
Presiden Prabowo Subianto akan menandai debutnya di kancah global dengan menyampaikan pidato kunci perdana pada World Economic Forum (WEF) 2026. Partisipasinya yang krusial ini dijadwalkan pada hari ketiga forum, menempatkannya di urutan keempat untuk menyampaikan pandangannya mengenai berbagai isu strategis.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo akan berbagi panggung kehormatan dengan Børge Brende, Presiden dan CEO World Economic Forum, menggarisbawahi pentingnya representasi Indonesia di forum bergengsi ini. Lebih lanjut, ia juga diagendakan untuk menggelar dialog strategis dengan sejumlah CEO dari perusahaan terkemuka mancanegara, membuka peluang kolaborasi dan investasi yang potensial.
Forum ekonomi yang akan berlangsung di Davos, Swiss, ini merupakan ajang global prestisius yang mempertemukan 61 kepala negara dan pemerintahan, serta lebih dari 1.000 peserta. Acara ini menjadi wadah berkumpulnya para ahli, pakar, praktisi, ekonom, akademisi, dan pemimpin dunia untuk berdialog intensif, membahas tantangan ekonomi masa kini dan proyeksi tantangan ekonomi ke depan.
Keikutsertaan Presiden Prabowo di World Economic Forum diyakini menjadi ajang krusial bagi Indonesia. Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya, dalam keterangannya di Jakarta pada Minggu sore (18/1), menyoroti bahwa forum ini adalah platform strategis untuk mempresentasikan arah ekonomi Indonesia di mata dunia, sekaligus mengukuhkan posisi Indonesia di tengah geopolitik global yang dinamis. Melalui pidato kunci dan dialog strategis dengan para CEO dari perusahaan terkemuka mancanegara, Indonesia berkesempatan besar untuk menarik investasi dan memperkuat jaringan internasional.
Sebagai informasi, World Economic Forum adalah sebuah pertemuan tingkat dunia yang rutin digelar tiap tahun sejak 1971 di Davos, Swiss. Forum ini telah lama menjadi barometer diskusi global, menyatukan para pemimpin untuk mencari solusi atas berbagai persoalan mendesak dunia.
Selain Presiden Prabowo, sejumlah pemimpin negara lainnya yang juga akan menyampaikan pidato secara khusus di World Economic Forum tahun ini mencakup Presiden Prancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Kanada Mark Carney, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, Wakil Perdana Menteri China He Lifeng, Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi, Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez, Sekretaris Jenderal PBB António Guterres, Presiden Amerika Serikat Donald J. Trump, Presiden Argentina Javier Milei, dan Kanselir Jerman Friedrich Merz. Kehadiran para pemimpin ini menandakan relevansi forum dalam agenda global.