OpenAI ChatGPT disebut akan produksi HP, speaker pintar hingga kacamata pintar

Melangkah lebih jauh dari dunia perangkat lunak dan model bahasa, OpenAI dikabarkan siap merambah pasar perangkat keras dengan meluncurkan berbagai gawai AI, mulai dari speaker pintar hingga kacamata pintar. Yang paling menarik perhatian adalah rumor tentang pengembangan ponsel pintar atau HP AI inovatif, sebuah proyek ambisius yang melibatkan mantan desainer kenamaan iPhone, Jony Ive.

Advertisements

Jika kabar ini benar adanya, manuver strategis OpenAI akan secara signifikan memperluas arena persaingan di sektor teknologi, menempatkannya berhadapan langsung dengan raksasa seperti Google, Meta Platforms (induk Instagram dan Facebook), hingga Apple. Ini menandakan pergeseran fokus dari dominasi perangkat lunak semata menuju integrasi AI yang lebih mendalam dalam kehidupan sehari-hari melalui perangkat fisik.

Menurut sumber dari The Information, lebih dari 200 talenta di OpenAI saat ini tengah berfokus pada proyek perangkat AI ini. Produk pertama yang diperkirakan akan meluncur adalah sebuah speaker pintar, dengan kisaran harga sekitar US$200 hingga US$300, atau setara dengan Rp3,36 juta hingga Rp5,04 juta. Pengiriman produk ini diproyeksikan paling cepat pada Februari 2027.

Mengutip laporan dari Reuters, speaker pintar ini tidak hanya akan berfungsi sebagai asisten suara biasa. Ia dirancang untuk dilengkapi dengan kamera yang canggih, memungkinkannya mengumpulkan informasi kontekstual mengenai pengguna dan lingkungan di sekitarnya. Ini berarti OpenAI berambisi untuk menghadirkan sebuah perangkat yang terintegrasi secara holistik dengan kemampuan visual berbasis AI, menawarkan pengalaman yang jauh lebih imersif dan personal.

Advertisements

Langkah berani OpenAI memasuki ranah perangkat keras AI ini tentu memiliki fondasi yang kuat. Sebelumnya, perusahaan di balik ChatGPT ini telah mengakuisisi startup io Products, yang merupakan milik desainer legendaris Apple, Jony Ive, dengan nilai sekitar US$6,5 miliar atau setara Rp109,31 triliun. Akuisisi monumental ini menggarisbawahi keseriusan OpenAI dalam membangun gawai AI dengan pendekatan desain premium dan fokus kuat pada pengalaman pengguna, strategi yang sebelumnya menjadi ciri khas dan kekuatan utama Apple.

Masuknya OpenAI ke pasar perangkat keras secara langsung memicu persaingan ketat dengan pemain besar lainnya. Meta Platforms, misalnya, telah lebih dulu mencetak sukses dengan kacamata pintar Ray-Ban Meta. Perangkat tersebut memungkinkan pengguna untuk merekam video, mengambil gambar, hingga melakukan streaming langsung melalui kamera mini yang tersemat, menunjukkan potensi besar perangkat AI yang dapat dikenakan.

Tak hanya itu, Apple dan Google juga dilaporkan sedang giat mengembangkan kacamata pintar mereka sendiri. Hal ini mengindikasikan bahwa medan persaingan di industri teknologi telah bergeser. Fokus utama kini bukan lagi semata-mata pada siapa yang memiliki model AI terbaik, melainkan siapa yang paling mampu mengintegrasikan kecerdasan buatan ke dalam perangkat fisik yang digunakan oleh manusia dalam aktivitas sehari-hari, menciptakan sebuah ekosistem AI yang lebih terpadu.

Lebih lanjut, sumber dari The Verge sebelumnya juga menyampaikan bahwa kolaborasi OpenAI dengan mantan desainer iPhone Apple, Jony Ive, juga mencakup pengembangan jenis ponsel pintar alias HP baru yang diklaim akan menjadi sebuah inovasi revolusioner dalam dunia gawai. Ini memperkuat spekulasi bahwa OpenAI tidak hanya ingin bersaing, tetapi juga mendefinisikan ulang masa depan interaksi kita dengan teknologi AI.

Advertisements