Dukung program pemerintah, Bayer Indonesia investasi Rp 71 M untuk produksi MMS

PT Bayer Indonesia menambah investasi senilai  3,6 juta Euro atau Rp 71,21 miliar untuk mendukung program pemerintah terkait pengadaan suplemen untuk ibu hamil. Dana segar berbentuk lini produksi tersebut dirancang menghasilkan 1,2 miliar suplemen ibu hamil program pemerintah, yakni Multiple Mikronutrien Suplementasi atau MMS.

Advertisements

Head of Bayer Product Supply Consumer Health Bayer Indonesia Priscilla Silvan Prarizta menyampaikan lini produksi tersebut baru diatur untuk memproduksi sekitar 552 juta tablet MMS per tahun. Namun pabrikan berkomitmen untuk menambah kapasitas produksi jika kebutuhan di pasar tinggi.

“Kami siap menambah investasi untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik. Sebab, Kapasitas terpasang dan peluang produksi kami masih jauh lebih besar dari yang saat ini kami pakai. Itu komitmen yang kami sampaikan ke Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin,” kata Priscilla di pabriknya, Rabu (14/1).

Kementerian Kesehatan mendata total ibu hamil mencapai 5,3 juta orang pada 2020. Dengan demikian, pasar MMS mencapai 1,48 miliar per tahun jika setiap ibu hamil mengonsumsi satu tablet per hari sampai melahirkan.

Advertisements

Priscilla mengaku tujuan utama penambahan lini produksi hari ini adalah pasar pengadaan MMS oleh pemerintah. Walau demikian, Bayer Indonesia mengaku seluruh bahan aktif dalam produksi MMS di pabriknya masih bergantung pada impor.

Seperti diketahui, syarat utama sebuah produk untuk masuk dalam pasar pengadaan program pemerintah adalah memiliki tingkat komponen dalam negeri setidaknya 40%. Namun konten lokal dalam MMS besutan Bayer Indonesia masih terbatas pada kemasan dan bahan tambahan.

“Jujur, bahan aktif farmasi dalam produksi MMS belum ada yang memproduksi di Indonesia. Namun saat bahan aktif sudah tersedia di dalam negeri dan memenuhi standar global, kami akan langsung bergeser memasok bahan baku dari dalam negeri,” katanya.

Adapun standar global yang dimaksud termuat dalam panduan United Nations International Multiple Micronutrient Antenatal Preparation atau Unimmap. Secara umum, bahan aktif yang dimaksud adalah 10 jenis vitamin dan 5 jenis mineral.

15 Provinsi Jadi Sasaran Program Konsumsi MMS

Seperti diketahui, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin telah memulai program konsumsi MMS bagi ibu hamil pada Oktober 2024. Pemerintah telah memilih 209 kabupaten/kota di 15 provinsi untuk menjadi target program tersebut.

Budi menyampaikan daerah tersebut dipilih berdasarkan lima faktor, yakni angka kejadian berat badan lahir rendah atau BBLR, ibu hamil dengan kekurangan energi kronik, stunting, populasi padat, dan jumlah ibu hamil. Pemerintah telah menyiapkan 234 juta tablet MMS dalam program tersebut sejak kuartal terakhir tahun lalu.

Budi mendata 27% dari ibu hamil terkena penyakit kekurangan darah atau anemia akibat kurang mengonsumsi makanan bergizi. Menurutnya, kesehatan ibu hamil menjadi penting untuk menekan angka bayi dengan BBLR dan stunting.

Adapun MMS dinilai memiliki kandungan gizi yang dibutuhkan ibu hamil untuk mengurangi risiko yang dalam proses kehamilan. Sebab, dua dari 15 bahan aktif dalam MMS menjadi zat yang penting untuk dikonsumsi ibu hamil, yakni zat besi dan asam folat.

“Kalau ingin anaknya sehat atau pintar, minum MMS 180 butir selama 180 hari atau enam bulan terus menerus selama hamil. InsyaAllah anaknya sehat dan pintar,” kata Budi dalam keterangan resmi tahun lalu, Jumat (17/10).

Advertisements