Rumor mengenai adanya ledakan hebat di tambang emas Antam di Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, akhirnya terbantahkan. Polres Bogor memastikan insiden yang terjadi hanyalah kemunculan asap, bukan ledakan. Pihak kepolisian saat ini tengah menanti waktu yang tepat untuk menelusuri sumber dan penyebab pasti asap tersebut.
Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto menjelaskan, informasi mengenai kemunculan asap tersebut telah dikonfirmasi oleh pihak Antam. Perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor pertambangan itu melaporkan bahwa asap mulai terlihat pada Selasa dini hari, tepatnya pukul 00.30 WIB (13/1). “Dari Antam sudah memastikan tidak ada ledakan, yang ada asap. Asap muncul Selasa dini hari pukul 00.30,” ujar Wikha, yang pernyataannya dikutip pada Kamis (15/1).
Melalui keterangan resminya kepada awak media pada 14 Januari, Antam secara tegas membantah adanya ledakan serta menepis rumor yang menyebutkan ratusan korban terjebak di area tambang. Nilus Rahmat, General Manager Antam Unit Bisnis Pertambangan Emas Pongkor, memperkuat informasi bahwa yang terdeteksi adalah asap, tepatnya sekitar pukul 00.30 WIB.
Hingga saat ini, penyebab pasti kemunculan asap masih menjadi misteri yang perlu diungkap. AKBP Wikha mengungkapkan, tim kepolisian belum dapat memasuki sumber asap untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut karena kondisi di lokasi belum memungkinkan. Peristiwa ini sempat memicu kekhawatiran publik, sehingga penelusuran akar masalah menjadi prioritas.
Aparat kepolisian dari Polres Bogor telah mengerahkan 43 personel ke sekitar kawasan tambang emas Antam untuk pengamanan dan pemantauan. Namun, akses menuju lokasi utama masih sangat terbatas. Wikha menjelaskan bahwa kadar gas karbon monoksida (CO) di area sumber asap masih berada di atas ambang batas aman, sehingga menimbulkan risiko bagi personel yang bertugas. “Tunggu bisa masuk ke sumber asap dulu. Kadar CO masih di atas ambang batas,” imbuhnya.
Antam merinci bahwa asap pertama kali terdeteksi di salah satu area kerja bawah tanah pada level 700. Dugaan sementara, asap berasal dari terbakarnya kayu penyangga di lokasi tersebut. Saat kejadian, konsentrasi gas karbon monoksida (CO) melonjak drastis hingga mencapai 1.200 ppm, angka yang jauh melampaui ambang batas aman 25 ppm. Kondisi berbahaya ini memaksa pihak perusahaan untuk segera melakukan evakuasi seluruh pekerja dari area yang terdampak. “Sehingga kami langsung melakukan evakuasi seluruh pekerja dari area terdampak,” kata Nilus Rahmat.
ANTAM Tegaskan Kabar Ledakan Tambang di Bogor Itu Hoaks