Sempat tembus 9.002, IHSG sepekan melesat 2,16 persen & kapitalisasi Rp 16.301 T

Pekan perdagangan 5-9 Januari 2027 menjadi periode yang menggembirakan bagi pasar modal Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kinerja impresif, ditutup pada level 8.936,754 atau melonjak 2,16 persen dari posisi 8.748.132 pada pekan sebelumnya. Tak hanya itu, optimisme pasar sempat membawa IHSG menembus level 9.002 pada Kamis (8/1), menunjukkan momentum positif yang kuat di awal tahun.

Advertisements

Kinerja positif IHSG ini sejalan dengan peningkatan beragam indikator pasar lainnya, sebagaimana dilaporkan oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, dalam keterangannya pada Sabtu (10/1), menjelaskan bahwa kapitalisasi pasar BEI turut menguat 1,79 persen, mencapai Rp 16.301 triliun dari Rp 16.014 triliun pada sepekan sebelumnya. Angka ini mengindikasikan bertambahnya nilai keseluruhan saham yang tercatat di bursa.

Lebih lanjut, aktivitas transaksi di BEI juga menunjukkan lonjakan signifikan. Rata-rata frekuensi transaksi harian melonjak 42,74 persen, mencapai 3,98 juta kali transaksi dari 2,79 juta kali pada pekan sebelumnya. Peningkatan drastis juga terlihat pada rata-rata nilai transaksi harian yang naik 44,68 persen, dari Rp 21,74 triliun menjadi Rp 31,45 triliun. Kautsar menambahkan, peningkatan paling menonjol terjadi pada rata-rata volume transaksi harian, yang membukukan kenaikan fantastis sebesar 48,08 persen, dari 41,72 miliar lembar saham menjadi 61,78 miliar lembar saham dalam sepekan terakhir.

Selain kinerja mingguan IHSG, pergerakan investor asing juga menjadi sorotan. Tercatat, investor asing membukukan nilai beli bersih Rp 2,56 triliun pada hari ini (ketika data ini dirilis). Secara akumulatif sepanjang tahun 2026, total nilai beli bersih investor asing telah mencapai Rp 3,1 triliun, sebuah indikasi positif bagi pasar modal domestik.

Advertisements

Menambah semarak pasar, Bursa Efek Indonesia pada Rabu (7/1) juga menyambut pencatatan efek baru. PT Eagle High Plantations Tbk resmi mencatatkan Obligasi Berkelanjutan I Tahap III Tahun 2025 senilai Rp 210 miliar dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2025 senilai Rp 290 miliar. Kedua instrumen ini memperoleh peringkat idA- (Single A Minus) untuk obligasi dan idA-sy (Single A Minus Syariah) untuk sukuk dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO), dengan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk sebagai Wali Amanat. Pada hari yang sama, PT Summarecon Agung Tbk turut mencatatkan Obligasi Berkelanjutan V Tahap I Tahun 2025 senilai Rp 351,96 miliar, yang berhasil meraih peringkat idA+ (Single A Plus) dari PEFINDO dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebagai Wali Amanat.

Dengan penambahan emisi baru ini, sepanjang tahun 2026, total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI telah mencapai 4 emisi dari 3 emiten dengan nilai kumulatif Rp 216,97 triliun. Secara keseluruhan, jumlah obligasi dan sukuk yang terdaftar di BEI kini mencapai 662 emisi, dengan nilai nominal outstanding yang fantastis sebesar Rp 539,79 triliun dan USD 134,01 juta, diterbitkan oleh 136 emiten berbeda.

Melengkapi gambaran pasar, Surat Berharga Negara (SBN) yang tercatat di BEI berjumlah 190 seri dengan nilai nominal Rp 6.484,29 triliun dan USD 352,10 juta. Sementara itu, Efek Beragun Aset (EBA) juga tercatat sebanyak 6 emisi dengan total nilai Rp 3,99 triliun, menegaskan keragaman instrumen investasi yang tersedia di Bursa Efek Indonesia.

Advertisements