Aksi korporasi ini bikin kinerja saham INDS melonjak ratusan persen

Jakarta, IDN Times – PT Indospring Tbk (INDS), perusahaan produsen suku cadang otomotif menjalankan sejumlah aksi korporasi guna memperkuat produktivitas dan efisiensi operasional.

Advertisements

Pada Desember 2025, perseroan mengumumkan transaksi afiliasi berupa pembelian aset operasional dari entitas anak. Dalam transaksi tersebut, PT Indobaja Primamurni (IBPM) menjual delapan unit mesin bekas dan empat unit komputer bekas kepada Indospring dengan nilai total sebesar Rp3.017.747.000, belum termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

IBPM sendiri merupakan entitas anak perseroan dengan tingkat kepemilikan sebesar 96,50 persen. Adapun manajemen menilai transaksi ini sebagai langkah optimalisasi aset untuk menunjang kelancaran operasional dan efisiensi produksi perseroan ke depan.

1. Perjanjian sewa-menyewa ruang kantor

Advertisements

Selain itu, Indospring juga telah menandatangani perjanjian sewa-menyewa ruang kantor dengan PT Indoprima Investama (IIV). Objek transaksi berupa sewa sebagian bangunan kantor seluas 66 meter persegi yang berlokasi di Jalan Mayjend Sungkono KM 3,1, Prambangan, Kebomas, Gresik, dengan nilai sewa sebesar Rp60 juta untuk jangka waktu satu tahun, terhitung sejak 1 Januari 2026 hingga 31 Desember 2026.

Transaksi ini juga merupakan transaksi afiliasi mengingat PT IIV merupakan entitas induk akhir Perseroan dengan kepemilikan langsung dan tidak langsung sebesar 88,41 persen.

2. Peningkatan kinerja saham INDS

Langkah ekspansi dan penataan operasional ini mendapat respons positif dari pasar, tercermin dari kinerja saham INDS yang mencatatkan kenaikan signifikan hingga ratusan persen dalam jangka pendek maupun panjang.

Pada penutupan perdagangan Rabu (14/1/2025), saham INDS mencatatkan auto reject atas (ARA) dengan kenaikan 25 persen. Secara bulanan, saham INDS telah menguat 147,77 persen, sedangkan secara year to date (ytd) melonjak 145,58 persen.

Head of Research KISI Sekuritas, Muhammad Wafi menilai, pergerakan harga saham INDS tidak semata-mata dipicu oleh aksi penjualan aset. Menurutnya, pasar juga mengantisipasi potensi pembagian dividen serta re-rating valuasi perseroan.

“Investor cenderung mengantisipasi pembagian dividen dan re-rating valuasi saham. INDS cocok untuk investor yang memiliki strategi trading cepat, hal ini mengingat di semester pertama tahun 2026 terdapat beberapa sentimen positif seperti rilis laporan keuangan, dividen, dan pemulihan sektor otomotif,” tutur Wafi dalam keterangannya, dikutip Kamis (15/1/2026).

3. INDS bagikan dividen Rp8 per saham

Optimisme pasar juga ditopang oleh keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Indospring Tbk yang diselenggarakan pada 23 Juni 2025. Dalam RUPST tersebut, pemegang saham menyetujui penggunaan laba bersih tahun buku 2024, di antaranya pembagian dividen tunai maksimal sebesar Rp52.499.976.800 atau setara Rp8 per saham.

Selain itu, perseroan menyisihkan Rp1,5 miliar sebagai cadangan wajib, serta membukukan sisa laba bersih sebesar Rp15.599.075.455 sebagai saldo laba. Ke depan, manajemen Indospring menegaskan akan terus menjalankan strategi pertumbuhan yang terukur dan berkelanjutan, dengan tetap mengedepankan tata kelola perusahaan yang baik, guna menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.

Djoni Kuasai 5,09 Persen Saham FOLK, Ada Sinyal Masuk Konglo? Harga Saham RMKE Diprediksi Tembus Rp10 Ribu, Kenapa Bisa? Pemegang Saham BBRI Terima Dividen Interim Rp20,6 T pada 15 Januari

Advertisements