Kualitas udara Bekasi, Tangsel, dan Jakarta terpantau sehat pagi ini

Kabar gembira datang dari sejumlah kota besar di Indonesia! Pada Selasa (24/2) pagi, beberapa wilayah terpantau memiliki kualitas udara sehat yang memungkinkan aktivitas luar ruangan tanpa khawatir. Berdasarkan pantauan situs IQAir pada pukul 07.30 WIB, kota-kota seperti Bekasi, Tangerang Selatan, dan Jakarta menunjukkan angka Indeks Kualitas Udara (AQI) yang memuaskan, tidak melebihi 50, dan masuk dalam kategori baik.

Advertisements

“Ini adalah waktu yang ideal untuk melakukan aktivitas di luar ruangan dengan sedikit atau tanpa risiko yang ditimbulkan oleh udara yang dihirup,” demikian pernyataan dari IQAir yang dikutip pada hari yang sama. Kualitas udara yang tergolong baik memang menjadi kesempatan sempurna bagi masyarakat untuk menikmati berbagai kegiatan di luar rumah. Selain ketiga kota yang disebutkan, berikut adalah beberapa wilayah dengan kualitas udara terbaik di Indonesia pagi ini:

  1. Palangkaraya, Kalimantan Tengah, dengan poin AQI 26, masuk kategori baik.
  2. Bekasi, Jawa Barat, dengan poin AQI 39, masuk kategori baik.
  3. Tangerang Selatan, Banten, dengan poin AQI 47, masuk kategori baik.
  4. Jakarta, dengan poin AQI 48, masuk kategori baik.
  5. Bogor, Jawa Barat, dengan poin AQI 51, masuk kategori sedang.

Namun, di tengah kondisi positif tersebut, Kota Jambi di Provinsi Jambi tercatat memiliki kualitas udara paling rendah di Indonesia pagi ini. Meski demikian, dengan poin AQI 82, kualitas udara di Jambi masih tergolong sedang, menunjukkan situasi yang tidak seburuk yang mungkin terjadi di wilayah lain secara global.

Untuk kategori kualitas udara sedang ini, masyarakat umum pada dasarnya masih dapat beraktivitas di luar ruangan karena risiko kesehatan yang ditimbulkan relatif kecil. Meskipun demikian, bagi kelompok sensitif seperti anak-anak, ibu hamil, lansia, atau penderita penyakit jantung dan paru-paru, sangat disarankan untuk menghindari aktivitas berat di luar ruangan guna menjaga kesehatan.

Advertisements

Beranjak ke skala global, kondisi kualitas udara menunjukkan disparitas yang mencolok. Beberapa kota besar dunia justru menghadapi tantangan serius dengan polusi udara yang mencapai kategori sangat tidak sehat, bahkan berbahaya. Kabul, Afghanistan, misalnya, tercatat sebagai kota dengan kualitas udara terburuk, mencapai poin AQI 240, yang masuk dalam kategori sangat tidak sehat. Berikut adalah daftar lima kota besar dengan kualitas udara terburuk di dunia:

  1. Kabul, Afghanistan, dengan poin AQI 240 (sangat tidak sehat).
  2. Delhi, India, dengan poin AQI 217 (sangat tidak sehat).
  3. Lahore, Pakistan, dengan poin AQI 217 (sangat tidak sehat).
  4. Dhaka, Bangladesh, dengan poin AQI 216 (sangat tidak sehat).
  5. Yangon, Myanmar, dengan poin AQI 198 (tidak sehat).

Berbanding terbalik dengan kondisi memprihatinkan tersebut, Kota Portland di Amerika Serikat menjadi contoh ideal dengan kualitas udara paling sehat di dunia, mencatatkan poin AQI hanya 5. Keunggulan ini diikuti oleh Bern di Swiss dengan poin AQI 6, dan Vancouver di Kanada dengan poin AQI 13, menunjukkan betapa pentingnya upaya menjaga kebersihan udara.

Indeks Kualitas Udara (AQI) sendiri merupakan indikator penting yang merepresentasikan konsentrasi polutan udara dan mengklasifikasikannya ke dalam berbagai kategori kualitas. Perhitungan indeks ini umumnya mempertimbangkan enam polutan utama, yaitu Partikulat Matter (PM2.5), Partikulat Matter (PM10), karbon monoksida, sulfur dioksida, nitrogen dioksida, dan ozon permukaan tanah.

Penentuan kategori kualitas udara didasarkan pada rentang skor AQI sebagai berikut: kategori baik berada pada rentang skor 0-50, kategori sedang pada rentang 51-100, dan kategori tidak sehat untuk kelompok sensitif pada rentang 101-150.

Sementara itu, kategori tidak sehat berada pada rentang skor AQI 151-200, kategori sangat tidak sehat pada rentang 200-299, dan kategori berbahaya pada rentang 300-500.

Memahami kategori ini sangat krusial, karena kualitas udara dalam kategori sangat tidak sehat dapat secara signifikan merugikan kesehatan bagi sejumlah populasi yang terpapar. Lebih lanjut, kualitas udara kategori berbahaya dapat menimbulkan risiko kesehatan yang sangat serius dan mengancam kehidupan populasi manusia secara luas. Oleh karena itu, pemantauan kualitas udara secara berkala sangat penting untuk kesehatan masyarakat.

Advertisements