Presiden Prabowo Subianto telah mengambil langkah strategis yang signifikan dengan membentuk Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua. Untuk memimpin komite krusial ini, Presiden Prabowo menunjuk seorang tokoh yang memiliki rekam jejak panjang dalam isu-isu pembangunan daerah, Velix Fernando Wanggai, sebagai ketuanya.
Komite ini diperkuat oleh sejumlah figur berpengalaman dari berbagai latar belakang. Di antara anggotanya terdapat Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk, mantan Bupati Jayawijaya periode 2008-2018 John Wempi Wetipo, pensiunan Panglima Kodam Cenderawasih periode 2020-2022 Letnan Jenderal TNI Ignatius Yoko Triyono, hingga mantan Kapolda Papua periode 2019-2021 Komisaris Jenderal Pol (Purn) Paulus Waterpauw. Komposisi anggota ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menggalang kekuatan untuk pembangunan Papua.
Velix Wanggai menjelaskan bahwa pembentukan komite ini memiliki tujuan utama untuk memusatkan perhatian pada isu-isu strategis yang menjadi prioritas tinggi. Ini mencakup percepatan pembangunan yang inklusif, penguatan ekonomi lokal demi kesejahteraan masyarakat, serta perbaikan tata kelola otonomi khusus agar lebih efektif dan akuntabel di Bumi Cenderawasih.
Melalui keberadaan komite eksekutif ini, pemerintah bertekad memastikan pelaksanaan otonomi khusus dapat berjalan tepat sasaran dan memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat Papua. Velix juga menambahkan, komite ini dibentuk untuk secara proaktif menjawab berbagai tantangan yang muncul setelah pemekaran wilayah yang menghasilkan enam provinsi baru di Papua.
“Kehadiran enam provinsi baru ini tentu saja menuntut langkah-langkah dan maksud besar itu adalah langkah-langkah percepatan,” ujar Velix setelah proses pelantikan di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu (8/10). Pernyataannya ini menggarisbawahi urgensi dan skala tugas yang diemban oleh komite yang baru dibentuk.
Jejak Panjang Velix Wanggai: Dari Staf Khusus SBY hingga Ketua Komite Percepatan Papua
Penunjukan Velix Wanggai sebagai ketua komite bukanlah tanpa alasan, mengingat latar belakang dan pengalaman panjangnya di berbagai posisi pemerintahan yang relevan. Velix Wanggai lahir di Jayapura pada 16 Februari 1972. Ia menempuh seluruh jenjang pendidikan dari taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas di kota kelahirannya sebelum melanjutkan studi ke Yogyakarta. Di sana, ia berhasil menyelesaikan pendidikan sarjana di jurusan Hubungan Internasional Universitas Gadjah Mada (UGM) pada tahun 1996.
Setelah lulus, Velix mengawali kariernya sebagai anggota tim Penyusunan Kajian Kebijakan Pengembangan Wilayah Terpadu (PWT), yang fokus pada wilayah-wilayah strategis di sekitar Papua, mencakup Sorong, Jayapura, Jayawijaya, hingga Merauke. Pengalaman ini memberinya pemahaman mendalam tentang dinamika pembangunan di daerah tersebut.
Ia kemudian melanjutkan pengabdiannya sebagai staf perencana di Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Pada tahun 2006, Velix turut serta sebagai anggota tim Bappenas yang bertanggung jawab menyusun rancangan Instruksi Presiden Nomor 5 tahun 2007, sebuah payung hukum penting yang berperan dalam percepatan pembangunan Provinsi Papua dan Papua Barat.
Puncak kariernya di pemerintahan pada periode tersebut adalah ketika ia ditunjuk langsung oleh Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada tahun 2009. Velix menjabat sebagai Staf Khusus Presiden Bidang Pembangunan Daerah dan Otonomi Daerah, sebuah posisi yang diembannya dengan penuh tanggung jawab hingga tahun 2014.
Pasca-pemerintahan SBY, Velix sempat masuk dalam Tim Transisi yang dibentuk Kementerian Pemuda dan Olahraga di era Imam Nahrawi pada Mei 2015. Namun, ia memutuskan untuk mengundurkan diri dalam hitungan hari, dengan alasan padatnya kesibukan lain.
Kariernya terus berlanjut di berbagai instansi pemerintah. Velix pernah mengemban amanah sebagai Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, jabatan yang dipegangnya selama satu tahun hingga 2016. Pada era Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Velix dipercaya menduduki posisi sebagai Deputi Bidang Kebijakan Pemerintahan dan Wawasan Kebangsaan di Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres).
Pada tahun 2023, Velix Wanggai kembali dipercaya untuk mengemban tugas di Papua, kali ini ditunjuk oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Papua Pegunungan. Terakhir, pada tahun 2024, ia mengemban amanah sebagai Direktur Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi di Kementerian Transmigrasi, sebelum kini dipercaya memimpin Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, melanjutkan dedikasinya untuk kemajuan Bumi Cenderawasih.
Ringkasan
Presiden Prabowo Subianto membentuk Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua dan menunjuk Velix Fernando Wanggai sebagai ketua. Komite ini bertujuan memusatkan perhatian pada percepatan pembangunan inklusif, penguatan ekonomi lokal, dan perbaikan tata kelola otonomi khusus di Papua, serta menjawab tantangan pemekaran wilayah menjadi enam provinsi baru.
Velix Wanggai memiliki rekam jejak panjang di pemerintahan, mulai dari tim penyusunan kebijakan pengembangan wilayah terpadu di sekitar Papua hingga menjadi Staf Khusus Presiden SBY. Selain itu, ia pernah menjabat sebagai Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR, Deputi di Sekretariat Wakil Presiden, Pj Gubernur Papua Pegunungan, dan Direktur Jenderal di Kementerian Transmigrasi.