
Kualitas udara di Surabaya, Jawa Timur, terpantau menjadi yang terburuk di Indonesia pada Senin (4/5) pagi. Berdasarkan data dari situs pemantau kualitas udara IQAir pukul 07.05 WIB, indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) di wilayah tersebut menyentuh angka lebih dari 150, yang mengklasifikasikan udara Surabaya ke dalam kategori tidak sehat.
Kondisi udara yang tidak sehat ini membawa risiko kesehatan bagi masyarakat umum, terutama bagi kelompok sensitif. Mereka yang termasuk dalam kelompok rentan—seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit jantung dan paru—perlu lebih waspada karena lebih berisiko mengalami gangguan kesehatan akibat paparan polusi.
Dalam keterangannya, IQAir menegaskan bahwa ketika kualitas udara mencapai kategori tidak sehat, masyarakat disarankan untuk mulai mengurangi aktivitas fisik di luar ruangan. Sejalan dengan imbauan tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga secara rutin mengingatkan masyarakat untuk mengenakan masker saat berada di lokasi dengan tingkat polusi udara yang tinggi.
Daftar Wilayah dengan Kualitas Udara Terburuk di Indonesia
Berikut adalah lima kota di Indonesia yang mencatatkan kualitas udara terburuk pada pagi hari ini:
- Surabaya, Jawa Timur: AQI 155 (Tidak Sehat).
- Tangerang, Banten: AQI 152 (Tidak Sehat).
- Bandung, Jawa Barat: AQI 142 (Tidak Sehat bagi Kelompok Sensitif).
- Tangerang Selatan, Banten: AQI 134 (Tidak Sehat bagi Kelompok Sensitif).
- Bekasi, Jawa Barat: AQI 133 (Tidak Sehat bagi Kelompok Sensitif).
Berbanding terbalik dengan kota-kota di atas, Pekanbaru, Riau, justru menjadi wilayah dengan udara paling bersih di Indonesia dengan poin AQI 26. Posisi kedua ditempati oleh Pontianak, Kalimantan Barat (AQI 28), dan disusul oleh Palangka Raya, Kalimantan Tengah (AQI 40). Ketiga kota ini tercatat memiliki kualitas udara dalam kategori baik.
Di skala global, kota-kota besar seperti Nairobi (Kenya), Canberra (Australia), dan Almaty (Kazakhstan) mencatatkan indeks kualitas udara terbaik dengan skor AQI 13. Kota Melbourne di Australia menyusul tipis dengan angka AQI 14. Seluruh kota tersebut saat ini masuk dalam kategori kualitas udara yang sehat.
Kondisi Ekstrem di Baghdad
Di sisi lain, dunia menyoroti kondisi udara ekstrem di Baghdad, Irak. Kota ini mencatatkan kualitas udara terburuk di dunia pagi ini dengan status bahaya. Berikut adalah daftar kota dengan polusi udara tertinggi di dunia:
- Baghdad, Irak: AQI 1.519 (Berbahaya).
- Kinshasa, Republik Demokratik Kongo: AQI 166 (Tidak Sehat).
- Kampala, Uganda: AQI 158 (Tidak Sehat).
- Dhaka, Bangladesh: AQI 132 (Tidak Sehat bagi Kelompok Sensitif).
- Doha, Qatar: AQI 107 (Tidak Sehat bagi Kelompok Sensitif).
Memahami Indeks Kualitas Udara (AQI)
Indeks AQI merupakan ukuran konsentrasi polutan di udara yang dihitung berdasarkan enam parameter utama, yakni PM2.5, PM10, karbon monoksida, sulfur dioksida, nitrogen dioksida, dan ozon permukaan tanah. Skor AQI keseluruhan ditentukan berdasarkan polutan dengan tingkat risiko tertinggi.
Skala AQI sendiri berkisar antara 0 hingga 500 yang dibagi ke dalam enam kategori. Kategori baik berada pada rentang 0-50, kategori sedang 51-100, dan kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif berada di angka 101-150. Sementara itu, kategori tidak sehat dimulai dari angka 151-200, kategori sangat tidak sehat 200-299, dan kategori berbahaya berada di rentang 300-500.
Perlu diingat bahwa udara dalam kategori sangat tidak sehat berpotensi merugikan kesehatan bagi segmen populasi tertentu. Adapun untuk kategori berbahaya, paparan polusi udara dapat menimbulkan risiko kesehatan yang sangat serius bagi seluruh populasi manusia.
Baca juga:
- Daftar Wilayah dengan Polusi Udara Terburuk Pagi Ini, Ada Tangsel dan Bekasi
- Kualitas Udara Bandung, Medan, dan Surabaya Terpantau Tak Sehat Pagi Ini
- Kualitas Udara Tangsel dan Bandung Masuk Kategori Tak Sehat Pagi Ini
Ringkasan
Kualitas udara di Surabaya terpantau menjadi yang terburuk di Indonesia pada Senin pagi dengan indeks kualitas udara (AQI) mencapai angka 155 atau masuk kategori tidak sehat. Kondisi ini menempatkan Surabaya di urutan pertama dari lima kota dengan tingkat polusi tertinggi di Indonesia, diikuti oleh Tangerang, Bandung, Tangerang Selatan, dan Bekasi.
Paparan polusi udara tersebut berisiko menimbulkan gangguan kesehatan bagi masyarakat, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta penderita penyakit jantung dan paru. Masyarakat diimbau untuk mengurangi aktivitas fisik di luar ruangan dan mengenakan masker sebagai upaya perlindungan diri dari paparan polutan yang konsentrasinya melampaui ambang batas sehat.