Presiden Prabowo Subianto telah mengajukan tiga nama krusial sebagai calon Deputi Gubernur Bank Indonesia, memicu perhatian publik dan pelaku pasar. Daftar nama-nama tersebut mencakup Thomas Djiwandono, Dicky Kartikoyono, dan Solihin M Juhro, yang telah resmi dikirimkan ke DPR RI.
Di antara ketiga nama tersebut, sorotan khusus tertuju pada Thomas Djiwandono, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan. Lebih lanjut, beliau juga merupakan keponakan dari Presiden Prabowo Subianto, sebuah detail yang menambah dimensi pada pengajuan ini. Nominasi ini bertujuan untuk mengisi satu posisi kosong di jajaran pimpinan Bank Indonesia (BI).
Pengajuan tiga figur tersebut segera menarik atensi luas dari berbagai kalangan, termasuk para pengamat ekonomi dan pelaku pasar. Fokus utama dari perhatian ini adalah potensi implikasinya terhadap isu sensitif mengenai independensi Bank Indonesia, sebuah pilar penting dalam menjaga stabilitas moneter dan keuangan negara.
Selanjutnya, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) akan menjalankan proses seleksi yang ketat melalui uji kelayakan dan kepatutan terhadap ketiga calon. Tahap ini krusial sebelum DPR mengambil keputusan final mengenai siapa yang akan menduduki jabatan strategis sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia.