Wall Street Cetak Rekor Baru: Euforia AI Redam Ketegangan Iran

Bursa Wall Street kembali mencatatkan rekor tertinggi pada perdagangan Selasa (2/6). Optimisme investor tetap terjaga di tengah perhatian pasar terhadap dinamika hubungan antara Amerika Serikat dan Iran, yang dibarengi dengan aksi beli masif pada saham-saham sektor teknologi.

Advertisements

Indeks S&P 500 naik 0,13% dan ditutup di level 7.609,78, menembus level psikologis 7.600 untuk pertama kalinya dalam sejarah penutupan perdagangan. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average menguat 228,91 poin atau 0,45% ke posisi 51.307,79 setelah sebelumnya sempat menyentuh rekor intraday baru. Senada dengan itu, Nasdaq Composite terangkat 0,03% menjadi 27.093,90.

Di balik penguatan tersebut, saham Alphabet justru memberikan tekanan terhadap indeks S&P 500 setelah anjlok hampir 4%. Penurunan ini dipicu oleh pengumuman rencana penggalangan dana sebesar US$ 80 miliar melalui penjualan saham. Dana tersebut rencananya akan digunakan untuk mengakselerasi pengembangan kecerdasan buatan (AI), termasuk alokasi investasi senilai US$ 10 miliar dari Berkshire Hathaway.

Namun, pelemahan Alphabet berhasil diredam oleh lonjakan saham teknologi lainnya, khususnya di sektor semikonduktor. Saham Marvell Technology melesat 32% setelah CEO Nvidia, Jensen Huang, memprediksi perusahaan tersebut memiliki potensi untuk mencapai valuasi US$ 1 triliun. Pernyataan tersebut memicu sentimen positif yang mendongkrak Indeks Semikonduktor Philadelphia hampir 6%.

Advertisements

Huang menjelaskan bahwa kebutuhan konektivitas kini menjadi sangat krusial seiring dengan tren pemecahan beban komputasi yang didistribusikan ke berbagai pusat data. Menurutnya, peran Marvell Technology menjadi vital dalam menopang infrastruktur komputasi berskala besar di masa depan.

Sentimen positif juga menghampiri Hewlett Packard Enterprise (HPE), di mana sahamnya melonjak lebih dari 19%. Kenaikan ini terjadi setelah perusahaan merilis proyeksi optimistis untuk kuartal berjalan serta menaikkan target kinerja tahunan yang melampaui ekspektasi pelaku pasar. Secara historis, kinerja kuartal II HPE kali ini mencatat pertumbuhan laba terbesar sejak 2018.

Wakil Presiden Manajemen Portofolio Mercer Advisors, David Krakauer, menilai bahwa kondisi pasar saat ini masih relatif stabil. Meskipun investor memantau ketat negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran, sejauh ini situasi pasar dinilai masih terkendali. “Pasar sudah cukup stabil,” ujar Krakauer dikutip CNBC International, Rabu (3/6).

Meskipun euforia terhadap kecerdasan buatan telah memicu reli panjang dalam beberapa pekan terakhir, termasuk rekor yang dicetak pada Senin (1/6) dengan Nvidia sebagai motor penggerak, Krakauer memberikan peringatan. Ia mengingatkan investor untuk tetap waspada karena penguatan pasar saat ini masih ditopang oleh segelintir saham teknologi, yang berisiko mengalami koreksi atau pembalikan arah.

Di sisi lain, pasar komoditas mencatat kenaikan harga minyak yang cukup signifikan. Kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) naik 1,74% dan ditutup di US$ 93,76 per barel, sementara harga minyak Brent menguat lebih dari 1% ke level US$ 96 per barel.

Kenaikan harga minyak dipicu oleh laporan media Pemerintah Iran yang menyebutkan bahwa negosiator negara tersebut menghentikan perundingan damai dengan Amerika Serikat melalui pihak perantara. Media yang berafiliasi dengan pemerintah Iran, Tasnim, bahkan melaporkan rencana Teheran untuk memblokir Selat Hormuz sepenuhnya. Iran menegaskan bahwa dialog tidak akan dilanjutkan sebelum Israel menghentikan seluruh serangan di Lebanon dan Gaza serta menarik pasukannya dari wilayah pendudukan di Lebanon.

Menanggapi situasi ini, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa ia tidak mempermasalahkan berakhirnya negosiasi perdamaian tersebut. Namun, melalui unggahan di Truth Social, Trump mengungkapkan bahwa ia telah melakukan pembicaraan yang produktif dengan Benjamin Netanyahu dan menegaskan bahwa dialog dengan pihak Iran masih terus berlangsung dengan cepat.

Ringkasan

Bursa Wall Street mencatatkan rekor tertinggi baru dengan indeks S&P 500 menembus level 7.600, didorong oleh euforia investor terhadap sektor teknologi dan kecerdasan buatan (AI). Saham perusahaan seperti Marvell Technology dan Hewlett Packard Enterprise melonjak tajam, yang berhasil menutupi tekanan dari penurunan saham Alphabet. Optimisme pasar tetap terjaga meskipun investor terus memantau ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran.

Di sisi lain, harga minyak mentah dunia mengalami kenaikan signifikan di tengah ancaman Iran untuk memblokir Selat Hormuz sebagai respons atas penghentian negosiasi damai. Meskipun pasar saat ini dinilai stabil, para analis memperingatkan adanya risiko koreksi karena reli saham yang terjadi masih sangat bergantung pada segelintir perusahaan teknologi besar. Perkembangan situasi di Timur Tengah tetap menjadi faktor kunci yang diawasi ketat oleh pelaku pasar global.

Advertisements