Megawati bakal terima gelar doktor kehormatan dari Arab Saudi

Mantan Presiden Megawati Soekarnoputri dijadwalkan menerima anugerah gelar Doctor Honoris Causa (HC) dari Princess Nourah Bint Abdulrahman University (PNU) di Riyadh, Arab Saudi. Upacara penganugerahan bergengsi ini akan dilangsungkan pada hari Senin (9/2).

Advertisements

Menurut keterangan Ahmad Basarah, Ketua DPP PDI Perjuangan bidang Luar Negeri, dalam kesempatan tersebut Megawati akan menyampaikan orasi ilmiah bertajuk “Pemberdayaan Perempuan dalam Pemerintahan Negara“. Basarah juga menyoroti bahwa PNU adalah universitas khusus perempuan terbesar di dunia, menjadikannya platform yang relevan untuk mengapresiasi kontribusi luar biasa Megawati sebagai presiden perempuan pertama Republik Indonesia.

Gelar Doctor Honoris Causa dari PNU ini akan menambah koleksi prestisius Megawati, menjadikannya gelar HC ke-11 yang ia raih. Sebelumnya, Ketua Umum PDI Perjuangan itu telah dianugerahi sepuluh gelar doktor kehormatan dan tiga gelar profesor kehormatan dari berbagai institusi pendidikan tinggi, baik di dalam maupun luar negeri.

Basarah menegaskan bahwa penganugerahan gelar kehormatan ini merupakan bentuk pengakuan global atas dedikasi dan kontribusi kemanusiaan Megawati di ranah politik dan sosial. Sebagai sosok presiden perempuan pertama Republik Indonesia, peran beliau tidak hanya signifikan dalam kancah politik domestik, namun juga memberikan sumbangsih luar biasa dalam memperkuat hubungan internasional dan memajukan nilai-nilai demokrasi.

Advertisements

Keistimewaan lain dari anugerah ini adalah bahwa Megawati tercatat sebagai tokoh pertama di dunia, di luar warga negara Arab Saudi, yang menerima gelar kehormatan dari PNU. Basarah meyakini, penganugerahan ini akan menjadi sumber inspirasi bagi PNU. Terlebih, Megawati adalah seorang perempuan yang berasal dari negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia dan berhasil memimpin sebagai seorang presiden.

Fenomena ini, lanjut Basarah, berpotensi menjadikan Megawati sebagai role model atau teladan bagi negara-negara Islam lainnya, khususnya dalam upaya mendorong emansipasi perempuan dan memastikan kesetaraan hak serta kedudukan antara perempuan dan laki-laki dalam berbagai aspek kehidupan.

Baca juga:

  • Rektor UI Pastikan Bahlil Belum Lulus Doktor, Harus Revisi Disertasi
  • KOMIK: Obral Gelar Honoris Causa

Advertisements