
PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) mengawali tahun 2026 dengan performa keuangan yang impresif. Emiten energi ini mencatatkan lonjakan laba bersih yang signifikan sepanjang kuartal I 2026, dengan nilai perolehan yang melesat hampir empat kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (1/5), MEDC membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 67,39 juta. Angka tersebut setara dengan Rp 1,17 triliun, meningkat tajam dari capaian kuartal I 2025 yang hanya sebesar US$ 17,62 juta atau sekitar Rp 305,43 miliar dengan asumsi kurs Rp 17.334,35 per dolar AS.
Manajemen MEDC mengungkapkan bahwa kenaikan laba periode berjalan yang mencapai US$ 72,15 juta, dibandingkan US$ 20,53 juta pada periode sebelumnya, didorong oleh kontribusi kuat dari entitas asosiasi serta pertumbuhan pendapatan dari kontrak dengan pelanggan. Secara keseluruhan, total pendapatan perseroan tercatat sebesar US$ 668,31 juta, naik dari US$ 560,47 juta pada tahun sebelumnya. Dari jumlah tersebut, kontrak dengan pelanggan memberikan sumbangan terbesar senilai US$ 654,35 juta.
Baca juga:
- Tips Jajan di Mangkunegaran Makan-Makan: Manjakan Lidah tapi Tetap Untung
- Program Kredit Rakyat Bunga Maksimal 5%, Analis Peringatkan Risiko Macet
- Danantara Tanggapi Kabar Akuisisi Aplikasi Ojol, Sebut Evaluasi Beragam Peluang
Dari sisi operasional, laba kotor perusahaan tetap terjaga stabil di angka US$ 231,74 juta. Sementara itu, laba sebelum pajak dari operasi yang dilanjutkan mencatatkan pertumbuhan signifikan menjadi US$ 149,73 juta, naik dari US$ 91,84 juta. Salah satu faktor kunci yang memperkuat profitabilitas perseroan adalah perubahan performa pada bagian laba entitas asosiasi dan ventura bersama yang berbalik positif menjadi US$ 44,55 juta, setelah sebelumnya mencatat rugi sebesar US$ 20,01 juta.
Menilik neraca keuangan per 31 Maret 2026, total aset MEDC berada di posisi US$ 8,27 miliar, sedikit melandai dari posisi akhir tahun 2025 sebesar US$ 8,36 miliar. Aset tidak lancar, yang meliputi aset minyak dan gas bumi serta investasi saham, masih mendominasi dengan nilai US$ 6,68 miliar, sementara aset lancar tercatat sebesar US$ 1,59 miliar.
Upaya efisiensi juga terlihat pada pengelolaan liabilitas perseroan yang berhasil ditekan menjadi US$ 5,87 miliar, turun dari US$ 6,00 miliar pada akhir 2025. Sejalan dengan langkah tersebut, total ekuitas MEDC justru mengalami penguatan menjadi US$ 2,41 miliar dari sebelumnya US$ 2,36 miliar, dengan ekuitas yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai US$ 2,20 miliar.
Kondisi arus kas perusahaan pun menunjukkan tren positif. Kas bersih dari aktivitas operasi meningkat menjadi US$ 272,95 juta dibandingkan US$ 210,51 juta pada kuartal pertama tahun lalu. Hal ini menunjukkan kemampuan operasional perusahaan yang tangguh dalam menghasilkan kas.
Di sisi lain, arus kas dari aktivitas investasi tercatat negatif sebesar US$ 105,77 juta, yang dialokasikan untuk belanja aset minyak dan gas serta kegiatan eksplorasi. Adapun arus kas dari aktivitas pendanaan mencatat angka negatif US$ 201,67 juta, yang digunakan untuk kewajiban pembayaran pinjaman, pembelian kembali obligasi, serta beban pendanaan lainnya.
Dengan capaian laba yang melonjak serta arus kas operasional yang solid, MEDC telah membuktikan fondasi keuangan yang kokoh di awal tahun 2026. Meski menghadapi tantangan berupa kebutuhan belanja investasi yang besar dan kewajiban pengelolaan utang yang berkelanjutan, perseroan tetap berada di posisi strategis untuk melanjutkan pertumbuhan kinerjanya.
Ringkasan
PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) mencatatkan kinerja keuangan yang impresif pada kuartal I 2026 dengan lonjakan laba bersih hampir empat kali lipat menjadi US$ 67,39 juta, dibandingkan US$ 17,62 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan signifikan ini didorong oleh peningkatan pendapatan dari kontrak pelanggan yang mencapai US$ 654,35 juta serta perubahan positif pada laba entitas asosiasi dan ventura bersama.
Dari sisi neraca, perusahaan berhasil menekan liabilitas menjadi US$ 5,87 miliar dan memperkuat total ekuitas menjadi US$ 2,41 miliar. Selain itu, arus kas dari aktivitas operasi tercatat solid sebesar US$ 272,95 juta, yang mendukung ketahanan finansial perseroan meski tetap melakukan investasi besar pada sektor eksplorasi minyak dan gas serta pengelolaan utang.