Dalam sebulan terakhir, ketersediaan susu UHT di berbagai gerai ritel dilaporkan mulai menunjukkan tanda-tanda kelangkaan. Situasi ini memicu kekhawatiran di masyarakat, mengingat pentingnya produk susu bagi pemenuhan gizi harian.
Penyebab utama di balik kondisi kelangkaan susu UHT ini tidak lain adalah peningkatan masif pembelian untuk program pemerintah, yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG). Program yang ambisius ini menjadikan susu sebagai salah satu menu utama yang disalurkan secara besar-besaran, sehingga memicu lonjakan permintaan yang signifikan di pasar.
Menyikapi fenomena ini, pemerintah menyatakan telah jauh hari mengantisipasi potensi gejolak pasokan. Sebagai langkah strategis, pemerintah berencana untuk membangun pabrik susu baru dan memperluas kapasitas produksi melalui pembangunan ratusan peternakan. Inisiatif ini diharapkan mampu meningkatkan pasokan susu secara berkelanjutan dan menjamin ketersediaan di masa mendatang.
Di sisi lain, para pelaku industri ritel justru melihat lonjakan permintaan ini sebagai sebuah peluang. Mereka berpendapat bahwa peningkatan konsumsi yang didorong oleh program MBG dapat menjadi katalisator bagi pertumbuhan industri susu nasional. Hal ini tidak hanya berpotensi mendorong peningkatan kapasitas produksi, tetapi juga membuka lebar peluang penyerapan tenaga kerja baru, memberikan dampak positif bagi perekonomian secara keseluruhan.