Kabar mengenai potensi perombakan atau reshuffle Kabinet Merah Putih dalam waktu dekat ini semakin santer terdengar. Menanggapi spekulasi yang berkembang, Sekretaris Kabinet (Seskab) Letnan Kolonel TNI Teddy Indra Wijaya memilih untuk tidak memberikan detail lebih lanjut. Bertemu di Istana Merdeka Jakarta pada Selasa (7/4), Seskab Teddy dengan singkat meminta publik untuk bersabar menanti keputusan resmi dari Presiden Prabowo Subianto, menyatakan, “Tunggu saja.”
Ketika didesak mengenai linimasa pelaksanaan reshuffle kabinet, termasuk kemungkinan apakah akan terjadi dalam beberapa bulan ke depan, Teddy Indra Wijaya tetap enggan memberikan bocoran. Ia kembali menegaskan bahwa informasi mengenai hal tersebut sepenuhnya berada di tangan kepala negara. “Nanti bapak presiden yang menceritakan,” imbuhnya, mengindikasikan bahwa hanya Presiden Prabowo yang berwenang menyampaikan detail krusial tersebut.
Senada dengan Seskab, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi sebelumnya telah mengungkapkan pandangan mengenai dinamika kabinet. Ia menjelaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto secara konsisten dan rutin melakukan evaluasi mendalam terhadap kinerja para menteri. Penilaian ini mencakup sejauh mana para pembantunya berhasil menjalankan program dan tugas pemerintahan yang telah diamanatkan.
Prasetyo Hadi lebih lanjut menekankan bahwa segala keputusan terkait komposisi dan perubahan dalam Kabinet Merah Putih sepenuhnya merupakan hak prerogatif presiden. Ia menggarisbawahi, jika Presiden Prabowo Subianto merasa ada kebutuhan untuk melakukan pergantian, hal itu mutlak menjadi wewenang beliau. Pasalnya, Presidenlah yang setiap hari memantau dan mengevaluasi langsung seluruh kinerja para pembantu di kabinetnya.
Sebagai konteks, Presiden Prabowo Subianto tercatat terakhir kali melakukan reshuffle dan pelantikan pada 5 Februari lalu. Perombakan itu terjadi menyusul kepindahan Thomas Djiwandono, yang merupakan keponakannya, untuk mengemban tugas baru sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo melantik Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan, menggantikan posisi yang ditinggalkan Thomas. Selain itu, pada momen yang sama, Presiden juga resmi melantik Adies Kadir untuk menjabat sebagai hakim Mahkamah Konstitusi (MK).