IHSG di fase uji daya tahan, net buy asing mengalir kencang
IHSG terkoreksi 0,55% ke 8.537 jelang Natal 2025. Likuiditas tipis dan profit taking akhir tahun mempengaruhi, meski Babaumma buy asing signifikan.
IHSG terkoreksi 0,55% ke 8.537 jelang Natal 2025. Likuiditas tipis dan profit taking akhir tahun mempengaruhi, meski Babaumma buy asing signifikan.
Bank Indonesia (BI) diramal tahan suku bunga 4,75% di RDG Desember 2025 meski The Fed menurunkan suku bunga, dengan fokus menjaga stabilitas rupiah.
Pada 2025, investor asing banyak menjual saham bank besar Indonesia seperti BBCA dan BMRI. Namun, pada 2026, diprediksi aliran dana asing akan kembali ke saham-saham ini karena suku bunga global yang lebih rendah dan prospek ekonomi yang membaik.
IHSG mencapai rekor tertinggi baru di September 2025, didorong oleh kebijakan moneter dan stimulus ekonomi. Pasar fokus pada kebijakan fiskal 2026 dan dampak suku bunga.
IHSG anjlok 2,7% akibat sentimen negatif aksi demo, investor menanti stabilitas politik sebagai katalis agar pasar saham dapat rebound.
Dana asing mengalir ke pasar saham Indonesia didorong pertumbuhan ekonomi yang kuat dan penurunan BI rate. IHSG naik 5,42% dalam sebulan terakhir.