Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menunaikan salat Idul Fitri 1447 Hijriah di dua lokasi yang berbeda, mencerminkan representasi kehadiran pemimpin di berbagai penjuru negeri. Prabowo Subianto memilih Masjid Darussalam di Aceh Tamiang, Aceh, sebagai tempat ibadahnya, sementara Gibran Rakabuming Raka berbaur dengan jemaah di Masjid Istiqlal, Jakarta.
Pilihan Prabowo Subianto untuk salat Idul Fitri di Aceh Tamiang memiliki makna mendalam, mengingat daerah tersebut merupakan salah satu kabupaten yang paling parah dihantam bencana banjir dan longsor pada periode November-Desember tahun lalu. Kehadiran beliau dimulai dengan keberangkatan dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Jumat (20/3) sore menuju Sumatera Utara untuk merayakan malam takbiran, sebelum melanjutkan penerbangan ke Aceh pada Sabtu (21/3) pagi.
Di Masjid Darussalam, Prabowo Subianto terlihat didampingi oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Beliau tiba sekitar pukul 07.30 WIB, dan salat dimulai sekitar lima belas menit kemudian. Menurut laporan Antara, sekitar 1.300 warga memenuhi bagian dalam dan pelataran masjid untuk menunaikan salat Idul Fitri bersama, menunjukkan antusiasme tinggi masyarakat.
Khotbah Idul Fitri yang penuh makna disampaikan oleh Khatib Kapten Infanteri Zulhaizir, dengan judul yang menyentuh: “Idul Fitri Sebagai Wadah untuk Menyatukan Hati, Menguatkan Negeri dalam Iman dan Takwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam Rangka Pasca-bencana”.
Mengawali khotbahnya, Zulhaizir menyampaikan apresiasi mendalam dari pemerintah Aceh kepada Pemerintah Indonesia. “Kami ingin menyampaikan rasa terima kasih dari pemerintah Aceh kepada Pemerintah Indonesia. Lebih kurang waktu tiga bulan, Aceh ini sudah kembali bersinar. Insyaallah ini semua karena tuntunan Allah kepada para pemimpin kita. Mudah-mudahan kita selalu bersatu,” tuturnya, menyoroti pemulihan daerah pascabencana yang relatif cepat.
Zulhaizir juga secara khusus menyerukan kepada warga Aceh untuk bangkit dan membangun kembali semangat. “Idul Fitri ini merupakan kesempatan kita untuk bangkit kembali dari luka, duka, kesulitan, serta memulai lembaran yang baru dengan hati yang bersih,” tegasnya, memberikan pesan harapan dan kebangkitan.
Berbeda dengan Presiden Prabowo, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menunaikan salat Idul Fitri di Masjid Istiqlal, Jakarta. Di salah satu masjid terbesar di Asia Tenggara itu, Gibran didampingi oleh putra pertamanya, Jan Ethes. Terlihat pula Menteri Agama yang sekaligus menjabat sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar, turut salat berdampingan dengan Gibran dan Jan Ethes.
Suasana khidmat menyelimuti Masjid Istiqlal yang dilaporkan dipadati oleh puluhan ribu umat Islam, menandakan besarnya antusiasme masyarakat dalam merayakan hari kemenangan ini. Salat Idul Fitri di masjid megah ini dimulai sekitar pukul 07.00 WIB, dengan ribuan jemaah memenuhi setiap sudut hingga pelataran.