
JAKARTA — PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk. (SSMS), emiten yang bergerak di sektor perkebunan kelapa sawit dan pengolahan CPO, resmi mengumumkan pembagian dividen tunai senilai Rp800 miliar kepada para pemegang saham. Keputusan ini merupakan tindak lanjut dari hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) perseroan.
Nilai dividen tersebut setara dengan Rp83,99 per saham, yang mencakup sekitar 68,92% dari total laba bersih yang diatribusikan kepada pemegang saham. Sementara itu, sisa laba bersih sebesar Rp360,69 miliar atau 31,08% akan dialokasikan sebagai laba ditahan untuk memperkuat struktur permodalan sekaligus mendukung rencana ekspansi usaha di masa mendatang.
“Sehubungan dengan hasil RUPST perseroan hari ini, jajaran direksi dengan persetujuan dewan komisaris telah memutuskan untuk melakukan pembagian dividen,” ujar Direktur Utama SSMS, Jap Hartono, dalam Paparan Publik, Kamis (30/4/2026).
Kinerja Keuangan yang Solid
Sepanjang tahun 2025, SSMS mencatatkan performa keuangan yang impresif. Perusahaan berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp14,81 triliun, yang tumbuh 42,91% secara tahunan. Kenaikan signifikan ini didorong oleh kombinasi kenaikan harga jual, peningkatan volume penjualan, serta penguatan nilai tukar dolar AS terhadap rupiah.
Dari sisi profitabilitas, laba tahun berjalan perseroan melonjak hingga 67,43% dibandingkan tahun sebelumnya, yakni mencapai Rp1,39 triliun. Pencapaian ini membuktikan efektivitas perusahaan dalam menyeimbangkan pertumbuhan produksi dengan efisiensi biaya operasional, di tengah fluktuasi harga komoditas global.
Selain pendapatan, total aset SSMS juga menunjukkan pertumbuhan sebesar 14,43% menjadi Rp13,58 triliun. Salah satu penopang utama peningkatan aset ini adalah akuisisi PT Sawit Mandiri Lestari (SML) yang berhasil memperluas basis perkebunan dan kapasitas produksi perseroan secara keseluruhan.
Komitmen Keberlanjutan dan Prospek Industri 2026
Di samping aspek finansial, Jap Hartono menegaskan bahwa SSMS terus memprioritaskan praktik keberlanjutan. Perusahaan berfokus pada peningkatan ketertelusuran rantai pasok serta penerapan standar sertifikasi seperti RSPO dan ISPO guna mempertahankan daya saing di pasar global. Langkah strategis ini menjadi fondasi bagi SSMS dalam menjaga stabilitas kinerja di tengah dinamika industri yang terus berkembang.
Menatap tahun 2026, manajemen SSMS optimis bahwa industri kelapa sawit akan tetap berada dalam jalur pertumbuhan yang positif. Proyeksi ini didasarkan pada meningkatnya permintaan global terhadap minyak nabati seiring dengan pertumbuhan populasi, perkembangan sektor pangan, serta kebutuhan akan energi alternatif yang lebih ramah lingkungan.
Salah satu katalis utama pertumbuhan permintaan di masa depan adalah program B50. Saat ini, kebutuhan CPO dalam negeri atau Domestic Market Obligation (DMO) telah mencapai 45 juta ton. Dengan implementasi program B50, diperkirakan akan ada tambahan permintaan CPO hingga mencapai 20 juta ton.
Ringkasan
PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk. (SSMS) resmi membagikan dividen tunai sebesar Rp800 miliar atau setara Rp83,99 per saham kepada pemegang saham. Keputusan ini diambil setelah perseroan mencatatkan kinerja keuangan yang solid sepanjang tahun 2025, dengan pertumbuhan pendapatan mencapai 42,91% dan laba tahun berjalan sebesar Rp1,39 triliun. Sisa laba bersih perusahaan akan dialokasikan sebagai laba ditahan untuk memperkuat permodalan dan mendukung rencana ekspansi di masa depan.
Manajemen SSMS menyatakan optimisme terhadap prospek bisnis kelapa sawit pada tahun 2026, yang didorong oleh meningkatnya permintaan global akan minyak nabati dan energi terbarukan. Pertumbuhan tersebut diprediksi akan semakin kuat seiring dengan implementasi program B50 yang diperkirakan mampu meningkatkan kebutuhan CPO secara signifikan. Untuk menjaga daya saing di pasar, perusahaan berkomitmen untuk terus menerapkan praktik keberlanjutan serta memperluas kapasitas produksi melalui akuisisi strategis.