Update Terkini: Korban Tewas Serangan Israel di Lebanon Tembus 3.213 Jiwa

Jumlah korban jiwa akibat eskalasi serangan Israel di Lebanon terus menunjukkan peningkatan signifikan. Berdasarkan laporan terbaru Kementerian Kesehatan Lebanon hingga 26 Mei 2026, total korban tewas tercatat mencapai 3.213 orang, bertambah 28 jiwa dari data sebelumnya yang berjumlah 3.185 orang.

Advertisements

Dalam pernyataan resminya yang dikutip pada Kamis (28/5), Kementerian Kesehatan Lebanon mengungkapkan bahwa selain korban meninggal dunia, terdapat 9.737 orang lainnya yang mengalami luka-luka akibat agresi tersebut. Meski demikian, otoritas kesehatan setempat belum merilis pembaruan data untuk perkembangan situasi pada 27 Mei 2026.

Situasi keamanan di Lebanon selatan kini dilaporkan kembali memanas. Media Al Jazeera melaporkan sedikitnya 31 orang tewas dan 40 orang lainnya terluka akibat serangkaian serangan Israel pada Selasa (27/5). Ketegangan semakin meningkat setelah Israel mengumumkan dimulainya pengeboman intensif di sekitar wilayah Tyre, Lebanon Selatan, tak lama setelah perintah evakuasi paksa dikeluarkan bagi warga di kota tersebut dan desa-desa sekitarnya.

Militer Israel mengklaim bahwa serangan ini bertujuan untuk menghancurkan infrastruktur markas Hizbullah. Hanya berselang dua jam setelah peringatan evakuasi disebarkan, militer merilis peta yang menunjukkan sebagian besar wilayah pesisir Tyre, yang berdekatan dengan perbatasan Israel, harus segera dikosongkan. Selain itu, seluruh area di selatan Sungai Zahrani telah ditetapkan sebagai zona pertempuran aktif, di mana warga diperintahkan mengungsi ke wilayah utara sungai yang berjarak sekitar 40 kilometer dari perbatasan.

Advertisements

Juru bicara militer Israel, Avichay Adraee, menyatakan bahwa tindakan tegas akan terus diambil. “Mengingat pelanggaran berulang terhadap perjanjian gencatan senjata oleh organisasi teroris Hizbullah, IDF akan bertindak dengan kekuatan besar,” ungkapnya pada Kamis (28/5).

Dampak dari eskalasi ini semakin meluas dengan jatuhnya korban dari pihak militer dan sipil. Tentara Lebanon mengonfirmasi satu personelnya gugur di dekat pos militer wilayah Bekaa, Lebanon timur. Sementara itu, dua warga sipil dilaporkan tewas di kota Deir Amas, distrik Tyre. Serangan udara Israel juga dilaporkan menyasar sejumlah wilayah lain seperti Braiqaa, Deir Qanoun en-Nahr, Srifa, dan Toura, tepat di tengah momentum perayaan Iduladha bagi masyarakat setempat.

Di sisi lain, Hizbullah mengklaim bahwa para pejuangnya terus memberikan perlawanan dengan terlibat dalam baku tembak jarak dekat melawan pasukan Israel di wilayah Zawtar al-Sharqiyah, dekat perbatasan. Menanggapi situasi yang kian tidak menentu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa pasukan darat Israel akan terus bergerak lebih jauh ke Lebanon selatan guna memperluas skala operasi militer di wilayah tersebut.

Ringkasan

Eskalasi serangan Israel di Lebanon telah menyebabkan total korban tewas mencapai 3.213 jiwa dengan 9.737 orang mengalami luka-luka per 26 Mei 2026. Ketegangan kembali memuncak setelah Israel melakukan pengeboman intensif di sekitar wilayah Tyre menyusul perintah evakuasi paksa bagi warga sipil. Militer Israel menyatakan operasi ini menargetkan infrastruktur Hizbullah dan akan terus dilakukan dengan kekuatan besar sebagai respons atas dugaan pelanggaran gencatan senjata.

Konflik yang meluas ini telah menelan korban dari pihak militer Lebanon dan warga sipil di berbagai wilayah, termasuk distrik Tyre dan Bekaa, bahkan saat momentum Iduladha. Di sisi lain, kelompok Hizbullah terus memberikan perlawanan melalui baku tembak jarak dekat dengan pasukan Israel. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa pasukan darat Israel akan terus bergerak lebih jauh ke Lebanon selatan untuk memperluas skala operasi militer mereka.

Advertisements