Netflix Oktober 2025: Rekomendasi Film & Serial Terbaru, Wajib Tonton!

Film dan serial Netflix bulan Oktober 2025 hadir dengan deretan tontonan yang sayang untuk dilewatkan, menawarkan beragam cerita menarik dari berbagai genre, mulai dari horor yang mendebarkan, komedi yang menggelitik, drama yang mengharukan, hingga fiksi ilmiah yang memukau.

Advertisements

Mengawali bulan Oktober, Netflix langsung menyuguhkan serial Korea Selatan berjudul “Genie, Make a Wish”. Setelah itu, sejumlah film horor lokal yang siap membuat bulu kuduk merinding, drama yang menyentuh hati, hingga film yang menjadi wakil Indonesia di ajang Oscar juga siap menghiasi layar kaca para penonton setia.

Rekomendasi Film dan Serial Netflix Oktober 2025

Bulan Oktober 2025 ini, Netflix telah menyiapkan berbagai film dan serial menarik yang siap menemani waktu bersantai Anda. Berikut adalah beberapa rekomendasi film dan serial Netflix yang patut Anda nantikan:

Advertisements

Baca juga:
* Sinopsis The Wrong Paris, Film Rom-Com Terbaru Netflix yang Penuh Twist
* Sinopsis Film Abadi Nan Jaya, Zombie Thriller Tayang 23 Oktober di Netflix
* 10 Film Terbaru Netflix September 2025 Agar Tak Ketinggalan

1. Genie, Make a Wish (3 Oktober)

“Genie, Make a Wish” menghadirkan perpaduan unik antara fantasi romantis dan thriller psikologis, menawarkan kisah yang berbeda dari biasanya. Serial ini berpusat pada Ki Ka-Young (diperankan oleh Bae Suzy), seorang wanita dengan kepribadian dingin yang sejak kecil hidup di bawah didikan keras sang nenek. Didikan yang ketat ini memaksanya untuk menekan sisi gelap dalam dirinya yang cenderung psikopat.

Kehidupan Ka-Young berubah drastis ketika ia secara tidak sengaja menemukan sebuah lampu ajaib. Dari dalam lampu tersebut, muncullah Genie (diperankan oleh Kim Woo-Bin), sesosok roh misterius yang terbangun setelah tertidur selama ribuan tahun. Genie menawarkan tiga permintaan yang dapat mengubah hidup Ka-Young. Namun, kehadirannya justru memicu kekacauan dan membuka babak baru dalam hidupnya yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.

Seiring berjalannya waktu, interaksi antara Genie yang emosional dan Ka-Young yang kaku menumbuhkan romansa yang tak terduga. Akan tetapi, di balik keceriaannya, Genie menyimpan rahasia kelam. Ia sebenarnya adalah iblis yang ingin membuktikan betapa mudahnya manusia berpura-pura. Pertarungan antara ambisi, cinta, dan godaan inilah yang menjadi inti dari kisah “Genie, Make a Wish”.

2. Steve (3 Oktober)

Berlatar di sebuah sekolah reformasi di Inggris pada pertengahan tahun 1990-an, “Steve” menggambarkan kehidupan remaja bermasalah. Cillian Murphy memerankan Steve, kepala sekolah yang keras kepala namun memiliki kepedulian yang besar. Film ini berfokus pada perjuangan Steve dalam mempertahankan sekolahnya dari ancaman penutupan.

Dalam kurun waktu 24 jam yang penuh tekanan, Steve juga harus menghadapi Shy (diperankan oleh Jay Lycurgo), seorang murid yang menyimpan luka emosional mendalam. Di tengah situasi yang kacau, Steve perlahan mulai bergulat dengan kondisi kesehatan mentalnya sendiri yang semakin memburuk. Film ini mengangkat isu konflik batin, perjuangan melawan stigma, serta bagaimana sistem pendidikan dapat memengaruhi kesehatan mental seseorang.

3. The Resurrected (9 Oktober)

“The Resurrected” mengisahkan tentang dua orang ibu yang diliputi rasa benci dan dendam setelah putri mereka menjadi korban penipuan. Dengan bantuan seorang dewi misterius, mereka berhasil membangkitkan kembali otak di balik kejahatan tersebut untuk membalas dendam. Namun, meski telah melampiaskan amarah, rasa sakit hati mereka tak kunjung mereda.

Perjalanan mereka pun berubah menjadi kisah balas dendam yang mencekam sekaligus sarat dengan penebusan dosa. Seiring berjalannya waktu, berbagai rahasia kelam mulai terungkap, dan persatuan keduanya pun diuji, memaksa mereka untuk menghadapi batas tipis antara keadilan, kemarahan, dan moralitas.

4. Gowok: Kamasutra Jawa (9 Oktober)

“Gowok: Kamasutra Jawa” menceritakan tentang seorang perempuan yang berperan sebagai dukun seks bagi para calon pengantin pria sebelum mereka menikah. Tugas utamanya adalah memberikan bimbingan kepada mempelai pria tentang cara membahagiakan istri di ranjang.

Peran gowok ini tidaklah sembarangan, karena ia berpegang pada kitab-kitab kuno peninggalan leluhur, seperti Centhini, Nitimani, dan Wulangreh. Melalui pedoman tersebut, gowok mengajarkan bagaimana seorang pria bisa mencintai sepenuh hati, menghargai, sekaligus memuaskan pasangannya.

Namun, setelah peristiwa tahun 1965, profesi gowok perlahan menghilang karena dianggap sebagai praktik prostitusi terselubung. Kini, keberadaannya hanya tinggal cerita dan legenda dalam budaya Jawa.

5. Turah (9 Oktober)

Dalam film “Turah”, Wisnu menggambarkan realitas sosial di pelosok Indonesia dengan cara yang apik dan menyentuh. Ceritanya berfokus pada kehidupan masyarakat Kampung Tirang, sebuah perkampungan miskin dan terabaikan di tanah timbul pesisir Kota Tegal.

Meskipun terletak jauh dari pusat kota, kampung ini nyaris tidak tersentuh aliran listrik dan warganya sering kesulitan mendapatkan air bersih. Gambaran rumah yang reyot, pakaian kumal, dan lingkungan kumuh menjadi simbol nyata dari ketimpangan yang terjadi. Dari kondisi tersebut, muncullah konflik sosial. Jadag (diperankan oleh Slamet Ambari), seorang pemabuk yang dianggap pemberontak, menentang ketidakadilan karena tanah kelahirannya diklaim oleh juragan kaya bernama Darso (diperankan oleh Yon Daryono).

6. Typhoon Family (11 Oktober)

“Typhoon Family” mengambil latar tahun 1997, saat Korea Selatan dilanda krisis ekonomi. Kang Jin Yeong, ayah dari Kang Tae Pung, mengelola sebuah perusahaan kecil bernama Typhoon Trading Company. Berkat usaha ayahnya, Tae Pung dapat menjalani hidup dengan penuh kebahagiaan. Namun, situasi berubah drastis ketika krisis ekonomi mengguncang perusahaan tersebut dan sang ayah meninggal dunia.

Demi menyelamatkan bisnis keluarga, Kang Tae Pung bertekad untuk mempertahankan Typhoon Trading Company. Dalam perjuangannya, ia bekerja sama dengan O Mi Seon, seorang perempuan yang bercita-cita menjadi wanita karier sukses di perusahaan tersebut.

7. Good News (17 Oktober)

Sinopsis film “Good News” terinspirasi dari kisah nyata pembajakan pesawat penumpang Jepang pada bulan Maret 1970. Film ini membawa penonton menyaksikan sebuah operasi rahasia yang melibatkan tim khusus demi memastikan pesawat yang dibajak dapat mendarat dengan selamat, dengan menggunakan segala cara yang diperlukan. Kisah dimulai tidak lama setelah pesawat lepas landas dari Bandara Haneda, Tokyo, lalu dikuasai oleh anggota bersenjata dari Faksi Tentara Merah.

Para pembajak menuntut agar pesawat diterbangkan ke Pyongyang, namun rencana itu terhambat karena Jepang dan Korea Utara tidak memiliki kesepakatan diplomatik. Dalam situasi genting tersebut, muncul sosok misterius bernama Nothing (diperankan oleh Sul Kyung Gu), seorang pemecah masalah ulung yang dikenal mampu menyelesaikan misi berbahaya tanpa meninggalkan jejak identitas.

Film dan serial Netflix bulan Oktober 2025 menawarkan beragam tontonan menarik dari berbagai genre, mulai dari horor yang mendebarkan, drama yang mengharukan, komedi yang menggelitik, hingga sci-fi yang memukau. Hadirnya serial Korea seperti “Genie, Make a Wish”, deretan film horor lokal, hingga film Indonesia semakin menambah variasi hiburan yang bisa dinikmati oleh para penonton.

Ringkasan

Netflix di bulan Oktober 2025 menghadirkan beragam film dan serial dari berbagai genre, termasuk horor, komedi, drama, dan fiksi ilmiah. Beberapa tontonan yang direkomendasikan antara lain serial Korea “Genie, Make a Wish”, film tentang dunia remaja bermasalah berjudul “Steve”, serta film horor “The Resurrected” yang mengisahkan tentang balas dendam.

Selain itu, ada juga film Indonesia seperti “Gowok: Kamasutra Jawa” yang mengangkat kisah dukun seks, “Turah” yang menggambarkan realitas sosial di pelosok Indonesia, dan “Typhoon Family” yang berlatar krisis ekonomi Korea Selatan. Tak ketinggalan, film “Good News” terinspirasi dari kisah nyata pembajakan pesawat penumpang Jepang pada tahun 1970.

Advertisements