Langsung ke isi
  • Hubungi Kami
  • Term Of Service
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang kami
Babaumma
  • About
  • Term Of Service
  • Redaksi
  • Hubungi Kami

Bursa Efek Indonesia

Pramono kembali ingatkan Bank Jakarta untuk lakukan IPO

Gubernur Jakarta Pramono Anung dorong Bank Jakarta IPO di BEI untuk tingkatkan kinerja dan kepercayaan publik, target dana Rp3 triliun pada awal 2027.

Anak usaha Emtek (EMTK) beli 28,31 juta saham Superbank (SUPA)

Anak usaha Emtek, PT Elang Media Visitama, membeli 28,31 juta saham Superbank senilai Rp25,76 miliar.

Komisaris Amman Mineral (AMMN) lepas 67,64 juta saham, ini tujuannya

Komisaris AMMN, Alexander Ramlie, menjual 67,64 juta saham senilai Rp419,39 miliar untuk restrukturisasi kepemilikan terkait perencanaan waris.

Belum masuk daftar di BEI, Bank Jakarta jadi IPO 2026?

Bank Jakarta belum masuk pipeline IPO 2026 di BEI. Meski siap IPO awal 2026, pelaksanaan tergantung kondisi pasar. Target dana IPO Rp3 triliun.

Ini saham big caps incaran investor asing akhir tahun, ada ASII hingga TLKM

Investor asing mengincar saham big caps Indonesia seperti ASII dan TLKM pada akhir 2025, Babaumma buy asing mencapai Rp34,93 triliun dalam enam bulan terakhir.

Saham big caps TLKM hingga INCO jadi rem tahan pelemahan IHSG sepekan

IHSG melemah 0,83% pada 22-24 Desember 2025, namun saham big caps seperti TLKM dan INCO menahan penurunan dengan kontribusi signifikan.

IHSG pekan Natal lengang, kapitalisasi menguap jadi Rp15.603 triliun

IHSG melemah 0,83% ke 8.537,91 pada pekan Natal 2025, dengan kapitalisasi pasar turun 1,17% menjadi Rp15.603 triliun. Transaksi harian juga menurun.

Sektor konsumer dan properti absen dari pipeline IPO akhir tahun 2025

Sektor konsumer dan properti absen dari pipeline IPO akhir 2025, sementara sektor finansial mendominasi. BEI mencatat 26 perusahaan baru dengan total dana Rp18,11 triliun.

Usai SUPA, tinggal 6 perusahaan jumbo berminat IPO

Per 19 Desember 2025, BEI mencatat 9 perusahaan berminat IPO, dengan 6 di antaranya memiliki aset di atas Rp250 miliar. Sektor keuangan mendominasi pipeline.

Indeks Bisnis-27 ditutup loyo, saham DSNG, NCKL, hingga INDF ambruk

Indeks Bisnis-27 melemah 1,27% ke 546,78 pada 11 Desember 2025, dengan saham DSNG, NCKL, dan INDF ambruk. IHSG juga turun 0,92% ke 8.620,48.

Pos-pos terdahulu
Pos-pos terbaru
← Sebelumnya Halaman1 … Halaman5 Halaman6 Halaman7 … Halaman13 Selanjutnya →

Terbaru

  • Harga emas Antam Jumat, 17 April 2026: turun Rp 20.000 jadi Rp 2.868.000 per gram
  • Dividen jumbo emiten Boy Thohir Alamtri (ADRO) Rp 3,39 T, investor dapat berapa?
  • Laju manufaktur BI kian ekspansif di kuartal I 2026
  • Tok! Indo Tambangraya (ITMG) tebar dividen total US$115 juta tahun buku 2025
  • Indodax buka akses saham global lewat token, ada Tesla hingga Apple
  • Di balik B50, risiko hilangnya 1,5 juta hutan alam hingga inflasi harga pangan
  • Alamtri ADRO tebar dividen Rp7,57 triliun! Nyaris 100% dari laba bersih
  • Rupiah diproyeksi melemah, namun tertahan sentimen gencatan senjata Timur Tengah
  • Pengambilalihan saham MI BUMN berjalan, Danantara ambil posisi kunci
  • [Foto] Menengok kawasan Rasuna Said Jakarta usai tiang monorel dibongkar
2026 © Copyright Babaumma.com