Presiden Prabowo Subianto kini tengah mempertimbangkan pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) independen untuk mengusut tuntas insiden penyiraman air keras terhadap aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Andrie Yunus. Langkah ini diambil menyusul desakan publik dan komitmennya untuk memastikan keadilan ditegakkan dalam kasus yang menarik perhatian nasional tersebut.
Andrie Yunus sendiri menjadi korban penyerangan oleh dua orang tak dikenal pada Kamis (12/3) lalu. Kedua pelaku dengan brutal menyiramkan air keras, menyebabkan Andrie menderita luka bakar serius sekitar 20% di area wajah dan bagian kanan tubuhnya. Hingga kini, Andrie masih harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) guna memulihkan diri dari dampak serangan tersebut.
Menyikapi insiden ini, Prabowo Subianto menyatakan kesediaannya untuk mempertimbangkan pembentukan TGPF. “Kami bisa pertimbangkan, asal independen,” ujar Prabowo dalam diskusi bersama jurnalis dan pengamat di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (17/3), yang dikutip secara virtual pada Kamis (19/3). Ia juga secara tegas sepakat bahwa tindakan keji ini bukan hanya sekadar kriminalitas, melainkan sebuah serangan demokrasi yang menyasar para pembela HAM. Dalam kesempatan tersebut, Prabowo pun berjanji akan mengusut tuntas dan mengejar dalang kekerasan di balik penyerangan tersebut.
Lebih lanjut, Prabowo menjamin tidak akan ada perlindungan atau impunitas terhadap pelaku penyerangan aktivis HAM. “Tindakan biadab, harus kita kejar, harus kita usut. Yang berseragam tidak akan dilindungi,” tegasnya, menunjukkan komitmen kuat terhadap supremasi hukum. Ia juga menegaskan visinya untuk membangun Indonesia yang beradab dengan aparat penegak hukum yang bersih, serta memastikan bahwa tidak boleh ada warga negara yang terintimidasi atau diteror hanya karena menyuarakan kritik terhadap pemerintah.
Desakan serupa juga datang dari berbagai elemen masyarakat sipil. Sebanyak 300 organisasi dan individu, termasuk nama-nama besar seperti KontraS, Amnesty International Indonesia, Jaringan Gusdurian, serta sejumlah praktisi hukum, mendesak Prabowo untuk segera membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) independen. Tujuan utama mereka adalah untuk mengungkap secara transparan kasus penyerangan brutal terhadap Andrie Yunus dan menyeret semua pihak yang terlibat ke meja hijau.
Koalisi ini secara khusus meminta pihak Kepolisian untuk tidak hanya menangkap pelaku penyiraman di lapangan, tetapi juga mengungkap dan menyeret aktor intelektual yang diyakini berada di balik penyerangan ini. “Negara tidak boleh berpura-pura untuk tidak melihat konteks politik dari serangan ini,” ujar Usman Hamid, salah satu perwakilan dari koalisi, menegaskan urgensi penanganan kasus ini dengan menyeluruh dan berani.