Serapan Tenaga Kerja Naik Akhir 2025

Indonesia menutup tahun 2025 dengan secercah harapan di sektor ketenagakerjaan. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan adanya perbaikan signifikan pada pasar kerja, ditandai oleh peningkatan penyerapan tenaga kerja yang pesat dan penurunan tingkat pengangguran nasional. Laporan ini, yang mencakup periode Agustus hingga November 2025, menjadi indikasi kuat pemulihan pasar kerja di tengah gejolak ekonomi global yang terus berlanjut.

Advertisements

Merujuk data BPS yang dirilis pada Kamis (5/2/2026), total angkatan kerja Indonesia mencapai 155,27 juta orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 147,91 juta orang telah berhasil terserap dalam dunia kerja, merepresentasikan 95,3 persen dari keseluruhan angkatan kerja. Periode Agustus hingga November 2025 sendiri mencatat penambahan impresif sebanyak 1,37 juta individu yang berhasil mendapatkan lapangan kerja baru. Lonjakan penyerapan tenaga kerja ini secara langsung berkontribusi pada menurunnya Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada akhir tahun.

Perkembangan positif ini juga tercermin dari angka TPT pada November 2025 yang berada pada level 4,74 persen, setara dengan 7,35 juta orang. Persentase ini menandai titik terendah sejak Agustus 2024 dan menunjukkan tren penurunan yang konsisten, mengukuhkan momentum pemulihan pasar kerja yang tengah berlangsung.

Lebih lanjut, dalam rentang waktu yang sama, jumlah pengangguran berhasil berkurang signifikan sekitar 109 ribu orang. Reduksi ini merupakan indikator kuat dari meningkatnya permintaan tenaga kerja di beragam sektor, sejalan dengan stabilisasi dan akselerasi aktivitas ekonomi secara keseluruhan.

Advertisements

Secara sektoral, sektor pertanian tetap memegang peranan krusial sebagai penyerap tenaga kerja terbesar di Indonesia. Dominasi ini menggarisbawahi posisinya yang strategis, khususnya dalam menopang kehidupan dan menyediakan lapangan kerja di area perdesaan. Mengikuti di belakangnya adalah sektor perdagangan dan industri pengolahan, yang secara kolektif merefleksikan kontribusi substansial dari aktivitas konsumsi dan manufaktur dalam penciptaan lapangan kerja di perkotaan maupun pedesaan.

Meskipun demikian, di balik optimisme perbaikan ini, struktur ketenagakerjaan nasional masih menyimpan beberapa pekerjaan rumah. Tantangan utama yang perlu diatasi adalah peningkatan kualitas pekerjaan, mendorong produktivitas tenaga kerja, serta memastikan pemerataan kesempatan kerja yang adil di setiap daerah. Oleh karena itu, keberlanjutan penciptaan lapangan kerja di masa mendatang akan sangat ditentukan oleh kapabilitas ekonomi nasional dalam menjaga laju pertumbuhan ekonomi yang stabil, menarik investasi yang berkelanjutan, serta memantapkan sektor-sektor produktif yang berorientasi pada nilai tambah tinggi.

Secara keseluruhan, tren penurunan pengangguran dan peningkatan penyerapan tenaga kerja di akhir tahun 2025 memang menyuntikkan optimisme signifikan bagi prospek pasar kerja Indonesia. Namun, agar momentum perbaikan ini dapat terus berlanjut dan berkelanjutan, kolaborasi erat antara pemerintah dan pelaku usaha menjadi esensial. Fokus utama harus tetap pada upaya masif untuk memperluas akses terhadap kesempatan kerja yang berkualitas, demi masa depan ketenagakerjaan yang lebih baik dan inklusif bagi seluruh rakyat Indonesia.

Advertisements