Melihat pesatnya perkembangan dunia digital, platform gim global Roblox secara aktif menggaungkan pentingnya keterlibatan orang tua dalam mendampingi anak-anak mereka menjelajahi ruang digital. Inisiatif ini merupakan wujud nyata komitmen Roblox untuk menciptakan lingkungan online yang tidak hanya aman, tetapi juga sehat, dan inklusif bagi generasi muda yang semakin akrab dengan teknologi.
Tami Bhaumik, Vice President of Civility and Partnerships Roblox, menegaskan bahwa peran orang tua tidak dapat tergantikan dalam membentuk perilaku anak-anak saat berinteraksi di dunia maya. Menurutnya, pendekatan yang paling efektif bukan sekadar pengawasan ketat, melainkan melalui edukasi yang berkelanjutan.
“Tujuan kami adalah memberdayakan orang tua dengan pengetahuan dan beragam alat yang diperlukan agar mereka dapat merasa percaya diri sebagai warga digital,” jelas Tami dalam gelaran IDE Katadata Future Forum 2026, Rabu (15/4). Ia menambahkan bahwa dengan bekal tersebut, orang tua akan lebih mampu membimbing anak-anak mereka, serta mengajarkan cara untuk tetap aman, tidak hanya saat bermain di Roblox tetapi juga di seluruh spektrum dunia online secara umum.
Untuk merealisasikan visi tersebut, Tami memaparkan bahwa Roblox telah merumuskan pendekatan strategis yang berdiri di atas empat pilar utama. Salah satu pilar krusial adalah advokasi orang tua. Melalui program ini, Roblox berkolaborasi erat dengan para pakar pengasuhan digital guna meningkatkan literasi digital keluarga, mencakup pemahaman akan aspek kesehatan mental dan membangun hubungan yang sehat dengan teknologi.
“Saya secara langsung berkolaborasi dengan Dr. Elizabeth Malobado, seorang ahli terkemuka di bidang pengasuhan digital,” ungkap Tami. Menurutnya, kerja sama ini bertujuan fundamental untuk membekali orang tua dengan pengetahuan dan perangkat yang esensial, sehingga mereka dapat menjadi warga digital yang percaya diri, cakap dalam membimbing anak-anak, dan efektif dalam mengajarkan cara menjaga keamanan online.
Lebih jauh, Tami turut menyoroti urgensi dalam membangun kemandirian anak-anak untuk menghadapi berbagai risiko digital. Ia menganalogikan pentingnya kemampuan ini layaknya mengajarkan seorang anak cara menyeberang jalan yang aman.
“Ajarkanlah anak Anda untuk menyeberang jalan: lihat ke dua arah, dengarkan, dan selalu berhati-hati. Kita perlu mengembangkan ‘otot’ kewaspadaan dan kemandirian yang serupa bagi anak-anak dalam menjelajahi dunia digital,” ujarnya, menekankan pentingnya pengembangan kapasitas diri sejak dini.
Di samping upaya edukasi orang tua, Roblox juga gencar memperkuat sistem keamanan komunitasnya dengan menjalin kemitraan strategis bersama berbagai organisasi kesehatan mental global. Langkah proaktif ini diambil untuk memastikan setiap fitur yang dikembangkan tidak hanya berbasis data, tetapi juga secara aktif mendukung kesejahteraan pengguna secara menyeluruh. Selain itu, platform ini juga berkomitmen menyediakan akses mudah ke layanan bantuan bagi pengguna yang membutuhkan dukungan.
“Kami bangga dapat mendukung kesehatan mental anak-anak dan memastikan ketersediaan jalur bantuan kapan pun mereka membutuhkannya, di mana pun mereka berada,” terang Tami, menunjukkan dedikasi Roblox terhadap lingkungan digital yang suportif.
Tidak hanya itu, Roblox juga proaktif dalam mengembangkan filosofi desain pro-sosial. Caranya adalah dengan mengedukasi para pengembang untuk menciptakan pengalaman bermain yang secara inheren mendorong interaksi positif antar pengguna sekaligus meminimalkan potensi munculnya perilaku toksik yang merugikan.