Puasa berapa hari lagi? Ini perkiraan sisa hari puasa dan Idul Fitri

Pertanyaan “Puasa berapa hari lagi?” kian santer terdengar seiring berjalannya bulan suci Ramadan. Memasuki minggu kedua puasa, umat Muslim mulai mencari kepastian mengenai berakhirnya ibadah puasa dan kapan Hari Raya Idul Fitri akan tiba. Informasi ini sangat penting untuk merencanakan persiapan menyambut hari kemenangan.

Advertisements

Penentuan 1 Syawal, yang menandai berakhirnya Ramadan dan dimulainya Idul Fitri, umumnya mengacu pada keputusan sidang isbat yang diselenggarakan oleh pemerintah melalui Kementerian Agama RI. Selain itu, organisasi Islam besar di Indonesia seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah juga memiliki metode penentuan kalender Hijriah mereka sendiri yang seringkali menjadi rujukan umat.

Puasa Berapa Hari Lagi?
Puasa Berapa Hari lagi (Freepik.com)

Jika merujuk pada tanggal saat ini, 28 Februari 2026, kita diperkirakan akan menyambut Hari Raya Idul Fitri dalam waktu sekitar tiga minggu ke depan. Perkiraan ini dapat sedikit berbeda tergantung pada metode penentuan awal Ramadan yang digunakan.

Advertisements

Mengacu pada ketetapan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, 1 Ramadan 1447 H telah dimulai pada 18 Februari 2026. Dengan demikian, umat Muslim yang mengikuti Muhammadiyah diperkirakan akan menyambut Idul Fitri sekitar 19 hari lagi dari tanggal 28 Februari 2026.

Di sisi lain, apabila mengikuti penetapan kalender pemerintah, awal Ramadan 1447 H dimulai pada Kamis, 19 Februari 2026. Berdasarkan perhitungan ini, umat Muslim diperkirakan akan memperingati Idul Fitri sekitar 20 hari lagi dari tanggal 28 Februari 2026. Perbedaan dalam penghitungan ini merupakan hal yang lumrah dalam penentuan kalender Hijriah di Indonesia. Namun, yang terpenting adalah umat Muslim dapat tetap memfokuskan perhatian pada makna dan kualitas ibadah puasa yang sedang dijalankan.

Kapan Hari Raya Idul Fitri 1447 H?

Hingga saat artikel ini ditulis, pemerintah belum mengumumkan tanggal pasti Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Kepastian tanggal 1 Syawal biasanya akan disampaikan menjelang akhir Ramadan melalui proses sidang isbat yang transparan dan melibatkan berbagai pihak.

1. Perkiraan Lebaran 1447 H Versi Pemerintah

Perkiraan tanggal Lebaran 2026 dapat dilihat dari Kalender Hijriah Indonesia 2026 yang diterbitkan oleh Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama RI. Dalam kalender tersebut, Hari Raya Idul Fitri 1447 H diperkirakan jatuh pada 21 atau 22 Maret 2026.

Keputusan akhir dari pemerintah akan menunggu hasil sidang isbat yang dijadwalkan pada 29 Ramadan. Sidang ini akan menentukan 1 Syawal berdasarkan dua metode utama: perhitungan hisab (astronomi) dan pemantauan hilal (rukyatul hilal) secara langsung. Apabila hilal terlihat dan memenuhi kriteria yang telah disepakati oleh Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS), maka 1 Syawal akan ditetapkan pada hari berikutnya. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tetap menanti pengumuman resmi dari pemerintah setelah pelaksanaan sidang isbat.

2. Perkiraan Lebaran 1447 H Versi Muhammadiyah

Muhammadiyah telah menetapkan secara pasti bahwa 1 Syawal 1447 H, atau Hari Raya Idul Fitri 2026, akan jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Ketetapan ini tertuang dalam Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 01/MLM/I.1/B/2025. Maklumat tersebut tidak hanya membahas penetapan 1 Syawal, tetapi juga menjelaskan penyesuaian penetapan 1 Ramadan 1447 H yang dimulai pada Rabu, 18 Februari 2026, beserta dasar ilmiahnya.

Terlepas dari adanya potensi perbedaan dalam penentuan tanggal 1 Syawal, esensi terpenting adalah bagaimana umat Muslim memanfaatkan sisa waktu yang ada untuk mempersiapkan diri secara fisik dan mental. Dengan demikian, ibadah puasa dapat dijalani dengan penuh kelancaran, kekhusyukan, dan keberkahan, serta menyambut Hari Raya Idul Fitri dengan sukacita dan kedamaian.

Advertisements