, sebuah langkah konkret dalam mewujudkan kesempatan kerja yang lebih inklusif. Tak hanya itu, perusahaan transportasi online ini turut menyalurkan bantuan sembako dan hampers Lebaran kepada mitra pengemudi di lebih dari 55 kota di Indonesia sepanjang Ramadan.
Sebelumnya, pemerintah telah menetapkan skema BHR dengan besaran 25% dari rata-rata pendapatan pengemudi selama 12 tahun terakhir. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa rata-rata pengemudi ojol menerima BHR sebesar Rp 150 ribu, sementara pengemudi taksi online meraih Rp 200 ribu. “Ini pengemudi yang aktif,” tegas Airlangga di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (3/3), merujuk pada kriteria penerima.
Besaran Bonus Hari Raya sebesar 25% dari rata-rata pendapatan selama 12 tahun terakhir ini secara resmi termaktub dalam Surat Edaran (SE) Menteri Ketenagakerjaan Nomor M/4/HK.04.00/3/2026 tentang Pemberian Bonus Hari Raya Keagamaan Tahun 2026 Bagi Pengemudi dan Kurir Pada Layanan Angkutan Berbasis Aplikasi. Angka persentase ini merupakan peningkatan dibandingkan tahun lalu yang sebesar 20%. Meskipun demikian, besaran BHR final diserahkan sepenuhnya kepada kebijaksanaan masing-masing aplikator, dengan penyesuaian pada kategori pengemudi dan kondisi keuangan perusahaan. Mengacu pada tahun lalu, perusahaan seperti Gojek, Grab, Maxim, dan inDrive menerapkan kriteria serta nilai Bonus Hari Raya yang bervariasi bagi pengemudi taksi online dan ojol mereka.