Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, tengah menginisiasi proyek ambisius untuk meningkatkan infrastruktur transportasi publik di Jakarta, meliputi revitalisasi stasiun-stasiun eksisting dan pembangunan fasilitas baru. Salah satu fokus utamanya adalah hadirnya Stasiun Commuter Jakarta International Stadium (JIS), yang diharapkan dapat memberikan aksesibilitas lebih baik bagi masyarakat luas.
Target pengoperasian Stasiun JIS ditetapkan pada November 2025, menandai sebuah langkah maju dalam menyediakan transportasi umum yang nyaman bagi seluruh pengunjung Jakarta International Stadium dan area sekitarnya menjelang akhir tahun. Untuk mempercepat realisasi proyek krusial ini, Menteri Dudy Purwagandhi telah melakukan pertemuan dengan Gubernur Jakarta Pramono Anung pada Senin (29/9). Dalam pernyataannya di Jakarta Pusat, Selasa (30/9), Dudy menekankan urgensi penyelesaian pembangunan stasiun dalam kurun waktu satu hingga dua bulan ke depan. “Hal ini penting karena banyak acara akhir tahun di kawasan Pantai Ancol dan sekitarnya,” jelasnya, menyoroti kebutuhan mendesak akan akses transportasi. Selama ini, pengunjung JIS yang datang dari luar Jakarta seringkali menghadapi kendala, di mana mereka harus turun di Stasiun Commuter Ancol dan melanjutkan perjalanan dengan angkot M15, atau memanfaatkan layanan Transjakarta melalui Koridor 14, 14A, 14B, dan 12P. Kehadiran Stasiun JIS diharapkan dapat menyederhanakan rute perjalanan secara signifikan.
Baca juga:
- Layanan KRL Tidak Berhenti di Stasiun Karet Mulai Bulan Depan, Diintegrasikan dengan Stasiun BNI City
Bergeser ke proyek lainnya, Menteri Perhubungan juga mengumumkan bahwa revitalisasi Stasiun Commuter Tanah Abang telah rampung sepenuhnya. Meskipun demikian, Dudy Purwagandhi menyadari bahwa infrastruktur tersebut masih memerlukan penambahan beberapa fasilitas esensial guna mengoptimalkan pengalaman dan meningkatkan jumlah pengguna. Oleh karena itu, ia menyampaikan harapan agar Pemerintah Provinsi Jakarta dapat segera merealisasikan penyediaan fasilitas-fasilitas pendukung tersebut demi kenyamanan publik dan peningkatan layanan.
Selain fokus pada transportasi penumpang, Menteri Dudy Purwagandhi juga membahas rencana pengembangan Stasiun Kereta Barang di kawasan strategis Cipinang. Wilayah Cipinang dikenal memiliki depo perawatan kereta terbesar di Indonesia, lengkap dengan 28 jalur kereta, menjadikannya lokasi ideal untuk pengembangan ini. Pengembangan stasiun ini dinilai sangat potensial untuk mendukung dan melancarkan kegiatan operasional PT Food Station Tjipinang Jaya, operator Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC). Data dari Kementerian Pertanian menunjukkan volume lalu lintas beras di PIBC diperkirakan mencapai 11.000 ton per hari pada Juni 2025. Dengan adanya Stasiun Kereta Barang Cipinang, diharapkan kegiatan logistik dan distribusi beras dapat berjalan lebih efisien melalui kemudahan layanan kereta barang yang akan disediakan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI), secara signifikan membantu sektor bisnis pangan di ibu kota.
Ringkasan
Pemerintah menargetkan Stasiun Commuter Jakarta International Stadium (JIS) beroperasi pada November 2025 untuk meningkatkan aksesibilitas transportasi ke stadion dan area sekitarnya. Menteri Perhubungan telah bertemu dengan Gubernur Jakarta untuk mempercepat penyelesaian proyek dalam satu hingga dua bulan ke depan, mengingat kebutuhan mendesak akan akses transportasi yang lebih baik, terutama menjelang acara akhir tahun.
Selain Stasiun JIS, revitalisasi Stasiun Commuter Tanah Abang telah selesai, namun masih memerlukan penambahan fasilitas pendukung. Pemerintah juga berencana mengembangkan Stasiun Kereta Barang di Cipinang untuk mendukung operasional PT Food Station Tjipinang Jaya dan melancarkan distribusi beras dari Pasar Induk Beras Cipinang, dengan potensi volume lalu lintas beras mencapai 11.000 ton per hari.