Tesla Mobil Terbang? Elon Musk Beri Bocoran Tanggal Rilis!

Elon Musk, CEO visioner Tesla, baru-baru ini mengisyaratkan kemungkinan peluncuran prototipe mobil terbang revolusioner dalam beberapa bulan mendatang, sebuah pengumuman yang sontak menarik perhatian global.

Advertisements

Isyarat mengejutkan ini diungkapkan Musk saat menjadi bintang tamu di podcast populer ‘The Joe Rogan Experience’ pada Jumat (31/10). Dalam perbincangan yang luas, ia menyentuh berbagai topik, termasuk perkembangan Tesla Roadster, namun pernyataan paling menggemparkan datang saat ia membahas mobil terbang Tesla. “Kami hampir mendemonstrasikan prototipenya,” ujar Musk kepada Rogan, menambahkan jaminan, “Satu hal yang bisa saya pastikan adalah demo produk ini akan tak terlupakan.”

Ketika Rogan menanyakan bagaimana demonstrasi mobil terbang ini bisa begitu ‘tak terlupakan’, Musk menjawab dengan senyum misterius, “Entah itu berakhir baik atau buruk, pasti akan selalu dikenang.” Ia juga mengenang Peter Thiel, mantan CEO PayPal dan seorang teman, yang pernah berkeyakinan bahwa masa depan ideal seharusnya sudah dihiasi dengan mobil terbang, namun nyatanya hal itu belum terwujud hingga kini.

Musk sendiri enggan memberikan detail teknis spesifik mengenai teknologi mobil terbang Tesla yang sedang dikembangkan, hanya menegaskan kembali potensi peluncurannya sebagai momen paling berkesan. Orang terkaya di dunia, menurut Forbes dan Bloomberg, ini memang menargetkan demonstrasi tersebut dalam “beberapa bulan ke depan”. Namun, ia tak menampik tantangan besar yang ada, “Kami harus memastikan semuanya berfungsi. Ini teknologi yang gila, benar-benar gila sekali,” akunya, menggarisbawahi kompleksitas inovasi ini.

Advertisements

Di tengah gairah untuk meluncurkan inovasi futuristik mobil terbang, raksasa otomotif listrik, Tesla, juga menghadapi tantangan finansial yang signifikan.

Laba Tesla Tertekan di Tengah Rekor Pendapatan

Pada kuartal III, Tesla berhasil mencetak rekor pendapatan impresif sebesar US$ 28 miliar, menandai peningkatan signifikan 12% secara tahunan (year-on-year/yoy). Namun, pencapaian pendapatan ini diiringi kabar kurang menyenangkan: laba perusahaan justru anjlok drastis hingga 37%.

Penurunan laba Tesla ini sebagian besar disumbang oleh biaya tambahan yang timbul dari tarif perdagangan serta investasi besar dalam penelitian dan pengembangan. Lebih lanjut, prospek negatif muncul dari rencana Presiden Amerika Serikat saat itu, Donald Trump, yang berencana menerapkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pajak baru.

RUU Pajak tersebut berpotensi mengeliminasi kredit pajak sebesar US$ 7.500 bagi pembeli sejumlah model Tesla Inc. dan kendaraan listrik lainnya pada akhir tahun. Langkah ini terbilang mendadak, tujuh tahun lebih cepat dari jadwal yang seharusnya. Menurut analis JPMorgan, jika disahkan, aturan ini diperkirakan akan memicu kerugian substansial sekitar US$ 1,2 miliar terhadap laba Tesla selama setahun penuh.

Menyikapi ancaman ini, Elon Musk yang telah melepaskan peran penasihat resminya di Gedung Putih pada akhir Mei, segera melancarkan misi pribadi untuk memblokir RUU tersebut. Dengan gigih, orang terkaya di dunia itu aktif melobi sejumlah anggota parlemen dari Partai Republik, bahkan secara langsung mengajukan permohonan kepada Ketua DPR Mike Johnson, demi mempertahankan keringanan pajak kendaraan listrik yang krusial.

Terlepas dari berbagai upaya tersebut, laba Tesla pada kuartal III tetap tidak mampu memenuhi ekspektasi para analis. Proyeksi menunjukkan bahwa permintaan terhadap kendaraan Tesla dan model kendaraan listrik pesaing lainnya berpotensi menurun drastis sepanjang sisa tahun ini, terutama tanpa adanya kredit pajak yang selama ini menjadi salah satu pendorong utama penjualan mobil listrik di pasar.

Ringkasan

Elon Musk mengisyaratkan peluncuran prototipe mobil terbang Tesla dalam beberapa bulan ke depan, diungkapkan dalam podcast ‘The Joe Rogan Experience’. Musk menekankan bahwa demonstrasi produk ini akan “tak terlupakan”, meskipun ia tidak memberikan detail teknis spesifik terkait teknologi yang digunakan.

Meskipun Tesla mencapai rekor pendapatan sebesar US$ 28 miliar pada kuartal III, laba perusahaan mengalami penurunan sebesar 37%. Penurunan ini disebabkan oleh biaya tambahan dari tarif perdagangan dan investasi dalam penelitian, serta ancaman penghapusan kredit pajak untuk pembeli kendaraan listrik. Elon Musk berusaha melobi untuk mempertahankan keringanan pajak tersebut.

Advertisements