TNI bekerja 24 jam bangun jembatan darurat di Aceh
TNI bekerja tanpa henti membangun jembatan darurat pascabanjir bandang di Aceh, didorong semangat kemanusiaan melihat kesulitan warga menyeberangi sungai.
TNI bekerja tanpa henti membangun jembatan darurat pascabanjir bandang di Aceh, didorong semangat kemanusiaan melihat kesulitan warga menyeberangi sungai.
Prajurit Zeni Tempur TNI merasakan ketenangan, bukan kebanggaan, setelah Jembatan Darurat yang dibangun di Aceh berhasil memulihkan aktivitas warga terdampak bencana.
Daerah di Aceh yang sebelumnya terisolasi akibat banjir bandang kembali terkoneksi lewat pembangunan sejumlah infrastruktur darurat, termasuk jembatan bailey di beberapa titik.
Pembangunan jembatan di berbagai titik akses krusial di Aceh terus dilakukan untuk memulihkan mobilitas warga pascabencana. Simak titik-titik pembangunannya.
PLN mengungkap 6.432 desa atau 98,9% dari total desa terdampak bencana di Aceh telah kembali teraliri listrik.
Kereta Api Indonesia (KAI) kembai batalkan sejumlah perjalanan kereta imbas banjir pekalongan pada Minggu (18/1).
Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan serpihan pesawat ATR 42-500 tujuan Yogyakarta-Makassar yang sebelumnya hilang kontak.
TNI melalui Komando Daerah Militer (Kodam) Iskandar Muda telah menyelesaikan pembangunan dua jembatan darurat (Bailey) di Aceh per Jumat (16/1).
Pembangunan jembatan dilakukan oleh TNI bekerja sama dengan Vertical Rescue Indonesia (VRI). Proses pembangunan dimulai pada akhir November 2025 dan selesai pada awal Januari 2026.
Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport rute Yogyakarta-Makassar hilang kontak di Maros. Tim Basarnas masih melakukan pencarian sementara Kemenhub jelaskan kronologi hilangnya pesawat.