
Menjelang pergantian tahun, Presiden Prabowo Subianto memilih untuk tidak merayakannya di ibu kota, melainkan di tengah-tengah masyarakat Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Kunjungan ini bukan sekadar perayaan, melainkan bagian dari agenda vital Presiden untuk memantau langsung progres pemulihan pascabencana, termasuk pembangunan infrastruktur krusial seperti jembatan bailey. Malam puncak pergantian tahun akan dihabiskan Presiden bersama warga di Posko Pengungsian Batu Hula, Batang Toru, sebuah lokasi yang menjadi saksi bisu ketangguhan masyarakat.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, yang turut mendampingi Presiden di Tapanuli Selatan, mengonfirmasi agenda spesial tersebut pada Rabu (31/12). Menurutnya, Presiden Prabowo dijadwalkan menginap di Tapanuli Selatan dan menghabiskan malam tahun baru dengan berinteraksi langsung dengan warga setempat. Rangkaian kegiatan yang direncanakan begitu hangat dan akrab, meliputi makan malam bersama, bersalaman dengan masyarakat, hingga menonton film layar tancap yang disiapkan di area pengungsian.
Kegiatan kebersamaan ini diperkirakan berlangsung antara pukul 19.00 WIB hingga 21.00 WIB. Meskipun sebagian besar warga terdampak bencana di wilayah Batang Toru telah kembali ke rumah masing-masing, lokasi pengungsian ini tetap beroperasi penuh. Ia kini berfungsi sebagai pusat layanan masyarakat, memastikan ketersediaan dapur umum dan pasokan logistik bagi siapa pun yang membutuhkan. “Di pengungsian itu tetap ada dapur, kemudian logistik di situ jadi kadang kala masyarakat datang dan kembali,” terang Teddy, menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga keberlangsungan bantuan.
Kunjungan Presiden Prabowo ini dimulai dengan kedatangan rombongan menteri di Bandar Udara Raja Sisingamangaraja XII atau Bandara Silangit, Tapanuli Utara, pada Rabu pukul 11.40 WIB. Perjalanan kemudian dilanjutkan menggunakan helikopter Caracal menuju titik pendaratan di area PTPN IV, Tapanuli Selatan. Dari sana, Presiden menyusuri jalur darat untuk mencapai lokasi jembatan, menunjukkan keseriusan dalam meninjau langsung setiap detail proyek pemulihan.
Dalam agenda penting ini, Presiden Prabowo didampingi oleh jajaran pejabat tinggi negara. Mereka termasuk Seskab Teddy Indra Wijaya, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, serta Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Kehadiran para menteri ini menggarisbawahi koordinasi lintas sektor dalam penanganan bencana dan pembangunan.
Turut hadir juga Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, yang memiliki peran khusus sebagai Komandan Satgas Jembatan untuk Penanganan Dampak Bencana di Sumatera, sebuah penugasan langsung dari Presiden. Daftar rombongan juga mencakup Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Angga Raka Prabowo. Kehadiran tim yang solid ini menunjukkan fokus pemerintah pada percepatan pemulihan dan memastikan kesejahteraan masyarakat di wilayah terdampak.