Pramono kembali ingatkan Bank Jakarta untuk lakukan IPO
Gubernur Jakarta Pramono Anung dorong Bank Jakarta IPO di BEI untuk tingkatkan kinerja dan kepercayaan publik, target dana Rp3 triliun pada awal 2027.
Gubernur Jakarta Pramono Anung dorong Bank Jakarta IPO di BEI untuk tingkatkan kinerja dan kepercayaan publik, target dana Rp3 triliun pada awal 2027.
Anak usaha Emtek, PT Elang Media Visitama, membeli 28,31 juta saham Superbank senilai Rp25,76 miliar.
Komisaris AMMN, Alexander Ramlie, menjual 67,64 juta saham senilai Rp419,39 miliar untuk restrukturisasi kepemilikan terkait perencanaan waris.
Bank Jakarta belum masuk pipeline IPO 2026 di BEI. Meski siap IPO awal 2026, pelaksanaan tergantung kondisi pasar. Target dana IPO Rp3 triliun.
Investor asing mengincar saham big caps Indonesia seperti ASII dan TLKM pada akhir 2025, Babaumma buy asing mencapai Rp34,93 triliun dalam enam bulan terakhir.
IHSG melemah 0,83% pada 22-24 Desember 2025, namun saham big caps seperti TLKM dan INCO menahan penurunan dengan kontribusi signifikan.
IHSG melemah 0,83% ke 8.537,91 pada pekan Natal 2025, dengan kapitalisasi pasar turun 1,17% menjadi Rp15.603 triliun. Transaksi harian juga menurun.
Sektor konsumer dan properti absen dari pipeline IPO akhir 2025, sementara sektor finansial mendominasi. BEI mencatat 26 perusahaan baru dengan total dana Rp18,11 triliun.
Per 19 Desember 2025, BEI mencatat 9 perusahaan berminat IPO, dengan 6 di antaranya memiliki aset di atas Rp250 miliar. Sektor keuangan mendominasi pipeline.
Indeks Bisnis-27 melemah 1,27% ke 546,78 pada 11 Desember 2025, dengan saham DSNG, NCKL, dan INDF ambruk. IHSG juga turun 0,92% ke 8.620,48.