Profil Meutya Hafid Akan Bahas AI di IDE Katadata Future Forum 2026

Katadata Indonesia akan kembali menggelar Indonesia Data and Economic (IDE) Katadata Future Forum 2026 pada 15 April 2026 di The Ballroom, Djakarta Theater. Bertajuk “Adapting to What Comes Next”, acara ini merupakan forum strategis yang mempertemukan pemangku kepentingan lintas sektor untuk membahas arah kebijakan, ekonomi, dan inovasi berbasis data di Indonesia.

Advertisements

IDE Katadata Future Forum 2026 juga akan menjadi ruang diskusi untuk memahami tantangan dan peluang ke depan serta menyiapkan langkah strategis menuju pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Dalam acara ini Menteri Komunikasi dan Digital RI, Meutya Hafid akan menjadi pembicara mengenai “Governing Indonesia’s AI Future.”

Meutya Hafid merupakan Menteri Komunikasi dan Digital periode 2024-2029 pada Kabinet Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo-Gibran. Namun sebelum menduduki posisi tersebut, ia sudah dikenal luas dalam bidang komunikasi dan media.

Meutya Hafid memiliki latar belakang sebagai jurnalis stasiun televisi swasta. Ia kemudian terjun ke politik melalui Partai Golkar hingga menjadi anggota DPR RI.

Advertisements

Berikut profil Meutya Hafid yang akan menjadi salah satu narasumber IDE Katadata Future Forum 2026 

Profil Meutya Hafid Rakor implementasi PP Tunas (ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/agr)  

Meutya Hafid atau Meutya Viada Hafid lahir di Bandung, Jawa Barat, pada 3 Mei 1978. Meskipun lahir di “Kota Kembang”, menteri Prabowo ini menghabiskan masa kecil hingga remaja di Ibu Kota, Jakarta.

Meutya menempuh pendidikan dasarnya di SD Menteng 02. Kemudian saat belajar tingkat menengah di SMPN 1 Jakarta dan menamatkan pendidikan menengah atas di SMAN 8 Jakarta.

Perjalanan studi Meutya berlanjut ke Manufacturing Engineering The Universuty of New South Wales Sydney pada 1996-2000. Setelahnya Meutya melanjutkan studi Ilmu Politik di Universitas Indonesia.

Perjalanan karier Meutya di bidang jurnalistik berawal sebagai reporter Metro TV. Cerita paling fenomenal adalah ketika ia bersama juru kameranya disandera sekelompok milisi bersenjata di Irak pada 2005.

Keduanya akhirnya selamat setelah dibebaskan setelah menghabiskan tujuh hari berada dalam penyanderaan kelompok ISIS. Pengalaman mencekam tersebut memberi pengaruh terhadap pandangannya mengenai politik.

Meutya Hafid menerbitkan buku berjudul ‘168 Jam dalam Sandera: Memoar Seorang Jurnalis yang Disandera di Irak’ pada 2007. Di tahun yang sama, Meutya terpilih sebagai pemenang Penghargaan Jurnalistik Elizabeth O’Neill dari pemerintah Australia.

Atas prestasinya itu, Meutya Hafid berhak mengikuti program tiga minggu di daerah pedalaman untuk mengembangkan pengertian dan apresiasi lebih baik terhadap isu kontemporer yang dihadapi Australia dan Indonesia.

Karir Politik Meutya Hafid

Dikutip dari laman resmi Partai Golkar, Meutya Hafid pertama kali bergabung dengan Partai Golkar pada 2009 dan maju sebagai calon anggota legislatif (caleg) dari daerah pemilihan Sumatera Utara I. Meutya terpilih menjadi Anggota DPR RI untuk pertama kalinya pada periode 2009-2014.

Kemudian kembali terpilih menjadi anggota DPR RI untuk dua periode berikutnya, yakni 2014-2019 dan 2019-2024. Dia pun duduk di Komisi I yang membidangi pertahanan, luar negeri, komunikasi dan informatika, serta intelijen.

Di partai, Meutya Hafid pernah menjabat sebagai Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri Partai Golkar pada 2016-2019. Kemudian, Ketua Bidang Strategi Opini dan Propaganda di organisasi sayap Partai Golkar, MKGR pada 2015-2020.

Meutya Viada Hafid juga menjabat Ketua Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia dan Kebijakan Publik di Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) pada 2016-2021.

Perempuan yang kini menjabat sebagai Menteri Komunikasi dan Digital Kabinet Merah Putih ini memiliki peran penting dalam mendorong keterwakilan perempuan di parlemen dan memperjuangkan isu-isu gender.

Meutya menjadi salah satu wakil rakyat yang memperjuangkan hak-hak perempuan dan anak, serta mendorong peran lebih besar bagi perempuan di berbagai sektor, termasuk politik.

Berikut perjalanan karir Meutya Hafid dikutip dari laman resmi Golkar:

  • Jurnalis MetroTV: 2001 – 2008
  • Anggota Komisi I DPR: 2010 – 2014 dan 2014 – 2019
  • Wakil Ketua Komisi I DPR: 2016 – 2019
  • Ketua Komisi I DPR: 2019 -2024
  • Anggota DPR: 2024 – 2029 (belum ada penempatan komisi)
  • Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri Golkar: 2016 – 2019
  • Ketua Bidang Hukum, HAM dan Kebijakan Publik Kesatuan Perempuan Partai Golkar: 2016 – 2021
  • Ketua Bidang Strategi Opini dan Propaganda Ormas Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong: 2015 – 2020

Harta Kekayaan Meutya Viada Hafid

Dikutip dari laman elhkpn.kpk.go.id, Meutya memiliki total harta kekayaan mencapai Rp 18,7 miliar berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) tanggal penyampaian 22 Juli 2024 ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk laporan periodik 2023. Terdiri dari enam bidang tanah dan bangunan yang tersebar di Jakarta Timur dan Sleman bersumber dari hasil sendiri dan sebidang tanah di Jakarta Selatan hasil hibah tanpa akta senilai total Rp 20,4 miliar.

Kemudian, dua unit mobil, yakni Toyota Innova tahun 2017 dari hasil sendiri senilai Rp 150 juta dan Hyundai Palisade tahun 2021 dari hasil sendiri senilai Rp 450 juta. Serta, satu unit motor Toyota Yamaha tahun 2017 dari hasil sendiri senilai Rp 25 juta.

Selanjutnya, harta bergerak lainnya senilai Rp 198 juta, serta kas dan setara kas sebesar Rp 6 miliar. Akan tetapi, Meutya tercatat memiliki utang sebesar Rp 8,6 miliar.

Advertisements