Saham konglomerat Prajogo, Bakrie, Salim hingga Aguan rontok, mana paling minus?

Saham-saham milik konglomerat terkemuka Tanah Air berguguran pada perdagangan hari ini, Rabu (28/1). Gugurnya saham-saham tersebut turut menyumbang anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terpangkas hampir 7% pada pembukaan perdagangan.

Advertisements

Keterpurukan IHSG ini tidak lepas dari pengumuman terbaru Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengenai hasil penilaian dan perubahan metodologi perhitungan porsi saham publik, atau yang dikenal sebagai free float, di pasar saham Indonesia. Berdasarkan pantauan Ajaib Sekuritas pada pukul 09:35 WIB, portofolio Grup Aguan Sedayu, yang dimiliki oleh Sugianto Kusuma, mencatat penurunan paling tajam, mencapai -12,33% atau setara dengan 2.331 poin.

Di posisi kedua, Grup Bakrie merosot signifikan hingga -11,71%. Disusul kemudian oleh Grup Barito, yang merupakan portofolio Prajogo Pangestu, yang rontok 10,06%. Sementara itu, Grup Salim juga mengalami penurunan sebesar 5,04%.

Berikut adalah rincian performa pergerakan sejumlah emiten milik konglomerat pada perdagangan saham intraday Rabu (28/1) pukul 09:35 WIB:

Advertisements

Daftar Kinerja Saham Dekapan Konglomerat RI

Grup Djarum:

No Nama Perusahaan Kode Emiten Turun Harga % Harga Saham
1 PT Bank Central Asia Tbk BBCA -2% 7.350
2 PT Global Digital Niaga Tbk BELI -1,73% 454
3 PT Remala Abadi Tbk DATA -5,42% 4.540
4 PT Medikaloka Hermina Tbk HEAL -1,08% 1.375
5 PT Supra Boga Lestari Tbk RANC 0% 805
6 PT Surya Semesta Internusa Tbk SSIA -3,74% 1.545
7 PT Solusi Tunas Pratama Tbk SUPR 0% 43.850
8 PT Sarana Menara Nusantara Tbk TOWR -4,17% 575

Grup Thohir:

No Nama Perusahaan Kode Emiten Turun Harga % Harga Saham
1 PT Adaro Andalan Indonesia Tbk AADI -1,26% 7.850
2 PT Mahaka Media Tbk ABBA 0% 56
3 PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk ADMR -4,05% 2.130
4 PT Alamtri Resources Indonesia Tbk ADRO -2,62% 2.230
5 PT BFI Finance Indonesia Tbk BFIN -0,68% 725
6 PT ESSA Industries Indonesia Tbk ESSA -4,9% 680
7 PT Mahaka Radio Integra Tbk MARI 0% 37
8 PT Merdeka Battery Materials Tbk MBMA -3,92% 735
9 PT Merdeka Copper Gold Tbk MDKA -1,87% 3.150
10 PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk TRIM -4,17% 690

Grup Hary Tanoe:

No Nama Perusahaan Kode Emiten Turun Harga % Harga Saham
1 PT Bank MNC Internasional Tbk BABP -3,17% 61
2 PT MNC Kapital Indonesia Tbk BCAP -1,72% 57
3 PT MNC Asia Holding Tbk BHIT 0% 41
4 PT Global Mediacom Tbk BMTR -1,99% 148
5 PT MNC Energy Investments Tbk IATA -4,81% 99
6 PT MNC Vision Networks Tbk IPTV 0% 54
7 PT MNC Tourism Indonesia Tbk KPIG -7,32% 228
8 PT Media Nusantara Citra Tbk MNCN -1,5% 262
9 PT MNC Digital Entertainment Tbk MSIN -3,26% 416
10 PT Tripar Multivision Plus Tbk RAAM -6,67% 252

Grup Happy Hapsoro:

No Nama Perusahaan Kode Emiten Turun Harga % Harga Saham
1 PT Bukit Uluwatu Villa Tbk BUVA -15% 1.445
2 PT Sanurhasta Mitra Tbk MINA -11,26% 410
3 PT Rukun Raharja Tbk RAJA -12,96% 4.700
4 PT Raharja Energi Cepu Tbk RATU -10,2% 6.600
5 PT Singaraja Putra Tbk SINI 0% 19.200

Grup Prajogo Pangestu:

No Nama Perusahaan Kode Emiten Turun Harga % Harga Saham
1 PT Barito Renewables Energy Tbk BREN -11,58% 8.400
2 PT Barito Pacific Tbk BRPT -14,81% 2.300
3 PT Chandra Daya Investasi Tbk CDIA -10% 1.260
4 PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk CUAN -10,39% 1.595
5 PT Petrosea Tbk PTRO -14,87% 7.300
7 PT Chandra Asri Pacific Tbk TPIA -4,29% 6.700

Grup Bakrie:

No Nama Perusahaan Kode Emiten Turun Harga % Harga Saham
1 PT Bumi Resources Minerals Tbk BRMS -11,2% 1.150
2 PT Bakrie Telecom Tbk BTEL 0% 50
3 PT Bumi Resources Tbk BUMI -14,53% 294
4 PT Darma Henwa Tbk DEWA -14,18% 575
5 PT Bakrieland Development Tbk ELTY 0% 55
6 PT Energi Mega Persada Tbk ENRG -14,97% 1.420
7 PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk UNSP 0% 350
8 PT Visi Media Asia Tbk VIVA 0% 45
9 PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk VKTR -14,67% 1.105

Grup Aguan:

No Nama Perusahaan Kode Emiten Turun Harga % Harga Saham
1 PT Bangun Kosambi Sukses Tbk CBDK -11,26% 6.500
2 PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk PANI -14,22% 9.650
3 PT Primadaya Plastisindo Tbk PDPP -2,4% 326

Grup Salim:

No Nama Perusahaan Kode Emiten Turun Harga % Harga Saham
1 PT Bumi Resources Tbk BUMI -14,53% 294
2 PT DCI Indonesia Tbk DCII -5,59% 207.500
3 PT Indoritel Makmur Internasional Tbk DNET -0,28% 8.925
4 PT Elang Mahkota Teknologi Tbk EMTK -6,25% 975
5 PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk ICBP -2,13% 8.050
6 PT Indomobil Sukses Internasional Tbk IMAS -2,18% 1.120
7 PT Indofood Sukses Makmur Tbk INDF +0,75% 6.750
8 PT PP London Sumatra Indonesia Tbk LSIP -1,65% 1.195
9 PT Medco Energi Internasional Tbk MEDC -2,94% 1.485
10 PT Salim Ivomas Pratama Tbk SIMP -2,5% 585

Bobot Indonesia di MSCI Berpotensi Turun

Salah satu hasil krusial dari pengumuman MSCI adalah keputusan untuk membekukan sementara sejumlah perubahan indeks yang melibatkan saham-saham Indonesia. Langkah ini diambil menyusul kekhawatiran serius dari para investor global terhadap transparansi data kepemilikan saham serta aspek kelayakan investasi (investability) di pasar modal Indonesia.

Dalam pengumuman resminya, MSCI menyatakan telah merampungkan proses konsultasi terkait penilaian free float saham Indonesia. Mayoritas investor global menyampaikan kekhawatiran mendalam terhadap penggunaan Laporan Komposisi Kepemilikan Bulanan dari PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sebagai dasar identifikasi free float saham-saham di Indonesia.

Meskipun beberapa investor menunjukkan dukungan terhadap penggunaan data KSEI, namun mereka tetap menyoroti masalah fundamental terkait kelayakan investasi yang terus berlanjut. Ini disebabkan oleh kurangnya transparansi dalam struktur kepemilikan saham dan kekhawatiran akan potensi perilaku perdagangan terkoordinasi yang dapat merusak pembentukan harga yang wajar. Kendati demikian, investor juga mengakui adanya beberapa peningkatan kecil pada data saham beredar yang disediakan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI).

“Untuk mengatasi beberapa kekhawatiran ini, diperlukan informasi yang lebih rinci dan andal tentang struktur kepemilikan saham, termasuk kemungkinan pemantauan konsentrasi kepemilikan saham yang tinggi, guna mendukung penilaian yang kuat terhadap saham beredar bebas dan kelayakan investasi di seluruh sekuritas Indonesia,” demikian pernyataan resmi MSCI, dikutip pada Rabu (28/1).

Poin-Poin Kebijakan MSCI

Menyikapi kekhawatiran investor terhadap perubahan metodologi penghitungan free float di Indonesia, MSCI memutuskan untuk menerapkan pembekuan sementara terhadap berbagai perubahan indeks terkait sekuritas Indonesia. Kebijakan ini akan berlaku efektif segera dan mencakup tinjauan indeks berkala hingga periode Februari 2026.

Adapun ketentuan pembekuan sementara tersebut meliputi:

  • MSCI membekukan seluruh peningkatan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan Number of Shares (NOS).
  • MSCI tidak akan menerapkan penambahan saham Indonesia ke dalam indeks MSCI Investable Market Indexes (IMI).
  • MSCI tidak akan menerapkan migrasi naik antar segmen indeks ukuran, termasuk perpindahan dari Small Cap ke Standard Index.

Menurut MSCI, langkah ini diambil untuk memitigasi risiko perputaran indeks dan risiko investasi, sekaligus memberikan waktu yang cukup bagi otoritas pasar terkait untuk meningkatkan transparansi secara substansial.

Advertisements