Grab, GoTo Gojek Tokopedia, dan Maxim tengah bersiap untuk memberikan Bonus Hari Raya (BHR) kepada para mitra pengemudi taksi dan ojek daring mereka. Kendati demikian, antusiasme para driver ojek online (ojol) ini diiringi harapan besar agar nominal BHR tidak lagi sekadar Rp 50 ribu, dan agar cakupan penerimanya bisa lebih luas.
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) telah menetapkan skema BHR 2025 sebesar 20% dari rata-rata pendapatan bersih bulanan. Namun, pengalaman pahit dirasakan beberapa pengemudi ojol yang pada Ramadan dan Idul Fitri tahun lalu hanya menerima BHR sebesar Rp 50 ribu, jauh dari harapan mereka.
“Kalau Rp 500 ribu lumayan bisa untuk membeli kue lebaran,” tutur Estari, mitra pengemudi ojol Gojek, kepada Katadata.co.id pada Senin (2/2). Ia mengeluhkan nominal Rp 50 ribu yang diterimanya pada perayaan tahun lalu. Senada, Alip, mitra pengemudi Gojek lainnya, juga mendapatkan BHR Rp 50 ribu. Ia berharap, “Tahun ini lebih tinggi lagi. Minimal Rp 100 ribu.”
Alip juga menyoroti adanya ketidaksesuaian dalam distribusi bonus. Dirinya, yang sempat pulang kampung dan “off-bid” atau tidak mengambil pesanan selama periode Ramadan tahun lalu, justru mendapatkan BHR Rp 50 ribu. Sementara itu, rekannya yang aktif mengambil pesanan sepanjang bulan puasa 2025 malah tidak menerima bonus.
Pengalaman serupa dialami Aji, mitra pengemudi ojol Gojek, yang sama sekali tidak mendapatkan Bonus Hari Raya pada tahun lalu. “Saya yang ‘narik’ (mengambil order) setiap hari, tidak dapat (BHR) tahun lalu,” ujarnya kepada Katadata.co.id. Ia pun menaruh harapan besar agar tahun ini dapat menerima BHR, dengan besaran nominal yang disamakan secara adil bagi semua mitra.
Tahun lalu, besaran BHR untuk mitra pengemudi ojol Gojek diatur berdasarkan kriteria produktivitas:
| Kriteria | Mitra Juara Utama | Mitra Juara | Mitra Unggulan | Mitra Andalan | Mitra Harapan |
|---|---|---|---|---|---|
| Hari aktif per bulan minimal | 25 hari | 25 hari | 25 hari | 25 hari | – |
| Jam online per bulan minimal | 200 jam | 200 jam | 200 jam | 200 jam | – |
| Tingkat penerimaan bid minimal | 90% | 90% | 90% | 90% | 90% |
| Tingkat penyelesaian trip minimal | 90% | 90% | 90% | 90% | 90% |
| Periode pencapaian | Mar 2024 – Feb 2025 | Sep 2024 – Feb 2025 | Des 2024 – Feb 2025 | Feb 2025 | Feb 2025 |
| Besaran BHR | Rp 900 Ribu | Rp 450 Ribu | Rp 250 Ribu | Rp 100 Ribu | Rp 50 Ribu |
Sementara itu, untuk mitra pengemudi taksi online Gojek, besaran BHR tahun lalu adalah sebagai berikut:
| Kriteria | Mitra Juara Utama | Mitra Juara | Mitra Unggulan Andalan | Mitra Harapan | Mitra Harapan |
|---|---|---|---|---|---|
| Hari aktif per bulan minimal | 20 hari | 20 hari | 20 hari | 20 hari | – |
| Jam online per bulan minimal | 160 jam | 160 jam | 160 jam | 160 jam | – |
| Tingkat penerimaan bid per bulan minimal | 90% | 90% | 90% | 90% | 90% |
| Tingkat penyelesaian trip per bulan minimal | 90% | 90% | 90% | 90% | 90% |
| Periode pencapaian | Mar 2024 – Feb 2025 | Sep 2024 – Feb 2025 | Des 2024 – Feb 2025 | Feb 2025 | Feb 2025 |
| Besaran BHR | Rp 1,6 Juta | Rp 800 Ribu | Rp 500 Ribu | Rp 100 Ribu | Rp 50 Ribu |
Nominal BHR pada setiap kategori di Gojek dihitung berdasarkan tingkat produktivitas dan kontribusi mitra, dengan tetap mempertimbangkan kapasitas finansial GoTo Gojek Tokopedia.
Dari sisi Grab, Ari Surya, mitra pengemudi ojol, juga menyuarakan bahwa BHR Rp 50 ribu dinilai kurang pantas sebagai bonus hari raya. Ia berpendapat, besaran bonus semestinya disesuaikan dengan lamanya seorang mitra bergabung. “Untuk yang aktif di Grab dan sudah bergabung tujuh sampai sembilan tahun, sepantasnya mendapatkan Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta,” ungkap Ari kepada Katadata.co.id.
Sementara itu, Wawan, mitra pengemudi ojol Grab lainnya, mengaku tidak mendapatkan BHR tahun lalu, padahal rekannya yang baru bergabung dua tahun justru menerima Rp 50 ribu. “Teman saya baru bergabung dua tahun, dapat Rp 50 ribu,” ceritanya. Wawan berharap dapat menerima BHR tahun ini dengan nominal lebih dari Rp 50 ribu. Ia juga menekankan pentingnya transparansi mengenai kriteria penerimaan bonus agar para mitra memahami alasan di balik keputusan tersebut.
Besaran BHR Grab tahun lalu diuraikan sebagai berikut:
| Tingkatan dan Kemajuan (per Maret 2025) | Nominal Bonus Hari Raya |
|---|---|
| Jawara* | Rp 255 ribu – Rp 850 ribu |
| Ksatria | Rp 100 ribu |
| Pejuang | Rp 100 ribu |
| Anggota** | Rp 50 ribu |
Perlu dicatat, tanda (*) menunjukkan bahwa nominal disesuaikan berdasarkan konsistensi tingkatan Jawara selama 12 bulan terakhir. Sementara itu, tanda (**) mengindikasikan minimum 45 orderan yang berhasil diselesaikan pada Februari 2025.
Menanggapi berbagai keluhan ini, Ketua Umum Asosiasi Pengemudi Ojek Online Garda Indonesia, Raden Igun Wicaksono, turut menyoroti skema BHR yang dinilai timpang. “Kami mengusulkan nilainya flat dan merata,” tegasnya kepada Katadata.co.id. Lebih jauh lagi, Ketua Serikat Pekerja Angkutan Indonesia (SPAI), Lily Pujiati, mendesak Kementerian Ketenagakerjaan untuk menerbitkan peraturan yang mengikat tentang pemberian Tunjangan Hari Raya (THR), bukan sekadar BHR. Ia juga secara khusus menyinggung keberadaan persyaratan yang rumit untuk bisa memperoleh bonus tersebut, yang seringkali menjadi batu sandungan bagi para mitra pengemudi.