
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara tegas mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) untuk meningkatkan efisiensi dalam pelaksanaan program vital Makan Bergizi Gratis (MBG). Desakan ini muncul di tengah sorotan publik dan kritik terhadap BGN atas dugaan praktik pemborosan anggaran, salah satunya yang paling mencolok adalah pengadaan kaos kaki senilai Rp 6,9 miliar.
Dalam sebuah media briefing yang berlangsung di kantor Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK), Jakarta Selatan, pada Jumat (24/4), Menteri Purbaya menegaskan komitmen pemerintah terhadap program tersebut, namun dengan syarat yang jelas. “Kami mendukung MBG, tapi kami minta ke MBG itu supaya lebih efisien lah. Itu saja kira-kira,” ujar Purbaya, menyoroti pentingnya pengelolaan keuangan yang lebih cermat.
Sebagai bendahara negara, Purbaya mengungkapkan bahwa ia kerap menjalin komunikasi dan berdialog langsung dengan Kepala BGN, Dadan Hindayana, terkait dengan optimalisasi pelaksanaan program MBG. Melalui koordinasi ini, Purbaya memastikan bahwa BGN telah mulai mengambil langkah-langkah konkret dalam mengimplementasikan efisiensi anggaran.
Salah satu langkah efisiensi yang telah diimplementasikan oleh BGN adalah penyesuaian jadwal pembagian Makan Bergizi Gratis. Dari yang semula dilaksanakan selama enam hari dalam seminggu, kini program tersebut akan didistribusikan menjadi lima hari, sebagai upaya awal untuk menekan biaya operasional.
Langkah-langkah penghematan ini tidak berhenti di situ. Purbaya juga menggarisbawahi komitmen BGN untuk terus melakukan pengendalian berbagai aspek lainnya, yang diharapkan akan mampu menekan anggaran jauh di bawah estimasi awal Rp 335 triliun. “Mereka juga akan kendalikan yang lain-lain sehingga anggarannya akan jauh lebih kurang dari yang Rp 335 triliun itu. Jadi, akan ada banyak penghematan untuk MBG,” pungkas Purbaya, mengindikasikan potensi penghematan signifikan yang akan dihasilkan.
Baca juga:
- Purbaya Ungkap Penyebab Dua Dirjen Kemenkeu Dicopot: Konflik Internal
- Purbaya Lantik Robert Marbun Jadi Sekjen Kemenkeu