Seskab Teddy sebut insentif guru honorer naik pertama kalinya dalam 20 tahun

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya secara resmi mengumumkan kebijakan signifikan dari pemerintahan Presiden Prabowo Subianto terkait peningkatan kesejahteraan para pendidik. Kebijakan tersebut berupa kenaikan insentif guru honorer menjadi Rp 400 ribu. Hal ini menandai sejarah baru, sebab kenaikan ini merupakan yang pertama kalinya dalam kurun waktu 20 tahun terakhir, sebuah langkah yang sangat dinantikan oleh ribuan guru honorer di seluruh Indonesia.

Advertisements

Teddy menjelaskan bahwa insentif bagi guru honorer ini telah berlaku sejak tahun 2005 dan tidak pernah mengalami peningkatan hingga tahun 2025. “Insentif itu bukan gaji, ini adalah tambahan,” tegas Teddy di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada hari Jumat (27/2). Ia menambahkan bahwa walaupun penggajian berada di bawah kewenangan pemerintah daerah, pemerintah pusat tetap berkomitmen memberikan dukungan melalui insentif tambahan ini guna meringankan beban dan membantu meningkatkan kesejahteraan guru honorer.

Selain insentif, pemerintah juga mengambil langkah proaktif dengan menaikkan tunjangan bagi guru non-Aparatur Sipil Negara (ASN). Tunjangan tersebut kini meningkat dari sebelumnya Rp 1,5 juta menjadi Rp 2 juta. Perubahan ini tentu memberikan angin segar bagi para guru yang berstatus non-ASN, menunjukkan komitmen pemerintah dalam memberikan apresiasi yang lebih layak atas dedikasi mereka.

Tidak hanya nominal, aspek mekanisme penyaluran tunjangan juga mengalami perbaikan fundamental yang disebut Teddy paling dirasakan manfaatnya oleh para guru. Sebelumnya, tunjangan disalurkan melalui transfer ke pemerintah daerah dan dibayarkan setiap tiga bulan sekali. Namun, berdasarkan instruksi langsung dari Presiden Prabowo, mekanisme tersebut kini diubah. Penyaluran tunjangan dilakukan secara langsung ke rekening masing-masing guru setiap bulan, memastikan penerimaan yang lebih cepat, rutin, dan transparan.

Advertisements

Menanggapi berbagai spekulasi, Teddy juga secara tegas menyatakan bahwa serangkaian kebijakan peningkatan kesejahteraan guru ini menjadi bukti konkret bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak mengganggu anggaran di sektor lain. “Jadi, tidak ada program pendidikan yang dikurangi atau tidak berjalan. Seluruhnya berjalan, dilanjutkan, bahkan ditambah. Dan lebih detail, lebih fokus kepada siswanya, sekolahnya, dan juga gurunya,” pungkas Teddy, menegaskan bahwa pemerintah tetap memprioritaskan pendidikan dan kesejahteraan para pahlawan tanpa tanda jasa.

Advertisements