IHSG diproyeksikan turun, saham ASII, BBCA hingga BMRI jadi rekomendasi analis

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (25/2) diprediksi akan mengalami tekanan, cenderung bergerak melemah. Namun, di tengah proyeksi koreksi pasar, sejumlah analis pasar telah menyiapkan daftar rekomendasi saham pilihan, termasuk emiten-emiten besar seperti PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), yang patut menjadi perhatian para investor.

Advertisements

Menurut pandangan Analis BinaArtha Sekuritas, Ivan Rosanova, IHSG berpotensi memasuki fase koreksi jangka pendek pada hari ini. Kendati demikian, koreksi ini diperkirakan hanya bersifat sementara, dengan proyeksi penguatan agresif kembali setelahnya, berpotensi menembus level 8.527 atau bahkan lebih tinggi. Ivan Rosanova menggarisbawahi beberapa level kunci yang perlu diperhatikan: support utama IHSG berada di 8.160, 7.989, dan 7.835, sementara level resistance signifikan yang harus ditembus adalah 8.527, 8.812, dan 8.992. Menariknya, indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) turut memperlihatkan momentum bullish yang cukup kuat, menandakan potensi kenaikan harga.

Dalam analisis teknikal, pemahaman mengenai level-level krusial seperti support dan resistance sangat penting. Level support merujuk pada area harga saham di mana tekanan jual diperkirakan mereda dan muncul dorongan beli, sering kali dianggap sebagai titik terendah sementara yang dapat memicu pembalikan harga naik. Sebaliknya, resistance adalah batas harga atas di mana tekanan beli cenderung melemah dan aksi jual meningkat, menghambat kenaikan harga lebih lanjut. Sementara itu, Moving Average Convergence Divergence (MACD) berfungsi sebagai indikator momentum tren, mengukur kekuatan dan arah pergerakan harga saham. Garis MACD yang terus menanjak dengan kemiringan positif (positive slope) adalah sinyal kuat berlanjutnya tren kenaikan dan solidnya momentum beli di pasar.

Dengan analisis tersebut, Ivan Rosanova memberikan sejumlah rekomendasi saham pilihan untuk para investor. Untuk kategori beli (buy), dia merekomendasikan PT Astra International Tbk (ASII) di rentang harga 6.000 – 6.200 dengan target terdekat 7.100, serta PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) di level 7.000 – 7.150 dengan target terdekat 8.175. Selain itu, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) juga masuk daftar beli pada harga 2.550 – 2.580, menargetkan 2.730. Sementara untuk strategi tahan (hold), Ivan menyarankan untuk memperhatikan PT Indosat Tbk (ISAT) dengan target terdekat 2.480 dan PT United Tractors Tbk (UNTR) dengan target 32.000.

Advertisements

Di sisi lain, analis dari Phintraco Sekuritas memiliki pandangan yang lebih berhati-hati, memproyeksikan potensi koreksi lanjutan bagi IHSG. Secara teknikal, mereka mencermati pelemahan histogram MACD dan terbentuknya death cross Stochastic RSI di area overbought, yang mengindikasikan tekanan jual. Penutupan indeks di bawah level MA5 di sekitar 8.306 turut memperkuat sinyal pelemahan. Oleh karena itu, IHSG diperkirakan akan melanjutkan koreksi dan berpotensi menguji level support di kisaran 8.200-8.250.

Sentimen dari pasar global juga akan turut memengaruhi pergerakan IHSG. Dari Asia, Bank Sentral Tiongkok telah mengumumkan mempertahankan suku bunga pinjaman (Loan Prime Rate/LPR) selama sembilan bulan berturut-turut pada Februari 2026, dengan LPR tenor satu tahun tetap di 3% dan tenor lima tahun di 3,5%. Sementara itu, fokus investor di Amerika Serikat tertuju pada pidato Presiden Donald Trump di hadapan Kongres, yang dinanti-nantikan untuk menguraikan laporan tahunan serta arah kebijakan pemerintahannya ke depan.

Perhatian juga beralih ke Eropa, di mana investor akan mencermati rilis data GfK Consumer Confidence Jerman untuk Maret 2026, yang diproyeksikan menunjukkan perbaikan dari -24,1 menjadi -23,8. Selain itu, laju inflasi di kawasan Euro untuk Januari 2026 diperkirakan melambat menjadi 1,7% secara tahunan, turun dari 2% sebelumnya, yang dapat memberikan sinyal positif bagi kebijakan moneter.

Menyikapi kondisi pasar, Phintraco Sekuritas juga merekomendasikan sejumlah saham unggulan untuk dicermati investor. Daftar tersebut meliputi PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Adhi Karya Tbk (ADHI), PT PP Tbk (PTPP), PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS), dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM).

Baca juga:

  • Ada Crossing Jumbo MEDC, BIPI, BUVA saat IHSG Anjlok 1,37%
  • IHSG Sesi I Turun 0,29%, Saham Ritel Minimarket MIDI, AMRT, DNET Lesu
  • IHSG Potensi Lanjut Reli ke Level 8.400, Saham INCO, INDF hingga BBRI Dijagokan

Advertisements